Banyak hal yang bisa dibanggakan ketika datang untuk pertama kalinya ke Negri Mesir. Entah itu karena banyaknya para Masayikh yang setiap harinya mengadakan pengajian tanpa dipungut biaya. Terdapat keajaiban dunia berupa Piramida yang sangat besar bentuknya dari ratusan tahun sebelumnya. Dan keramahan orang-orangnya.

Suatu kali, ane pernah dengar pembicaraan senior tentang sifat orang-orang Mesir. Mereka beranggapan bahwa sejatinya penduduk disini berasal dari keturunan orang-orang besar. Ketika orang Mesir melakukan kebaikan, itu berasal dari sifat nabi Musa. Dan kalau kebalikannya, dia melakukan perbuat keji, itu berasal dari Firaun. Penguasa Mesir yang menyamakan dirinya sendiri layaknya Tuhan. Ada kok sebuah bangunan yang menggambarkan hal itu. pernah ane tulis juga tahun kemarin. Bisa baca disini ya.
Tapi kalo yang ane tau, segala hal baik berasal dari Tuhan, dan segala hal buruk terjadi atas perilaku manusia.
Banyak hal-hal baik yang sering dilakukan oleh orang-orang sini terhadap warga asing, semisal memberikan makanan sebulan penuh saat bulan puasa secara cuma-cuma. Para masayikh yang sering memberikan buku gratis ketika di pengajian. Dan masih banyak kebaikan lain yang dilakukan oleh orang Mesir.

https://giphy.com

Oh, sebagai catatan. Di tulisan ini ane membahas orang-orang Kairo, karena waktu ane lebih banyak dihabiskan di sudut kota Kairo, bukan di daerah lain.

Walaupun begitu, sebagian kecil dari mereka ada saja yang melakukan hal-hal menyebalkan. Tapi yang lebih menyebalkan dari hal itu adalah para orang-orang Asia yang enggak berani untuk menanggapi perlakuan tersebut.
Entah mungkin karena faktor fisik orang Asia yang kalah tinggi dengan orang Mesir, sehingga takut untuk merespon perlakuan mereka. Atau karena mungkin memang orang Asia yang mencintai kedamaian. Atau ada kemungkinan-kemungkinan lain. Entahlah.
Hal ini mungkin lebih sering terjadi terhadap para mahasiswa-mahasiswi baru, yang mungkin kekurangan kosa kata dan terkadang membuat mereka bingung untuk merespon perbuatan menyebalkan dari orang Mesir. Tapi bagi orang-orang yang tinggal setahun atau dua tahun disini, sudah maklum dan berani-berani saja untuk melawan.
 Kalau enggak bersalah, kenapa harus takut. Lawan aja.
Sepertinya selama tinggal disini, membuat pribadi ane serta mungkin kawan-kawan ane yang lainnya untuk enggak takut untuk menghadapi orang asing. Dulu saat melihat orang luar negri yang berlibur di Jakarta, ane beranggapan bahwa diri ane itu berbeda kasta dengan mereka. Tapi sekarang sih jadi,
“Mohon maap nih ya. Tapi kelakuan orang luar negri yang buruk, ya ada aja bos!”
Enggak usah takut, kan punya Tuhan. Diperlakukan semena-mena ee waka-waka ee sama orang lain itu enggak enak. 
Tapi karena hal ini, ane malah sering berfikiran negatif setiap bertemu orang-orang sini. Mulai jarang tersenyum saat berpapasan dengan orang. Padahal sejatinya, orang baik itu jumlahnya lebih banyak. Ketimbang dengan yang berlakukan buruk.
Kalo kata nyokap sih,
"Terus berbuat baik ke semua orang, mas. Kalau dibalas baik juga, syukur. Kalau malah diperlakukan sebaliknya, ya enggak apa-apa. Itu urusannya dengan Allah. Kamu harus berbuat baik, dosa kamu banyak, mas. Kayak bikin mamah teriak tiap pagi karena handuk kamu diatas kasur" 
 Jadi, jangan pernah takut untuk menjadi orang baik.

Betul tidaa jamaa?