Advertisement

Artikel Terbaru

Lihat semua →
Dailylife

Renungan di malam hari

Sekarang ini, gue sedang duduk tepat di tempat hits para mahasiswa Indonesia yang, beruntung, kuliah di Mesir. Tempatnya sederhana kok. Hanya toko yang menjualkan beraneka ragam jus dari buah-buahan. Tapi entah kenapa, tempat ini menjadi salah satu tempat ternyaman untuk ketawa bareng teman-teman, kumpul-kumpul kepanitiaan, sampai tempat untuk menyendiri memikirkan hal-hal yang telah terjadi maupun yang belum. Ditemani satu gelas jus alpukat plus eskrim coklat yang belum dicicipi sama sekali, gue sedang duduk sambil sesekali menggosokkan kedua telapak tangan. Pandangan gue tertuju ke langit, tanpa bintang, hanya bulan yang dilewati oleh awan-awan. Apa hidup gue sama halnya seperti bulan itu ya? Sendiri, tanpa ditemani oleh bintang-bintang. Sendiri, dan hanya dilewati oleh awan-awan yang se-enaknya saja jalan. ‘ Haaaah… kenapa hidup gue gini amat sih? ’ Terkadang gue benci dengan salah satu kebiasaan yang gue miliki. Membuat orang lain untuk tersenyum kembali, membuat orang lain me...

·
Derita Mahasiswa luar negri
Dailylife

Derita Mahasiswa luar negri

Selain faktor bahasa, perbedaan yang paling jelas antara mahasiswa yang kuliah dalam negri dan luar negri adalah mengurusi perpanjangan visa. Beruntung gue tinggal di zaman sekarang, dari cerita-cerita yang gue dengar dari orang-orang yang kuliah disini terdahulu, mereka rela untuk tidur di depan kantor imigrasi sehari sebelumnya, agar bisa menyelesaikan urusannya dengan cepat. Bagi orang-orang yang datang setelah sholat shubuh, kemungkinan besar tidak akan bisa mengurusi perpanjangan visa di hari itu. Sadis ya? Tapi yang lebih nyesek sih, ketika seseorang yang sudah rela tidur di depan kantor imigrasi, kemudian ketika tiba gilirannya, kemudian dengan santainya sang petugas mengatakan, “ Bukroh yaa walad” Artinya, “Besok aja ya, nak. Sekarang  udah azan nih. Pucing pala belbie. Mau bobo cantik dulu” Padahal antriannya melebihi antrian pembagian sembako. Dan ketika sudah berhadapan dengan petugasnya, disuruh dateng besok. Kambing banget kan? Minta di lemparin tombak kan?...

·
"Maaf ya, karena kemarin...."
Dailylife

"Maaf ya, karena kemarin...."

Minggu depan, aktivitas perkuliahan kembali dimulai. Menakutkan? Nggak sih sebenernya. Kuliah disini terserah setiap individunya masing-masing. Ingin masuk setiap hari, silahkan. Nggak masuk kuliah sama sekali dan hanya mengikuti ujian saja, boleh-boleh aja. Enak ya? tapi jujur deh, gue lumayan takut juga sih ke depannya nanti, kalo sudah kebiasaan diberi kebebasan seperti ini. Takut nantinya, gue jadi terlalu santai. Ketika sudah diterima kerja, bukannya masuk dan sibuk dengan tugas yang diberikan atasan, gue malah santai di rumah kemudian makan ketoprak dua bungkus sambil main PES. Ngomongin ketoprak, gue jadi kangen pacar orang makanan-makanan rumah deh. Tapi semoga nggak begitu-begitu amat lah ya. Kedatangan anak-anak baru kemarin, membawa keberkahan tersendiri untuk senior seperti gue. Ketika malam hari dan di rumah tidak ada makanan, dengan langkah semangat gue akan berjalan ke arah rumah anak baru. Nikmat rasanya, ketika mengetahui arah perut gue. Maksud gue, sungguh a...

·