Review Pod Uwell Caliburn Indonesia


Sudah sejak lama produk ini di keluarkan. Dan sudah banyak Pod stick yang beredar di vape store maupun e-commarce. Tapi, pengalaman gue menggunakan Pod Uwell Caliburn, bisa menjadi refrensi kalian saat membeli Pod.
Sama seperti tulisan gue yang sebelumnya, membahas tentang Pod Artery Pal 2, gue sudah mulai bisa berhenti dari rokok konvensional. Yah, meskipun saat balik ke Mesir, kebiasaan menghisap rokok masih sering terjadi, tapi gue masih bisa menahan nafsu untuk tidak membakar rokok dalam jumlah yang banyak dalam seharinya. Itu pun gue lakukan, karena temen-temen gue serta senior yang lainnya, menyambut gue dengan bungkusan rokok enak disampingnya.
Gue sudah menggunakan Pod Uwell Caliburn selama tiga bulan kurang lebih. Gue membeli ini, karena pernah baca tulisan di Twitter tentang pengalamannya memakai Pod ini. Dan rasa penasaran itu terlihat dari gue yang lebih sering melihat review Pod ini di Youtube.

Beberapa Youtuber ada yang membandingkan benda ini dengan pod Artery Pal 2. Beberapa dari mereka, merasa bahwa Artery Pal 2 menang. Karena dari bentuk, rasa dari liquid, serta uap yang dihasilkan, jauh lebih banyak dibandingkan dengan Pod Uwell Caliburn.
Sejak pemakaian pertama kali, gue merasa bahwa sepertinya pendapat dari youtuber ini benar. Karena saat memakai Pod ini, uap yang dihasilkan jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan Pod Artery Pal 2 yang gue gunakan. Bahkan, gue pernah memakai kedua Pod tersebut, dan menggunakan liquid yang sama, gue memilih Artery Pal 2 sebagai pemenangnya. Karena jauh lebih enak digunakan ketimbang Uwell Caliburn.
Tapi, meskipun uap yang dihasilkan tidak sebanyak Artery Pal 2, Pod Uwell Caliburn ini memiliki faktor lain. Rasa yang dihasilkan masih terasa enak di mulut. Serta batreinya yang juara. Walaupun kapasitas bateri dari Artery Pal 2 jauh lebih besar, tapi Uwell Caliburn ini bisa bertahan lebih lama. Entah Artery Pal 2 yang gue gunakan adalah produk gagal, tapi kenyatannya ya seperti itu.
Gue pernah membawa Artery Pal 2 keluar rumah seharian, dari pagi sampai malam. Di siang hari, lampu yang dikeluarkan oleh Artery Pal 2 berwarna ungu. Yang menandakan telah masuk di 70 persen bateri. Dan, setelah maghrib menjelang isya, lampunya sudah berwarna merah. Yang membuat Pod ini menghasilnya tenaganya terasa berkurang, jika dibandingkan saat bateri nya masih berwarna biru.


Gue sendiri tipikal yang sering nge-puff berkali-kali. Entah itu saat naik transportasi online, sebelum memasuki mall, serta di coffee shop, pasti akan gue puff terus.

Baca juga: Review Artery Pal 2 
Berbeda dengan Pod Uwell Caliburn, penggunaan gue masih sama seperti Artery Pal 2, dan ternyata Uwell Caliburn bisa bertahan lebih lama. Bahkan sampai gue sampai rumah, kisaran jam 9 malam, baterinya masih berwarna biru. Yang menandakan bahwa pod ini telah memasuki kisaran 70-40 baterinya. Dan rasa yang dihasilkan, masih tetep enak. Uap yang dihasilkan juga masih lumayan, meskipun kalah banyak jika di bandingkan dengan Artery Pal 2.
Sisi lainnya menggunakan Uwell Caliburn adalah jauh lebih simple dari Artery Pal 2. Jika merasa coilnya telah gosong, tinggal buang, dan pakai catridge baru. Semudah itu. Jika memakai Artery Pal 2 prosesnya akan lebih ribet. Pertama coilnya harus diganti, dan jika ingin menggunakan liquid yang berbeda, catridgenya harus di cuci terlebih dahulu. Karena kalau langsung dipakai, rasa liquid sebelumnya akan mencampur liquid baru yang telah kita isi di catridge.


Kalau kalian anak sultan, yang uangnya buanyak banget, enggak akan masalah. Nah, bagi gue dari kaum ekonomi yang belum kuat, hal ini terasa lebih ribet dan juga mahal. Kalau tiap kali ganti liquid, kita harus membeli catridgenya juga.
Kalau di hitung pengeluaran Artery Pal 2 akan seperti ini,
Harga catridge 75 rb + harga coil 35 rb. Katakanlah penggunaan coil ini kisaran 18 hari. Ya silahkan dihitung sendiri.
Tapi, jika menggunakan pod Uwell Caliburn, kisaran harganya hanya 35 ribu. Dan bisa bertahan lebih lama dibandingkan coil Artery Pal 2, sejauh yang gue rasakan sih seperti itu. Jadi lebih murah kan?
Pemakaian coil dari Uwell Caliburn bisa bertahan 3 minggu. Dan dengan desainnya yang simpel, jadi lebih enak untuk dibawa kemana-mana.
Jadi, apa Pod pilihan kalian?

2 komentar :

  1. Baca artikel soal per-vape-an ini, sama sekali nggak terbayang gimana gunainnya, gimana rasanya, dan gimana enaknya. Seperti sensasi merokok konvensionalkah? hahaha, padahal merokok konvensional aja kagak pernah.

    lanjutkanlah mereview varian lain. saya mampir sekadar menyimak akhirnya, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha
      Tengkyu, bro

      Emang sebaiknya, ga usah ngerokok ataupun vaping. Apalagi klo emg dasarnya ga ngerokok, dan malah vaping. Segala sesuatu yg di masukkan ke tubuh, pasti ada efek sampingnya.

      Hapus

Biar gue bisa baca blog kalian juga, tolong tinggalkan jejak ya!

My Instagram

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates