Tips saat melaksanakan umroh backpacker

Beberapa saat yang lalu, gue telah menuliskan tentang pengalaman gue saat pergi umroh backpacker dengan biaya yang minim. Kali ini gue akan memberikan tips, agar umroh backpacker, yang mungkin saja kalian lakukan, akan jauh lebih menyenangkan dan tentunya menekan biaya yang keluar.


Masjid Nabawi


Survey tempat tinggal

Mungkin bagi kebanyakan orang yang berangkat kesini, akan dipilihkan hotel oleh pihak perantara. Tapi sebenarnya kalian bisa memilih hotel yang akan kalian tempati. Biasanya, semakin dekat jarak hotel menuju Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi, biaya yang dikeluarkan akan semakin mahal. Tapi, jika memilih hotel yang terletak agak jauh, biaya hotel tersebut bisa digunakan untuk hal lain. Membeli Hajar Jahanam, ataupun gelang Koka, misalnya.

Tapi, kalau kalian anak sultan, rasanya survey tempat tinggal ini tidak akan berguna. Lebih baik pilih didepan pas pintu menuju Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi.

Semua makanan yang ada di plastik itu adalah makanan hotel


Datang ke hotel bagus saat jam makan

Yang bagus loh ya. Kalau kalian datang ke hotel, yang bentuknya kurang meyakinkan, terlihat dari bangunannya, tips yang ini mungkin tidak akan berguna.

Ini yang biasanya gue lakukan saat umroh backpacker kemarin. Gue akan datang ke hotel, beberapa menit setelah para jamaah disitu telah menyelesaikan hidangan yang tersedia. Ingat ya, makannya setelah jamaah telah menyantap makanan mereka. Bukan saat mereka makan, lalu tanpa dosa, kita ikutan gabung makan. Siap-siap diusir aja, kalau kalian melakukan hal tersebut.

Baca juga: Pengalaman umroh backpaker

Tenang saja, makanan sisa jamaah itu buanyak banget. Dengan omongan santun kepada penjaga kateringnya, kalian bisa memakan makanan tersebut. Bahkan, beberapa kali gue datang seorang diri, tanpa ditemani teman-teman yang lain. Intinya, berperilaku yang santun kepada penjaga kateringnya. Dan bisa jadi, selesai kalian makan, mereka akan memaksa agar kalian membawa sisa makanan yang ada untuk dibawa pulang.

Makanan gratis, kopi susu gratis. Nikmat kali, Jon!!

Mendatangi saat ada yang mengatakan “Sabil”, atau saat melihat antrian didepan tempat makan, yang berada didepan Masjidil Haram

Mereka ini adalah para dermawan, yang akan membagikan makanan gratis. Entah berupa sandwich, ataupun nasi ayam. Oh, dan tentu saja kalian harus sabar untuk mengantri, dan tidak menyelak antrian. Enggak mau kan, orang-orang dari negara lain memandang warga Indonesia mempunyai sifat tidak mau antri?

Disini lah biasanya banyak yang memberikan sabil. Di gedung sebelahnya ada lagi sih, tapi enggak ke foto. 


Pilihlah kendaraan berupa bus umum saat pergi ke miqat.

Saat ingin melakukan umroh, kalian harus mendatangi tempat miqat. Disana kalian akan berniat umroh, serta melaksanakan shalat sunnah dua rakaat. Tentunya, kalian harus menggunakan pakaian ihram.

Jarak dari hotel, yang ada di sekitar kawasan Masjidil Haram menuju tempat Miqat terdekat, yaitu Masjid Aisyah, memakan waktu kisaran setengah jam. Jika menggunakan bus umum, yang berada disebelah Masjidil Haram, akan dikenakan biaya 3 riyal. Sedangkan jika menggunakan taksi, akan memghabiskan kisaran 25-30 riyal, pulang pergi. Itu pun tergantung supir taksir, serta skill kalian saat menawar.

Ini akan menekan pengeluaran dan menjadi umroh murah.

Mengakrabkan diri dengan Tour Leader dari jamaah Indonesia

Selain bisa mendapatkan makanan gratis, jika kalian akrab, atau minimal, kenal dengan Tour leader, kalian bisa ikut rombongannya untuk melakukan city tour. Entah itu city tour di Mekkah ataupun di Madinah. Selain itu, kalian juga dapat penjelasan mengenai tempat-tempat yang kalian kunjungi. Enak, bukan?

Selain itu, mengenal Tour leader dari jamaah juga bisa menguntungkan loh! Terlebih bagi gue, serta rombongan gue yang berangkat dari Mesir menuju Saudi. Hal itu disebabkan, karena kami bisa berjualan ke jamaah Indonesia. Yang biasanya di jual, adalah barang berupa Hajar Jahanam, maupun gelang/tasbih yang terbuat dari Koka. Untuk penjelasan dua barang tersebut, sepertinya lebih baik kalian cari tau sendiri di Google ya. Ehe.

Kalian pun sebenarnya bisa mendapatkan pekerjaan dari para Tour Leader ini. Salah satunya adalah dengan mendorong jamaah menggunakan kursi roda. Tapi, hal ini terlalu riskan untuk dilakukan. Saat gue melaksanakan umroh kemarin, banyak para polisi yang melakukan swiping terhadap orang-orang yang mendorong orang dengan kursi roda. Karena, sebenarnya pekerjaan ini sudah ada petugas resminya. Dan biayanya, jauuuh lebih mahal dibandingkan menggunakan jasa kalian.
Kalau tertangkap, siap-siap saja di deportasi dari Saudi.

Saat menuruni Jabal Rahmah bersama rombongan jamaah orang


Umroh akan semakin nikmat dan tentunya murah.

Baca juga: Nikmatnya bermalam di padang pasir

Bonus tips!

Sebenarnya kalian bisa mendapatkan ‘uang tambahan’ saat berada di Saudi. Selain memberikan jasa kalian, berupa mendorong jamaah menggunakan kursi roda, kalian bisa melakukan hal berupa transaksi barang. Yaitu, menjual rokok Indonesia. Siapa pembelinya? Para pekerja dari Indonesia. Entah itu penjaga katering makanan, ataupun para pekerja dari Indonesia yang melakukan pekerjaan lainnya.

Tapi lagi-lagi, hal ini berbahaya jika kamu lakukan.

**

Tower zam-zam


Hal-hal yang gue tuliskan diatas sejatinya bisa kalian lakukan ataupun tidak. Tapi alangkah baiknya, jika kalian mengingat tujuan kalian datang ke Saudi. Yaitu, untuk beribadah umroh. Jangan menjadikan mencari ‘uang tambahan’ lalu akhirnya terlena, dan tidak semangat melakukan ibadah.
Selamat melaksanakan ibadah umroh!!

1 komentar :

  1. pas baca kalimat "Umroh akan semakin nikmat dan tentunya murah." ketika ketangkep lagi dorong jamaah difable dan dideportasi, kok, maksudnya jadi kebaca: lumayan pulangnya gratis.

    tapi tipsnya mantul ini Ji. pernah denger beberapa saran juga kalo misla umroh, tapi main ke hotel biar dapet makanan sisa ini baru denger di sini. bisa ternyata ya...

    BalasHapus

Biar gue bisa baca blog kalian juga, tolong tinggalkan jejak ya!

My Instagram

Designed By OddThemes | Distributed By Blogger Templates