Terkadang dalam diri Ane sangat menginginkan untuk menulis suatu kejadian yang sedang ramai dibahas oleh orang lain. Rasanya mungkin akan terasa menyenangkan jika mendapati blog Ane berada di halaman depan di mesin pencarian seperti teman-teman blogger senior lainnya. Tapi karena tujuan awal dari menulis blog bukan untuk seperti itu, jadi enggak terealisasikan sampai sekarang.
Tulisan ini harusnya di publish beberapa minggu yang lalu. Ketika sedang trending di segala sosial media, sebelum acara debat capres dimulai, ketika Firaun masih hidup, kelamaan itu nyet. Momentnya pas, dan siapa tau banyak yang mampir ke blog ini, kan?  
10 years challange bagi Ane, mungkin terasa menyenangkan. 10 tahun lalu masih menjadi salah satu santri yang berkeinginan kuliah di luar negri terutama di Mesir, karena cerita dari para ustad yang mengatakan bahwa kuliah di Al-Azhar Mesir itu enggak ada absensi. Kalau kuliah di Mesir bisa berfoto didepan Piramid. Kalau kuliah di Mesir bisa lancar ngobrol sama unta.
https://giphy.com
Emm... Mon maap, masnya coba banyakin dzikir ya. Kayaknya udah mulai gila
Tetapi ada beberapa hal yang lebih Ane sukai di 10 tahun yang lalu. Meskipun saat itu Ane masih di pondok dan setiap harinya lebih sering di isi dengan acara lari-lari, dari asrama ke kelas, asrama ke masjid, asrama ke dapur.
Saat itu hal yang Ane takuti hanya ketahuan melakukan kesalahan oleh bagian keamanan serta staff pengasuhan santri.  Catatan kesalahan yang Ane lakukan di pondok bisa dibilang lumayan bagus, karena baru ketahuan dan di hukum saat Ane kelas 2 SMA. Dari kelas 1 SMP sampai 1 SMA Ane bersih dari segala hukuman.
Pernah suatu kali Ane mencoba untuk melanggar peraturan berat pondok, yang kalau ketahuan hukumanya bisa berupa diusir selamanya dari pondok, kabur dari pondok lalu pulang ke Jakarta. Tapi sepanjang perjalanan bukannya mendapatkan hal yang menyenangkan malah hal-hal yang menyesakkan hati kalau diingat. Kalau penasaran, bisa klik ini ya!
Bertambahnya umur seseorang, ternyata enggak ada jaminan membuat pola fikirnya berubah menjadi dewasa. Yang paling menyebalkan, karena terlalu fokus dengan hal yang ditakuti, sampai membuat diri Ane lupa untuk bersyukur.
Setiap orang punya kisahnya masing-masing. Perubahannya bisa berupa dari lingkungannya, statusnya, sifatnya, dan masih banyak lagi. Kalau Ane sendiri, mungkin perubahan yang terasa adalah dari segi pola fikir serta muka yang mulai berubah menyerupai topeng barongsai.
Mindset bodoh yang sekarang ini sering Ane terapkan sehari-hari adalah mental takut akan berbagai banyak hal, sampai akhirnya lupa bersyukur atas nikmat yang telah diberikan, serta lalai dalam beribadah. Ane kira selama ini untuk berfikiran positif itu adalah suatu hal yang mudah, ternyata enggak loh. Pantes buku-buku motivasi masih laris manis di toko-toko buku.
Mungkin ucapan yang akan keluar di diri Ane 10 tahun lalu setelah melihat diri Ane yang sekarang adalah sebuah ungkapan kebahagiaan karena mimpinya dulu untuk berkuliah di Mesir bisa terwujud. Wajar saja, karena di pondok pesantren dulu, Ane merupakan salah satu santri yang di cap ganteng.
Ehehehe
Eheheh
Ehehe
Eheh
Ehe
Eh
E
Enggak nyambung, Nyet
Cubit juga nih ginjalnya
Hal itu juga yang ingin Ane rasakan saat sepuluh tahun nanti. Ucapan rasa bangga akan perjuangan yang Ane lakukan di masa sekarang ini. Dari buku-buku yang dibaca, pola fikir, pergaulan dengan teman-teman, serta prilaku harus dirubah, supaya di masa depan nanti bisa jadi lebih ganteng.
Gue gampar nih ya
Supaya masa depan nanti bisa tersenyum bahagia dong. Yha kan. Enggak usah emosi dong.
Tinggal di rumah yang tidak terlalu besar tetapi nyaman dan ditemani oleh pasangan, mengajarkan cara membaca Al-Quran dengan baik ke anak-anak kecil, serta mencontohkan bahwa Islam agama yang mengajarkan saling menyayangi sesama orang lain, mempunyai warung makan kecil dengan menu makanan khas, masih bisa menulis serta olahraga setiap harinya, dan semoga Naif masih mengeluarkan album baru lagi.
https://giphy.com
Khayalan babu syekali.
Tetapi kita semua mempunyai jalan hidup yang berbeda, jadi kenapa hanya memikirkan satu jalan?