Alasan menggunakan OnePlus 6

Saturday, December 01, 2018


Punya smartphone di zaman sekarang sepertinya sudah menjadi kebutuhan pokok. Bener enggak? Atau hanya ane saja yang merasakan hal itu?
Saat ke Mesir pertama kali, bapak memberikan sebuah smartphone Nokia yang menggunakan Operating System (os) Windows Phone. Bagus, lancar, stabil, interface yang keren, tapi satu kekurangannya yang membuat smartphone ini hilang peminatnya. Aplikasinya yang sangat sedikit. Bahkan aplikasi seperti Instagram pun enggak ada. Saat itu ane enggak terlalu peduli dengan aplikasi yang sedikit, asalkan bisa tetap bisa bertukar kabar dengan orang rumah, semuanya baik-baik saja.
Lalu beralih ke smartphone buatan Samsung yaitu Galaxy note 4. Itu pun juga setalah menabung hampir setahun lebih. Sebenernya banyak pilihan smartphone bagus lainnya, seperti seri Galaxy Note 5 serta Samsung Galaxy S7. Tapi karena uangnya yang enggak mencukupi, pilihan jatuh ke Galaxy Note 4.
Banyak hal yang membuat diri ane jatuh cinta dengan smartphone ini. Enggak pernah lag, kameranya yang sangat bagus, layarnya yang lega cocok digunakan untuk menonton film ataupun sekedar streaming Youtube, dan jangan lupa dengan fitur S-Pennya. Tapi itu berlaku ketika pertama kali beli. Setelah dua tahun lebih pemakaian, bahkan hampir tiga tahun, perlahan smartphone ini terasa enggak enak digunakan.
Mungkin ini adalah kekurangan yang banyak dialami oleh para pengguna Android. Setelah digunakan selama dua tahun ataupun lebih, smartphone menunjukkan tanda-tanda yang buruk. Sudah mulai enggak selancar saat pertama kali dalam multitasking. Game-game terbaru bahkan enggak bisa dimainkan. Kalaupun bisa, efek sampingnya adalah, resolusi yang digunakkan harus paling rendah, dan gambarnya masih sering patah-patah saat dimainkan.
Dan sepertinya sudah saatnya untuk mengganti smartphone.
https://www.androidpolice.com/
Pilihan smartphone berikutnya jatuh ke OnePlus 6. Sejatinya ane enggak ada fikiran untuk membeli smartphone ini. dari banyaknya video review smartphone yang telah ditonton, rasanya ane lebih memilih untuk bisa memiliki Google Pixel 2XL ataupun seri iPhone 8 plus.
Alasannya Google Pixel 2XL adalah karena hasil kameranya yang kebangetan bagus. Masih enggak menyangka aja, hasil kamera sebuah smartphone bisa sebagus itu. walaupun faktor yang lebih penting ada dipenggunanya juga sih. Sayangnya hape ini memiliki prosesor tua, yaitu Snapdragon 835. Padahal di tahun depan nanti 2019, akan keluar dua tingkat dari prosesor tersebut. Ditambah lagi hape ini enggak mempunyai Audio jack. Beli wireless earphone harganya enggak murah, bos!
Pixel 3 sebetulnya sudah keluar, kalau pun sampai ke Indonesia harganya enggak akan jauh beda dengan iPhone 8 plus.
Alasan kenapa tertarik membeli iPhone 8 plus karena penasaran dengan os ios yang katanya stabil. Mau membuktikan sendiri apakah memang seperti itu. tapi harganya yang kebangetan mahal untuk kantong, bikin mikir berkali-kali. Ditambah lagi dengan tampilannya yang hanya seperti itu, enggak bisa diotak-atik lagi, selain Wallpapernya. Kalo kata anak Android, enggak customizable. Walaupun enggak bisa dipungkiri, segala aplikasi akan selalu singgah di pengguna ios terlebih dahulu. Bahkan bisa berbulan-bulan, baru masuk ke Google Playstore.
Seandainya tampilannya bisa dirubah semudah ini
Ditambah lagi dengan pemakaian ane yang ceroboh. Sepertinya belum sanggup membayangkan, hape mahal ini jatuh, dan harga service nya yang biayanya bisa dari setengah harga hape itu sendiri. Mungkin jika nanti sudah punya uang banyak, ane akan mencoba smartphone buatan Apple.
Enggak ada salahnya mengucapkan hal-hal yang ingin diraih kan? Semesta akan mendengarkannya.
Asoy.
Dan kenapa akhirnya memilih OnePlus 6 adalah karena smartphone ini mempunyai daya tarik tersendiri. Selain prosesornya yang sudah menggunakan Snapdragon 845 paling baru, OnePlus ini merupakan smartphone pure Android. Jadi enggak ada tuh aplikasi tambahan seperti yang biasa ditemui di smartphone Samsung, Sony dan yang lain.
Walaupun katanya prosesor yang dimiliki oleh OnePlus 6 masih kalah jika dibandingkan dengan Kirin, prosessor yang dimiliki oleh Huawei, tapi sejauh ini performanya masih bagus banget kok. Ditambah hasil kameranya yang asik dilihat. Masih cocok banget untuk disebut sebagai Flagship Killer.




Beberapa contoh hasil kamera OnePlus 6
Selain karena telah memakai prosesor terbaru, dan hasil kamera yang bagus, smartphone ini juga sudah dibekali dengan ram yang besar. 8gb. Lebih dari cukup. Sudah enggak merasakan grafik yang patah-patah saat dimainkan, ataupun loading lama saat membuka aplikasi. Semua game disikat dengan grafik paling tinggi. Ane baru sadar, ternyata main Mobile Legend dengan grafik tinggi jauh lebih asik ketimbang main dengan grafik rendah.
Dan enggak ketinggalan satu hal aneh lagi. OnePlus ini malah lebih dahulu mendapatkan Android terbaru dibandingkan brand besar seperti Samsung.

Kalau kamu sendiri smartphone impian apa yang ingin dibeli?

You Might Also Like

7 komentar

  1. gw lagi nahan2 nih mau beli samsung a3 2017, emang sih udah ketinggalan. tapi ni cocok ma gw soale layarnya cuma 4 inc. sedangkan hp2 jaman sekarang layarnya udah 5 inc keatas. menurut gw gak nyaman di kantong, kayak hp gw yg sekarang xiomi note 4, yg layarnya 5.5..

    sabar.. sabar.. masi ada kebutuhan lain yg lebi penting dri pada hp hahaha

    nunggu ancur dulu xiominya, saat ini beliau masih sehat wal afiat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. cari yang ram nya gede, lam. minimal banget 3.
      gue suka yang layarnya lebar, tapi kyaknya mentok ke ukuran note 4. diatas itu juga males buat ngantonginnya. ngeganjelnya itu yang enggak enak.

      biasanya klo udah pengen beli, pasti sengaja pengen dirusakin gitu, lam. semoga elu enggak yak. ehe

      Delete
  2. Dan saya juga ngerasain itu, masalah smartphone 2 - 3 tahun dipakai, terus mulai muncul tanda - tanda kerusakan. Yang paling sebel adalah kerusakan pas layar smartphone nggak respon sebelah. Lah, bikin pusing setengah idup itu. Pakai hp-nya kudu miring-miring dulu biar bisa buat ngetik, dll.

    Hasil kameranya boleh juga ini Oneplus 6. Bagus sih kalau dilihat di blog ini. Resolusi kameranya berapa MP, Zi?

    Sementara nggak pengen beli hp baru dulu. Karena lagi nunggu Huawei Nova 3i dari hadiah lomba blog beberapa bulan lalu, sih. Belum dateng-dateng. Padahal udah ngebet banget pengen ganti hape :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu kejadiannya persis kayak nokia lumia gue dulu sih.
      ngebenerinnya juga mahal. karena bahannya yang jarang dijual. secara kan nokia lumia gitu.

      16mp dan 20mp klo ga salah. udah kekinian karena pake dua lensa gitu. eheheheh

      wih gokil. elu yang menang nih lomba kemaren. congrats cuyy!!

      Delete
  3. Wah ini tuh stock android ya? gue juga suka banget sih. Walopun kalah dari ini, tapi sekarang pake nokia yang stock android juga. Itu aja udah seneng. Muahaha. Kalo smartphone favorit, dari dulu pengen pixel sih. Tapi pas liat poninya pixel 3, kok agak gimana gitu. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali anak kuda

      jadinya ngambil nokia ya, di? emang enak sih klo yang pure android gitu. semoga awet aja lah hapenya. yang agak ribet nyari casingnya aja sih. apa gampang ya? oneplus gue susah uy buat nyarinya

      gue lebih milih pixel 3 yang bukan xl sih. klo yg xl emang bentukannya, enggak suka uy. panjang banget poni nya. belom keciduk sama guru bp aja itu

      Delete
  4. Wah, banget.. kalau nggak ada smartphone gue nggak bisa kerja kayak sekarang cuy. Wkwkwk.

    Gue udah pernah nyobain smartphonenya Apple, pake dua tahun dan ternyata gak fleksibel banget. Jadi gue akhirnya berpindah ke Android sampai sekarang. Gue rasa produk Apple yang enak itu macbooknya atau imacnya aja deh. Harga sebanding dengan kualitasnya. Kalau iphone buat gue kemahalan.

    ReplyDelete

Eettt..... Mau kemana?
Komen dulu dong okeee :))

Community