Jangan lakukan hal ini terhadap orang lain

Seumur-umur, liburan kemarin itu pertama kalinya gue mendatangi sidang temen gue. Mungkin ini akan terasa menjadi cerita biasa bagi kamu yang berkuliah di kampus-kampus yang berada di Indonesia. Tapi, bagi Mahasantri seperti gue yang sedang kuliah di Mesir, hal seperti ini tidak pernah di temui. Perkuliahan di Al-Azhar Mesir untuk para mahasiswa s1, kami tidak ada hal seperti ini. menulis skripsi, sidang, KKN, apa itu?? Bahkan absensi pun juga tidak ada.

Yah, meskipun beberapa kali ada pengumuman tentang persyaratan jumlah presentase absensi untuk memasuki ruang ujian, tapi sepertinya hanya omongan lewat saja.

Kebetulan, kampus temen gue ini berada di daerah Ciputat. Tempat yang selalu mengadakan ujian bagi para calon mahasiswa-mahasiswi yang ingin berkuliah di Timur Tengah. Seperti Mesir, Sudan, ataupun Maroko.

mahasiswa al-azhar mesir


Rasanya seperti membuka memori, saat gue mengikuti ujian di tempat ini beberapa tahun lalu. Selain itu, hal lain yang gue rasakan saat memasuki kampus ini adalah rasa tidak nyaman. Bukan karena gue bisa melihat penampakan setan, tapi karena tatapan mata orang yang tertuju ke arah gue. Apa jangan-jangan, sebenernya yang setan itu adalah gue?

Baca juga: Krim wajah pria Mesir

Sebelum berangkat, gue sempat bertanya ke beberapa temen gue tentang pakaian yang di izinkan untuk digunakan saat memasuki area kampus. Yang satunya mengatakan boleh menggunakan kaus kutang. Dan yang satunya lagi mengatakan, minimal menggunakan kaus kerah.

Jadi, gue pakai baju Wiro Sableng saja.

Enggak lucu, anjay.

Siang hari itu gue berangkat dari rumah mengenakan kemeja slim fit berwarna hitam dengan lengan pendek. Udara Jakarta, selain membuat peluh keringat bagi para pengguna sepeda motor, juga menguji kesabaran para pengendara mobil dengan tingkah laku gila para pengendara motor. Jadi kendaraan apa yang sebaiknya digunakan oleh warga Jakarta?

Saat itu, karena gue enggak tau harus memarkirka motor, jika memasukkannya ke dalam kampus, jadi gue memilih untuk memarkirkan kendaraan di masjid depan kampus. Mencoba memarkirkan kendaraan dengan serapi mungkin. Meletakkan helm di spion sebelah kanan, lalu tanpa sadar jemari tangan menyisir rambut. Oh dan tentu saja tidak lupa membuka jok motor, untuk meletakkan jaket yang di kenakan.



Selain kulit badan gue yang cepat mengeluarkan keringat, gue pun terkadang malu untuk bertanya ke orang lain. Dengan kombinasi dua hal tersebut, siang hari itu, rasanya mantap sekali. Sejak berjalan dari masjid, punggung gue telah mengeluarkan banyak keringat, ditambah lagi, gue engga mengetahui letak fakultas temen gue. Yang bikin menyiksa lagi, ketika gue berjalan dan berpapasan dengan para mahasiswa atau pun mahasiswi, rasanya mata mereka seperti menatap lekat ke arah gue.

“Muka gue mirip preman kali ya?"

“Atau jangan-jangan kemeja gue ini yang kesempitan?”

Segala skenario buruk, semuanya tergambarkan di kepala. Ini lah alasan gue, malas untuk keluar rumah dan datang ke tempat ramai seperti ini. selain hanya bikin pusing, gue merasa energy gue terkuras saat harus berhadapan dengan para orang-orang baru. Meskipun begitu, ada sisi lain yang menyuruh gue untuk pergi ke tempat seperti ini. Alasan yang sering gue gunakan adalah agar bisa memiliki kenalan baru. Agar jaringan pertemanan gue semakin banyak.

Buros kitun!!

Gue berusaha untuk menenangkan diri. Dengan cara mengatakan ke diri sendiri,

"Mereka cuma inget 5 menit. Abis itu lupa pernah liat gue"

Cupu banget memang saya.

Baca jugaDonat Terminal

Tiga kali gue ikutan tes di websitenya 16personalities, semua hasilnya menandakan kalau gue Introvert. Yang gue tau, para orang-orang Introvert itu adalah mereka yang lebih suka di tempat yang sunyi. Ketika datang ke tempat yang ramai, energi mereka akan terkuras. Tapi, bukan berarti para orang Introvert, tidak bisa bergaul. Ini kenapa jadi ngebahas hal ini.

Balik ke cerita...

Saat datang ke kafe, dimana temen gue telah menyelesaikan sidangnya, dia sedang duduk di keliling oleh teman-temannya, gue masih dapat perlakuan yang sama. Semua mata mereka, para teman-temannya, seolah sedang men-scanning badan gue dari ujung rambut sampai sepatu yang gue gunakan. Keringat mulai membasahi kening, serta punggung, dan setelahnya gue hanya diam. Mencoba memperhatikan pembahasan mereka.

Gue masih belum paham, kenapa banyak orang yang suka melakukan ini. Oke, itu lah hak mereka dan seharusnya, hak gue juga untuk tidak peduli dengan perlakuan mereka. Tapi, hey siluman lumba-lumba, antum semua kenapa harus terang-terangan melakukan hal seperti itu?

Duhai antum, para pembaca yang budiman, apakah punya saran untuk menghadapi situasi seperti ini?

10 komentar :

  1. Untuk mengatasi sifat grogi ane biasanya selalu bawa minimal satu temen supaya ga kikuk-kikuk amat :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. harusnya kayak gitu ya
      tapi kebetulan, saat itu emang hari kerja, dan ga ada temen yang bisa diajak buat nemenin

      Hapus
  2. Sepertinya mereka mempunyai asumsi khusus, Ji. secara tampilan, lu kan udah seperti orang arab banget, badan berotot gede lagi, mungkin mereka mengira lu mahasiswa pindahan atau pertukaran yang mungkin gak pernah mereka temui di sana.

    kalo aku yang ngalami hal tersebut, biasanya akan kutanya sekalian (pada temannya temen yang ngumpul itu), apa ada yang aneh di badanku hari itu? soalnya sejak masuk kawasan itu kok orang-orang pada liatin keheranan. biasanya mereka akan ngomong ttg mereka nggak biasa atau apa gitu.

    dan anak2 mahasiswa biasanya emang lebih suka memandang heran orang yang berbeda atau jarang terlihat di kawasannya gitu sih. dua bulan lalu pas main ke UIN aku juga dapat tatapan yang kurang lebih sama. cuma nggak sampe dicanning juga. xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahaha, arab darimananya oy?!

      gue enggak sepede itu sih, buat nanya ke temen-temennya langsung. gue sibuk, ngelap keringet, dan ngipasin badan sendiri. ehe

      iya sih kayaknya
      berarti emang suatu hal yang wajar ya?
      muka gue mirip kriminal mungkin, makanya mereka melihatnya sampai kayak gitu

      Hapus
  3. Kayaknya warga Jakarta itu cocok pake kuda sih.

    Kayaknya lo ini pribadi yang melo ya.

    Kayaknya komen gue isinya kayaknya mulu deh.

    Lah iya bener.

    Eh Ji, waktu gue sama Yoga dan Haw di Perpusna ngobrolin soal mas-mas yang kaki bajunya dimasukin ke celana, itu lo udah gabung belum sih? Nah, gue rasa lo harus kayak mas-mas itu. Pede aja sama diri lo sendiri. Emang, orang-orang itu akan kaget, syok, atau melirik lebih lama ke sesuatu yang jarang mereka temui, tapi terus habis itu ya udah. Mereka akan kembali ke aktivitas mereka masing-masing dan lo akan hilang dari ingatan mereka. Jadi, sama kayak kesimpulan obrolan sama Yoga dan Haw itu: fuck them! Wear what you like to wear, and dont give a fuck. Never!

    Btw, di Mesir sekarang lagi rame apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tumben komentar gue panjang banget. Biasanya juga cuman: Hm. OK.

      Hapus
    2. udah kok, saat ngeliat cowo yang memasukkan bajunya ke celana itu kan?
      iya, harusnya emang gue cuek aja, dan enggak memperdulikan tatapan orang lain.
      masih cupu aja nih, sultan.
      ampun

      Hapus
  4. Bentar. Ini tuh kamu yang "merasa" diperhatikan sedemikian rupa, atau emang faktanya bener diperhatikan orang?

    Karena beberapa orang suka sekadar merasa merasa doang, padahal mah sebenernya orang2 yang ngelihat atau ngelirik ya mereka lihat secara biasa aja gitu Ji. Apalagi kamu ngerasa introvert dan gak pede, mungkin aja kan orang2 lirikannya biasa aja, tapi sebenernya cuma kamu yg ngerasa "gak enak gitu" ........

    Ya ampon kamu ngerti gak aku komen apaan hahahahahahahahaha maaf ><

    BalasHapus
    Balasan
    1. faktanya emang beneran diliatin kok, sya.
      mereka ketangkep basah sedang ngeliatin.

      iya sih, mungkin mereka ngelirik biasa aja. tapi kalo banyak yang ngelirik, jdi ga enak juga uy gue nya

      hiyaaaaaa
      ngerti kok

      Hapus

Biar gue bisa baca blog kalian juga, tolong tinggalkan jejak ya!

My Instagram

Copyright © Mahasantri.. Blogger Templates Designed by OddThemes