Di usia saya sekarang, dimana tidak ingin dipanggil tua, saya menjadi sosok pribadi yang jarang untuk berbicara kepada orang lain. Cukup sapa lewat senyum (yang biasayanya saya paksakan), tanpa perlu mengucapkan sepatah kata dan itu semua akan menjadi hari yang menyenangkan bagi diri saya.
Ada dua toko yang berada tepat di depan gedung apartemen yang saya tinggali saat ini. Tapi, saya lebih memilih untuk berjalan kaki menuju toko lainnya yang bernama Paradise karena di sana ada barang yang dijual dengan harga yang lebih murah ketimbang dua toko yang berada di depan tempat tinggal saya. Kepergian saya ke toko tersebut, toko yang bernama Paradise ini, hanya berdasarkan dua faktor. Pertama, seperti penjelasan saya sebelumnya bahwa toko yang saya datangi menjual produk yang lebih murah. Lalu faktor kedua, banyak jajanan dari negara lain.
Selain faktor yang telah saya sebutkan, saya akan mendeskripsikan dua toko yang berada di depan gedung apartemen saya.
Toko pertama, mereka menjual rokok tetapi selain itu rasanya tidak ada kelebihan yang lainnya jika dibandingkan dengan toko yang ada di sebelahnya. Tempatnya bisa di bilang kecil, dan tentunya barang yang dijualnya tidak lengkap seperti toko yang biasa saya kunjungi. Ditambah juga penjaganya selalu memasang muka masam dan jarang tersenyum. Pernah ada kejadian saya telah menyebutkan barang apa yang ingin saya beli tepat dihadapannya, tapi responnya adalah acuh tak acuh lalu tertawa bersama orang penduduk lokal lainnya sambil mengatakan hal yang tidak enak didengar ke diri saya.
Biasanya penjual ini akan menjaga toko di saat Maghrib, sedangkan untuk di pagi hari sampai sore, toko ini dijaga oleh anaknya. Saya lebih memilih untuk menyambangi toko ini ketika anaknya yang berada di belakang kasir. Dan saya akan memilih untuk mendatangi toko lain jika si bapaknya ini dengan muka masamnya itu yang menjaga toko.
Lalu toko yang kedua. Tempatnya bisa dikatakan jauh lebih luas bahkan jika dibandingkan toko Paradise yang menjual jajanan dari negara lain. Di tempat ini, hampir segala peralatan dapur pun dijual. Kekurangannya adalah terkadang tidak ada yang duduk di belakang kasir, sehingga saya harus mengelilingi toko tersebut untuk menemukan penjualnya. Ditambah lagi, banyak barang yang berada di etalase telah dipenuhi oleh debu. Dan kekurangan terakhir adalah mereka tidak menjual dukhon (baca:rokok).
Ada satu faktor lain yang ada toko kedua ini, yaitu penjaganya terkesan seperti sok akrab. Saya tahu bahwa fikiran seperti itu merupakan hal yang tidak baik. Meskipun saya merupakan pribadi yang tidak suka berbasa-basi dengan orang lain, tapi hal tersebut tidak berlaku dengan orang lain. Saya harus bisa berkompromi dan beradaptasi. Seperti itu lah cara orang dewasa bersikap.
Setelah saya perlahan berhasil untuk beradaptasi, cara memandang saya mulai berbeda. Saya mulai sadar bahwa menyapa orang serta berbasa-basi dengan orang lain itu tidak sepenuhnya menyebalkan. Saya juga mulai mengetahui bahwa pemilik toko kedua ini bernama Abu Said dan dia telah lama tinggal di Malaysia. Sehingga sedikit banyak telah memahami kosa kata Bahasa Indonesia.
Selain sikap Abu Said yang ramah, setelah saya perhatikan lagi saya menyadari bahwa beliau sering bercengkrama dengan mahasiswa Indonesia lainnya serta mahasisiwa Malaysia. Yang epiknya lagi, ketika Abu Said tidak berada di toko, yang melayani pembayaran adalah mahasiswa Indonesia.
Sepertinya sikap saya yang jarang untuk berbasa-basi ke orang lain, serta jarang tersenyum ke orang lain harus segera diubah. Karena seiring waktu saya memperhatikan Abu Said saya menyadari bahwa hidup dengan sikap ramah kepada orang lain lalu tersenyum tanpa dibuat-buat serta menyapa orang lain adalah hal yang dimiliki oleh orang yang menyenangkan. Terlihat dari banyaknya orang Indonesia yang mampir ke toko ini, dibandingkan toko sebelahnya yang pemiliknya jarang tersenyum.
Bahkan beberapa kali di saat saya hendak membayar barang belanjaan, Abu Said sering mengatakan bahwa jika diri saya dihadapkan dengan tidak memiliki uang, saya boleh mengambil barang apapun di toko dan membayarnya di kemudian hari.
Sepertinya peringkat toko Paradise akan digantikan posisinya dengan toko milik Abu Said sebagai toko favorit saya.
