Penumpang Tramco
Pada umumnya mahasiswa disini menggunakan bis sebagai alat transportasi. Dari satu tempat ke tempat yang lain. Aplikasi Go-jek belom masuk, hanya Uber aplikasi yang bisa digunakan. Kendaraan sepeda motor disini pun kebanyakan digunakan para anak muda untuk jalan-jalan. Entah untuk boncengan berempat kayak cabe-cabean di Jakarta, atau sekedar membuat motornya berdiri dalam waktu yang lama. Mereka belom mempunyai inisiatif untuk membuka usaha pangkalan ojek didekat terminal bis. Kalau pun benar ada, kayaknya enggak akan laku juga. Untuk para mahasiswa Indonesia. Kalau untuk para mahasiswa Malaysia mungkin beda cerita. Satu hal yang gampang ditemukkan antara mahasiswa Indonesia dengan pelajar Malaysia adalah dengan caranya menego harga kendaraan. Kalau jaraknya dekat, dan supir kendaraan mematok harga yang enggak masuk akal, pelajar Indonesia akan menego dengan harga dibawahnya. Jika supir masih keukuh enggak mau menurunkan harga, kami akan pura-pura pergi dengan harapan dip...