Kehidupan di tahun 2019

Bulan depan sudah memasuki tahun baru. Segala rencana yang telah dibuat di awal tahun kemarin, hanya beberapa saja yang bisa terealisasikan. Tapi, ya bodo amat. Seenggaknya, banyak juga yang telah tercapai. Dan yang terpenting, sekarang fikiran gue telah terbebaskan dari belenggu yang gue ciptakan sendiri.

Mantap!

Bulan November kemarin, usia telah bertambah mencapai seperempat abad. Berasa tua juga sih. Tapi yaudah. Sebenarnya tulisan kali ini hanya berceritakan tentang diri gue saja. Jadi, yang mau menutup halaman ini, silahkan. Yang mau melanjutkan baca, anda hanya membuang-buang waktu saja.

Mari gue ajak kalian untuk mem-flash back kehidupan gue yang enggak seru ini.



Di awal tahun kemarin, masih merasa bahagia karena memiliki smartphone baru. Setelah tiga tahun menggunakan produk Samsung, kali ini gue menggunakan produk milik One Plus. Dan lumayan cape juga, menanggapi pertanyaan dari orang lain berupa,

“Hape nya Oppo ya?”
“One Plus itu buatan Xiaomi?”
“Dari cina hapenya?”
“Merk Samsung?”

Menggunakan hape yang brand nya enggak terkenal di Indonesia memang agak sedikit menyulitkan. Padahal hape ini, telah gue tonton hampir semua video reviewnya yang ada di Youtube. Bahkan, menjadi perbincangan banyak Tech Youtuber di luar sana. Karena, produk ini yang biasanya di hargai murah dan bisa bersaing dengan produk yang lainnya. Meskipun kini harganya sudah lumayan mahal. Tapi, wajar kalau banyak orang yang enggak mengetahui produk ini, karena enggak semua orang menyukai hal berupa Tech seperti gue.

Hasil fotonya, bagus. Lancar jaya untuk urusan produktifitan maupun bermain gamr. Memiliki ram sebesar 8gb, serta dukungan dari produsen hape ini, sehingga hape ini nyaman untuk digunakkan. Kekurangannya hanyalah brand ini kurang terkenal di Indonesia, serta lumayan sulit untuk mendapatkan casingnya. Paling harus buka grup One Plus di Facebook dulu, baru bisa dapet.


Teman pondok gue datang ke Mesir. Dia ini merupakan mahasiswa Sudan yang sedang menghabiskan waktu liburannya disini. Kalau difikir lagi, memang lingkungan sekitar gue adalah para calon ulama-ulama besar di Indonesia, dan gue saja yang sepertinya salah menceburkan diri.

 Pm



Dia datang kesini tentunya dengan tujuan untuk berlibur, serta menikmati suasana indah yang ada di Mesir. Wajar aja, karena katanya tempat berlibur mereka, para mahasiswa Sudan, ya hanya mengunjungi sungai nil. Sedih ya? Kalau disini? Mau yang berbau agama, ya ada. Para masayikh disini banyak. Mau yang berbau alam, ada pantai indah, ada off road di padang pasir, semuanya ada. Mau melihat penari perut? Ada juga. Semuanya lengkap. Paket komplit, karetnya dua!


Akhirnya, gue bisa mengangkat 100kg saat latihan Bench press! Kalau berat Barbellnya dihitung, ya berarti 120kg. Meskipun sekarang kekuatannya menghilang, karena gue enggak pernah ke gym lagi setelah 4 bulan. Semoga tahun depan, bisa mengangkat levih berat dari itu. 

Ehe


Di hari lebaran masih terfikirkan ujian, karena masih ada beberapa materi yang belum selesai. Karena perkuliahan disini menganut kalender Masehi, jadinya ya seperti itu. Lebaran yang seharusnya menjadi suasana yang bahagia, karena puasa di musim panas amat lah sangat menyiksa, eh ternyata masih ada materi yang belum diajukan.

Saat pulang kemarin, akhirnya bisa merasakan pulang kampung saat lebaran idul adha. Mulai ada pertanyaan, kapan nikah dari saudara-saudara, dan langsung dijawab oleh nyokap, ‘Iya nih. Kapan, mas?” supportif sekali memang mama ku. Mantap. Padahal anaknya ga mau nikah.

Setelah berkali-kali pulang kampung dan hiburannya hanya mengunjungi rumah saudara, baru kali itu gue liburan ke tempat wisata yang letaknya dekat dengan perbatasan Temanggung-Wonosobo. Tempat ini menyuguhkan pemandangan dua gunung, serta kebun tembakau. Rasanya gue lebih memilih pemandangan yang hijau, dan sejuk seperti ini, dibandingkan melihat hamparan padang pasir. Ditambah lagi, liburan kali ini di habiskan bersama keluarga. Makin seru.




Yang sangat di kangenin dari liburan kemarin adalah saat pagi hari berkumpul dengan orangtua di meja makan. Menemani mereka menikmati teh hangat, roti bakar, serta cerita mereka.

Kangen juga sama gadis yang gue temani di Jakrta Art kemarin. 

Beralih ke rokok elektrik dari rokok konvensional. Memang selama ini, gue enggak pernah merokok di rumah, pasti selalu saat di luar rumah. Ketika itu gue sedang rebahan dengan nyaman, tiba-tiba nyokap membuka pintu dan melihat bungkusan rokok di lantai. Adegan setelah itu, bungkusan rokok yang baru gue hisap dua batang, melayang keluar melewati jendela, beserta asbak yang gue gunakan. FYI, sebelum gue gunakan sebagai tempat mengumpulkan putung rokok yang telah dihisap, sebetulnya asbak itu merupakan pajangan di dinding rumah.

Anak durhaka


Di bulan febuari kemarin adik gue berangkat umroh. Sebenarnya, saat itu gue juga ikut pergi. Karena visa gue masih belum kunjung keluar juga, sehingga yang berangkat adalah adik gue terlebih dahulu. Gue enggak terlalu khawatir juga, karena di dalam rombongannya, dia termasuk tiga orang yang umurnya paling tua.



Dan di bulan Oktober kemarin, alhamdulilah gue bisa mengunjungi kota suci tersebut. Mekkah serta Madinah. Saat umroh kemarin, rasanya seperti kembali ke Indonesia, karena begitu banyak orang Indonesia yang gue temukan disana. Dan karena itu juga, gue bisa ikut rombongan orang saat mengelilingi kota Mekkah. Dan jangan lupakan juga, saat menjarah makanan di hotel, dan diliatin oleh para jamaah Indonesia.


Dari sekian banyak yang gue tuliskan diatas, yang membahagiakan di tahun ini, rasanya mata gue sudah bisa melihat lebih jernih dari sebelumnya. Meskipun, telah memasuki quartal akhir di tahun ini, akhirnya gue bisa terbebaskan dari penjara fikiran yang gue bikin sendiri.

Bagaimana dengan tahun 2019 kamu? 

16 komentar :

  1. Jadi sejauh ini 2019 masih menyenangkan ya Ji. Wkwkwk.

    2019 gue? Nano nano. Tunggu ceritanya di blog gue hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebahagiaan kan yang bikin, kita sendiri, Wi.
      Yang sedih mah, juga lebih banyak.



      Siap, Wi!!

      Hapus
  2. Sebenarnya di tahun 2019 ini hanya ada satu momen paling berkesan yaitu pas pengakuan dosa ke keluarga. Setelah setahun lebih saya menanggung sendiri, akhirnya bisa jujur juga kepada keluarga. Alhamdulillah lega banget jadinya. Ini momen paling mengesankan karena saya bisa mengalahkan ego sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setidaknya, beban yang telah di simpan sendiri, akhirnya bisa tercurahkan dan melapangkan hati.

      Mari hadapi tahun 2020 dengan riang gembira!!
      🥂

      Hapus
  3. Sedih kalo nginget 2019 ini. Pasang target tinggi, dan 70% nya pun ngga :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. tenang aja
      hajar saja semua hal yang belum tercapai di tahun depan!!!

      Hapus
  4. Apakah gerangan isi penjara pikiran itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terlalu panjang untuk di ceritakan di blog
      ehew

      Hapus
  5. Hapenya dewa juga, ram 8gb. Btw di Mesir saya nglier sama Martabak-nya.

    Hmm.. Mesir VS Wonosobo? Sama2 mantap.

    Situ ngerokok blum dibebasin kah?

    Btw, asyik banget udah Umroh

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenernya martabak di Indonesia itu udah paling juara
      disini namanya bukan martabak, tapi fatiroh. isinya paling gula, keju atau coklat doang. beda sama di Indonesia yang punya banyak varian rasa

      nyokap emang lagi sensian aja sih itu
      eheheh

      sendirinya udah umroh juga?
      kalo belum, semoga ada rejekinya buat kesana juga ya!!
      ditunggu ceritanya

      Hapus
  6. Apapun gadgetnya, yang penting fungsinya :)
    Dengan spek segitu sih mumpuni banget menurutku, lebih dari cukup buat nemenin ngeblon..

    Singkatnya sih kalau tahun 2019 ini, aku bisa menggapai salah satu resolusi untuk bisa membelikan sesuatu buat ibu, alhamdulilah.

    Semoga suatu saat bisa umrah juga..aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul syekali
      sekarang kalo mau foto-foto tinggal pake hape aja. dan sekarang mulai merambah untuk bikin video juga sih sebenernya. ehe

      alhamdulillah

      amiiiinnnn

      Hapus
  7. Tari perut akan bahaya bagi yang punya fetis pusar, Zi. Mendadak teringat seorang teman. Hahaha.

    Sebagaimana main ular tangga, tentu ada naik dan turun. Tapi tahun ini kok kebanyakan kepatok ularnya. Khususnya setelah Lebaran. Padahal gue pikir sejak caturwulan pertama yang banyak hokinya, tahun ini bakal membaik ketimbang sebelumnya. Nyatanya, dugaan itu keliru sekali. Semakin menuju akhir terus dikejutkan dengan hal-hal yang rasanya perlu istigfar atau memaki lebih banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi masa iya, di tempat rame begitu si penari perutnya bakalan di samperin. kan ada penjaganya juga, yog. whehehe

      sambat di twitter aja udaah paling bener
      astaghfirullah, mengajarkan yang tidak benar

      Hapus
  8. Tahun 2019 gue.... apa ya, lupa gue Ji. Gak nyatet dan bukan pengingat yang baik hahahaha

    BalasHapus
  9. (( baca juga ))

    (( baca juga ))

    (( baca juga ))

    (( baca juga ))

    banyak amat ya allah promo tulisan lainnya, tida pusing aku bacanya, tida hehehe.

    dan, sejauh mata memandang... 2019 ku baik-baik aja sih, cuma foya2 doang gitu tiap harinya, soalnya bingung Ji ngapain lagi ya idup tuh :)

    BalasHapus

Biar gue bisa baca blog kalian juga, tolong tinggalkan jejak ya!

My Instagram

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates