Tahun lalu, persis di bulan yang sama, LCD HP saya pecah. Waktu itu rasanya dunia seolah berhenti sebentar — tidak ada notifikasi, tidak ada scroll, tidak ada kebisingan digital. Dan anehnya? Saya justru lebih tenang.

Baca selengkapnya di sini.

Sekarang, dengan HP yang selalu ada di genggaman, yang terjadi malah sebaliknya.

Saya jadi lebih gelisah. Harus buka media sosial, takut ketinggalan berita. Loncat dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Menandai postingan yang “nanti mau dibaca ulang” tapi ya… tidak pernah dibaca. Kepala penuh, tapi tidak ada yang benar-benar masuk.

ah ada-ada aja deh gueh

Dan akhirnya, saya kembali ke sini. Ke blog ini. Untuk sekadar bercerita, dan mencoba meluruskan benang-benang kusut yang sudah terlalu lama dibiarkan melingkar di kepala.

Review Resolusi: Hampir Setengah Tahun, Sudah Sejauh Mana?

Tahun ini sudah hampir berjalan setengah tahun. Dan tulisan terakhir saya? Januari. Lima bulan yang lalu.

Oke, tarik napas dulu.

Di awal tahun, saya menuliskan tiga hal besar yang ingin dicapai tahun ini: finansial, literasi, dan bentuk fisik. Mari kita jujur-jujuran.


Finansial: Masih Berjalan di Tempat

Strateginya sudah ada, tapi eksekusinya belum berjalan sebagaimana mestinya. Saya masih yakin ini akan berhasil — tapi tentu saja keyakinan saja tidak cukup tanpa tindakan nyata. Ini PR yang harus diselesaikan di paruh kedua tahun ini.

Literasi: Gagal Total (dan Sedikit Malu Mengakuinya)

Ini yang paling berat diakui.

Saya lebih sering baca manhwa daripada buku. Sementara adik saya sudah melahap lebih dari enam buku dalam sebulan. Enam buku, satu bulan.

Ya sudah. Tidak perlu terlalu keras pada diri sendiri, tapi ini jelas harus diperbaiki. Setidaknya satu buku per bulan untuk sisa tahun ini — itu target minimumnya.

Bentuk Fisik: Naik Berat Badan, Tapi Justru Itu yang Saya Mau

Kalau yang satu ini, hasilnya berbanding terbalik dengan resolusi awal saya — tapi tidak selalu berarti buruk.

BB saya naik. Dan ternyata saya justru lebih suka penampilan badan yang lebih bulky. Mungkin juga karena faktor proporsi — kepala saya besar, jadi di berat 100 kg pun saya masih merasa kurang berisi. Jadi ya, ini bukan kegagalan. Ini pivot.

Highlight 6 Bulan Pertama: Yang Tidak Terduga Justru yang Paling Berkesan

Konsisten Bikin Konten — Meski Disambut Boti laknatullah

Satu hal yang saya cukup bangga adalah: saya berhasil mulai konsisten membuat konten.

Meski awalnya tidak mulus. Di bulan Februari, saya memposting video dengan berat badan 102 kg. Dan respons pertama yang datang? Malah boti. Kolom komentar penuh spam, akun-akun aneh langsung follow. Melelahkan, dan sempat bikin kapok.

ngeselin banget, nyet

Tapi saya lanjut.

Konten Instagram Meledak di Akhir April

Dan ternyata keputusan untuk tetap lanjut itu terbayar.

Akhir April, salah satu konten Instagram saya tiba-tiba meledak. Per hari ini sudah lebih dari 127.000 tayangan. Mungkin bagi sebagian orang ini angka biasa, tapi buat saya yang baru mulai serius berkonten — ini luar biasa.


Yang lebih seru lagi, kolom komentarnya dipenuhi pertanyaan seputar gym. Orang-orang penasaran, mau belajar, mau mulai. Saya senang sekali bisa jadi salah satu yang mendorong mereka untuk memulai.

Di TikTok, Ada yang Iseng Membandingkan

Di TikTok, respons yang datang sedikit berbeda. Ada yang membandingkan hasil latihan mereka — yang katanya baru 1 sampai 3 tahun gym — dengan saya yang sudah 10 tahun latihan di gym.

Dan mereka merasa lebih unggul.

Saya tidak mau nyinyir. Tapi ketika fotonya dikirim di kolom komentar… ya, hasilnya berbicara sendiri.

Yang lebih penting dari itu semua: kenapa harus membandingkan diri dengan orang lain?

Gym itu bukan soal mengalahkan orang lain. Gym adalah soal mengalahkan versi diri sendiri di masa lalu. Progres kamu adalah milik kamu, bukan milik siapa-siapa.

Dan satu hal lagi yang saya perhatikan belakangan ini — banyak orang yang ingin berotot cepat dengan menghalalkan segala cara. Ini topik yang perlu kita bahas lebih dalam, dan sepertinya akan jadi tulisan berikutnya.

Website Jadi Lebih Cepat

Satu lagi highlight yang lumayan bikin senang: tampilan website ini sudah diperbarui.

Ternyata tampilan sebelumnya cukup lambat setelah saya cek performanya. Sekarang sudah lebih ringan dan lebih cepat. Semoga pengalaman membaca di sini jadi lebih nyaman juga buat kamu.



7 Bulan Tersisa: Masih Ada Waktu

Masih ada tujuh bulan lagi untuk menutup tahun ini dengan baik.

Saya tidak mau larut terlalu lama dalam evaluasi. Yang penting sekarang adalah bergerak — mengejar yang tertinggal, dan mulai berlari lagi.

Dan saya masih yakin akan berhasil. Bukan karena saya luar biasa, tapi karena saya punya sandaran yang tidak pernah mengecewakan: Allah yang Maha Kaya.

takbirr!!

Semoga kamu juga bisa menyelesaikan resolusi tahun ini ya. Masih ada waktu. Jangan menyerah.

Wassalam!

Kalau kamu lagi dalam perjalanan memperbaiki bentuk tubuh dan butuh panduan yang terstruktur, saya membuka jasa Online Personal Trainer. Kita bisa menyusun program latihan dan pola makan yang sesuai dengan kondisi dan tujuan kamu — tanpa harus ketemu langsung. Tertarik? DM saya di Instagram.