Advertisement

Artikel Terbaru

Lihat semua →
Perjalanan aneh yang mengasyikan
Travel

Perjalanan aneh yang mengasyikan

Sepertinya, baru di Mesir ini, gue hobi naik angkutan umum. Entah itu dari bis, tuk-tuk ataupun trem. Dan kayaknya, semua mahasiswa di Mesir merasakan hal itu juga sih. Niatnya ingin naik mobil mewah nan gagah, tapi apalah daya. Yang bisa kita lakukan adalah menanti bis di halte pinggir jalan. Udah gitu, bisnya rame. Bau ketiak semua. Nggak tau deh, itu bau ketiak orang lain, atau dari tubuh gue sendiri. Kayaknya sih, bau ketiak mereka. Eh, sebentar… gue kayaknya terakhir mandi hari selasa minggu kemarin deh. Apa jangan-jangan itu badan gue kali ya? Bodo ah. Auk amat. Tapi, kemarin-kemarin ini gue sempet naik kereta. Kereta Mesir. Asli Mesir. Seriusan deh. Dan rasanya, emm… ada yang aneh tapi nikmat gitu. Jadi gini, selasa kemarin, iya, tepat terakhir gue mandi itu, gue pergi ke Alexandria untuk mengikuti acara maulid yang ada terletak disalah satu masjid disana. Sebetulnya nggak direncanakan juga sih. Ketika gue masih nikmat tidur, si Afif menarik selimut yang gue gunakan, k...

·
Dailylife

Hai

Hai >> Minggu-minggu ini merupakan minggu sibuk untuk gue dan mahasiswa-mahasiswa Azhar lainnya. Biasa lah, bulan depan ujian sih. Dan karena sebelum-sebelumnya (mungkin) terlalu santai menanggapi perkulihan, jadi yaa sekarang ini lah sibuknya. Tapi dibandingkan ujian terakhir gue di pondok dulu, sepertinya ujian disini biasa aja. Lebih ekstrim ujian ketika gue di pondok dulu sepertinya. Ketika kalian 3 SMA ujian apa aja? Flashback dikit. Ujian di pondok gue dulu dibagi tiga. Pertama, ujian praktek mengajar. Kedua, ujian lisan. Ketiga, ujian tulis. Materinya? Semua pelajaran dari pertama kali masuk pondok. Alhamdulillah , gue nggak sampai gila kok. Nggak sampai gue sundul juga, ustad yang bikin soal. Tapi ketika dulu, gue kenapa semangat banget ya belajarnya. Dan ketika telah sampai disini, malah santai-santai aja. Apa karena dulu di pondok, gue dikelilingi oleh para laki-laki semua, sehingga bisa fokus belajar? Emm.. kok agak geli gitu yaa bahasanya. (( DI-KELILINGI-LAK...

·
Berbagai macam hal yang tidak ada di Mesir
Dailylife

Berbagai macam hal yang tidak ada di Mesir

Banyaknya aktifitas di Mesir, tidak bisa menahan rasa rindu gue dengan kampung halaman. Disela-sela kesibukan, ada aja hal-hal yang bikin kangen dengan suasana di Indonesia. Berikut ini adalah hal-hal yang gue rindukan dari Indonesia. 1- Sentuhan tangan bokap dan nyokap Nggak tau deh, akhir-akhir ini gue ingin bisa bersalaman dengan orangtua. Berpelukan, menikmati malam hari dengan suara-suara yang keluar dari mulut mereka. Terlebih sentuhan tangan mereka. Tangan nyokap, yang dengan mudahnya membuat makanan-makanan kesukaan gue. Dan hal ini yang mengakibatkan, gue sebagai anaknya, susah kurus jika berada di rumah. Begitu juga dengan sentuhan tangan bokap. Tangan bokap yang alhamdulillah nya bisa memberikan uang jajan kepada gue. Meskipun uang itu akan berakhir dengan dua buah kotak yang tergeletak diatas meja, dengan bertulisakan macam-macam jenis martabak. Ada hal yang berbeda ketika menerima uang dari bokap, dengan mengambil uang di ATM. Ada rasa semeriwing gitu. 2- Surat unda...

·
Dailylife

Kisah sang penyiar radio

Suka denger siaran radio? Suka dengan musik-musik yang sering diputar dijilat lalu dicelup dari radio? Suka sama gue? Yakin? Ah jadi maluk. Geli banget, nyet. Pembukaannya. Selasa kemarin mungkin pengalaman pertama gue menyiarkan radio. Beruntung, almamater gue menyediakan wadah radio seperti ini, sehingga gue dan teman-teman yang lain bisa menikmati fasilitas ini. Yah, hitung-hitung mencari pengalaman. Tapi nggak semua dari teman-teman gue mengikuti kegiatan seperti ini. Dari mereka juga ada yang mengikuti kegiatan menulis majalah bulanan, kajian, fotografi, dan kayaknya masih banyak sih yang lainnya. Jadi, ketika pembagian jadwal siaran, gue diberikan tugas di hari selasa bersama makhluk bernama Anita. Namanya cantik ya? Hm... Ta... Tapi... Gue membawakan acara yang bernama ‘Masau’ singkatan dari ‘Masih bersama Soutika’. Sebetulnya gue ingin membawakan tema lain. Ketika kumpul pembagian tugas pun, Si pembagi jadwal(Sambal): Sekarang, ana bagi jadwalnya ya. Yang me...

·
Dailylife

Jangan datang di pagi hari!!

Suasana Kairo saat ini sedang memasuki awal musim dingin. Kalo tahun kemarin, hujan hanya turun sekali atau dua kali, gue lupa, tapi sekarang beda. Sama halnya, kayak perasaan dia ke gue, beda. Dan nggak pernah sama. Huhuhu… Apaan sih, nyet. Ga lucu. Sudah dua hari ini, hujan turun dengan lebat, membuat Kairo semakin sejuk. Kalo suasananya sejuk seperti ini, gue jadi inget dengan kampung gue yang terletak di Temanggung, Jawa Tengah sana. Udaranya dingin-dingin semeriwing , tetesan air hujan yang terdengar nyaring menyentuh aspal, kemudian berbagai hidangan lezat yang tersedia diatas meja makan. Tapi disini, gue nggak mengharapkan hal yang terakhir juga sih. Nggak ada gunanya untuk mengharapkan hal yang tak pasti, bukan? Yah, nggak mungkin juga ketika bangun di pagi hari, gue menemukan gule kambing tergeletak indah begitu saja di meja makan. Mahasiswa dibelahan bumi mana sih, yang di pagi-pagi buta sudah semangat memasak gule kambing? Nggak ada kerjaan banget. Lah wong skill masak...

·
Dailylife

Renungan di malam hari

Sekarang ini, gue sedang duduk tepat di tempat hits para mahasiswa Indonesia yang, beruntung, kuliah di Mesir. Tempatnya sederhana kok. Hanya toko yang menjualkan beraneka ragam jus dari buah-buahan. Tapi entah kenapa, tempat ini menjadi salah satu tempat ternyaman untuk ketawa bareng teman-teman, kumpul-kumpul kepanitiaan, sampai tempat untuk menyendiri memikirkan hal-hal yang telah terjadi maupun yang belum. Ditemani satu gelas jus alpukat plus eskrim coklat yang belum dicicipi sama sekali, gue sedang duduk sambil sesekali menggosokkan kedua telapak tangan. Pandangan gue tertuju ke langit, tanpa bintang, hanya bulan yang dilewati oleh awan-awan. Apa hidup gue sama halnya seperti bulan itu ya? Sendiri, tanpa ditemani oleh bintang-bintang. Sendiri, dan hanya dilewati oleh awan-awan yang se-enaknya saja jalan. ‘ Haaaah… kenapa hidup gue gini amat sih? ’ Terkadang gue benci dengan salah satu kebiasaan yang gue miliki. Membuat orang lain untuk tersenyum kembali, membuat orang lain me...

·
Derita Mahasiswa luar negri
Dailylife

Derita Mahasiswa luar negri

Selain faktor bahasa, perbedaan yang paling jelas antara mahasiswa yang kuliah dalam negri dan luar negri adalah mengurusi perpanjangan visa. Beruntung gue tinggal di zaman sekarang, dari cerita-cerita yang gue dengar dari orang-orang yang kuliah disini terdahulu, mereka rela untuk tidur di depan kantor imigrasi sehari sebelumnya, agar bisa menyelesaikan urusannya dengan cepat. Bagi orang-orang yang datang setelah sholat shubuh, kemungkinan besar tidak akan bisa mengurusi perpanjangan visa di hari itu. Sadis ya? Tapi yang lebih nyesek sih, ketika seseorang yang sudah rela tidur di depan kantor imigrasi, kemudian ketika tiba gilirannya, kemudian dengan santainya sang petugas mengatakan, “ Bukroh yaa walad” Artinya, “Besok aja ya, nak. Sekarang  udah azan nih. Pucing pala belbie. Mau bobo cantik dulu” Padahal antriannya melebihi antrian pembagian sembako. Dan ketika sudah berhadapan dengan petugasnya, disuruh dateng besok. Kambing banget kan? Minta di lemparin tombak kan?...

·
"Maaf ya, karena kemarin...."
Dailylife

"Maaf ya, karena kemarin...."

Minggu depan, aktivitas perkuliahan kembali dimulai. Menakutkan? Nggak sih sebenernya. Kuliah disini terserah setiap individunya masing-masing. Ingin masuk setiap hari, silahkan. Nggak masuk kuliah sama sekali dan hanya mengikuti ujian saja, boleh-boleh aja. Enak ya? tapi jujur deh, gue lumayan takut juga sih ke depannya nanti, kalo sudah kebiasaan diberi kebebasan seperti ini. Takut nantinya, gue jadi terlalu santai. Ketika sudah diterima kerja, bukannya masuk dan sibuk dengan tugas yang diberikan atasan, gue malah santai di rumah kemudian makan ketoprak dua bungkus sambil main PES. Ngomongin ketoprak, gue jadi kangen pacar orang makanan-makanan rumah deh. Tapi semoga nggak begitu-begitu amat lah ya. Kedatangan anak-anak baru kemarin, membawa keberkahan tersendiri untuk senior seperti gue. Ketika malam hari dan di rumah tidak ada makanan, dengan langkah semangat gue akan berjalan ke arah rumah anak baru. Nikmat rasanya, ketika mengetahui arah perut gue. Maksud gue, sungguh a...

·
Harapan untuk para mahasiswa baru
Dailylife

Harapan untuk para mahasiswa baru

Karena kemarin ikutan tantangan tulisan tiga rasa dari blognya si Adi, gue jadi kecanduan nulis fiksi. Fiksi tentang percintaan gitu. Yah, meskipun gue belum pernah merasakan sama sekali, setidaknya gue nggak bego-bego banget lah tentang hal seperti itu. Tapi, sekarang mau nulis kayak biasanya aja, nulis tentang kisah sehari-hari. Dua minggu kemarin, Mesir kedatangan banyak tamu dari Indonesia. Sama seperti diri gue di tahun kemarin, mereka ini adalah para calon mahasiswa-mahasiswi baru di universitas Al-Azhar. Waktu satu tahun itu kayaknya cepet banget ya, nggak terasa sekarang jadi senior yang ngurusin dede-dede emesh. Kebetulan juga, kemarin sempat menjadi panitia makanya belum bisa nulis postingan baru lagi. Gue pribadi nggak ingin terburu-buru menjadi senior, enak-an jadi junior. Kemana-mana ada yang nganterin, mau jalan-jalan dibayarin ongkos kendaraannya, pas laper ditraktir makanan. Seandainya tahun lalu senior yang mengurusi gue seperti itu, mungkin sekarang gue udah jadi...

·
Cerpen

Sebuah do'a dalam diam

Jam sepuluh siang, aku telah berada di teras masjid ini. Aku hanya ingin singgah di rumah Allah dan perlahan membiarkan setiap masalah-masalah yang kupunya meluap keluar dari dalam kepalaku. Mungkin banyak orang lain di luar sana yang memiliki permasalahan lebih rumit ketimbang diriku, tapi setidaknya aku tahu kemana aku harus kembali. Terkadang aku ragu dengan keabsahan, tentang sebutan untuk seseorang teman yang selalu menghabiskan waktunya dengan teman yang lain. Apa sebutannya? 'Sahabat’? Seperti itu kah panggilannya? Di umurku yang duapuluh satu pun, seoalah aku belum menemukan sosok itu. Mungkin karena dulu aku memiliki sebuah kenangan tentang sebuah pengkhianatan, sehingga menjadikan diriku seperti ini. Tidak ada jaminan bukan, jika satu tahun, dua tahun, ataupun tahun-tahun berikutnya, orang itu tetap menjaga rahasia-rahasia yang telah kita ceritakan kepadanya? Di tempat aku duduk ini, aku bisa melihat sosok gadis itu. Kepalanya dibungkus dengan pasmina berwarna hitam,...

·
Dailylife

Hina-nya diriku. Maafkan aku teman-teman

Salah satu hal yang terkadang membuat gue terganggu sampai saat ini adalah jadwal piket masak rumah. Mungkin karena ketika di rumah dulu gue hanya bisa masak air, mie instan dan telur ceplok, sehingga ketika piket masak disini gue terlihat amat sangat lemah dibandingkan temen-temen gue lainnya. Masih inget, ketika awal-awal hidup disini gue selalu menghilang setiap hari minggu. Karena di hari itu lah, giliran gue piket masak. Bahkan gue nggak mau megang hape selama satu hari, takut di telpon sama anak rumah untuk masak. Mungkin kalo gue jadi mereka, gue kesel sendiri sih sama orang yang seharusnya piket masak hari itu, tapi malah menghilang tanpa jelas keberadaannya. Kayak gue. Bahkan ketika hari minggu pagi, banyak nomer-nomer asing yang menelpon ke hape gue. Berhubung gue adalah sosok manusia yang sering ber-ekspektasi terlalu tinggi, sehingga mengira yang menelpon adalah teman gadis gue. Kemungkinan penelfon ini seorang gadis cantik memang nggak ada sih, tapi, ‘ Ga salah juga kal...

·
Perjalanan wisata anti-mainstream di Mesir
Travel

Perjalanan wisata anti-mainstream di Mesir

Kebanyakan orang yang sedang berlibur di Mesir, menghabiskan waktunya untuk menjelajahi Piramida, Alexandria, maupun masjid Al-Azhar. Berbeda dengan kebanyakan orang, gue dan kawan-kawan lainnya, yang berstatus mahasiswa jomlo , menghabiskan liburan dengan mengunjungi suatu daerah yang dinamakan Qonatir. Mungkin kebanyakan orang-orang masih belum familiar mendengar tempat wisata bernama Qonatir di Mesir. HAHAHA. HAHAHA, CUPU. Tapi memang sebenernya, nggak terkenal juga sih tempatnya. Emm... gue juga baru pertama kali kesana kok. Kalo kemarin nggak diajak, nggak mungkin gue cerita tentang hal ini juga sih. Ehehe. Ga lucu, nyet Tempat ini nggak ada spesialnya sih sebenernya. Sejauh mata memandang hanya ada air dan bendungan, terong-terongan yang sedang boncengan bertiga, kotoran kuda terhampar luas, ojek kuda bertebaran dimana-mana, dan beberapa penyewa motor yang semena-mena eee waka-waka eee. Ya gitulah. Dikiranya kita turis, padahal sejatinya kita mahasiswa disini. Mereka f...

·
Arti tangisan yang tak terlupakan
Dailylife

Arti tangisan yang tak terlupakan

Kalo sebelumnya yang gue pahami arti tangis seseorang itu hanyalah bersifat kesedihan, bersifat kehilangan, tapi sekarang tidak. Perlahan, gue menyadari bahwa suara tangisan itu bukan karena hal-hal yang sedih saja. Contohnya, Ketika seseorang telah meraih apa yang diinginkannya, orang tersebut bisa saja menangis. Tapi tangisannya bukan karena kesedihan yang dirasakannya, melainkan tangisan bahagia. Bahwasanya dia bisa meraih hal yang dia impikan. Tangisan bangga, karena dia bisa menunjukkan bahwa dirinya bisa mewujudkan harapannya. Aiiih... sedap. *kibasin rambut. Salah satu temen cewe gue, Nanda, mempunyai masalah dengan tangisan juga. Setiap dia berbicara ke gue, mendadak suaranya melemah kemudian perlahan seperti orang yang ingin menangis. Padahal sebelumnya teriak-teriak sama temennya yang lain, ‘WOI, GUE MESEN BAKSO HOY!! MANA KRUPUK PANGSITNYA, HOY!!’ Ngomongnya nge-gas, tapi nggak nyambung. Minta ditabok gitu. Untung cakep, makanya bisa nahan emosi. Tapi anehny...

·