Makin bertambahnya umur, sepertinya ane lebih bahagia dengan enggak mengetahui segala sesuatu yang ada. Aneh ya? Tapi dengan itu, hidup terasa semakin damai, dibecandain karena kurang update dengan kabar baru pun sepertinya biasa aja. Ya intinya hidup serasa jauh lebih nyaman dengan enggak mengetahui segala sesuatu yang baru.
Biasanya hal-hal seperti ini sudah berlangsung ketika ane masih tinggal di pondok pesantren. Pelajaran-pelajaran yang diajarkan oleh para ustad, pertama akan membuat diri ane bahagia akan sesuatu yang sebelumnya enggak ane ketahui. Kemudian seiring berjalannya waktu, hati kecil ane akan berkata,
“Duh elah. Mau ngelakuin ini, hukumnya enggak boleh dilakukan. Fak”
Biasanya perkataan ini muncul ketika ingin nge-ghibah-in orang lain, melihat lawan jenis lama-lama, menato punggung dengan gambar Majin Buu.
https://giphy.com
Kalau yang terakhir, lebih ke enggak punya uang nya sih. Ehe. Dan takut enggak dianggap anak lagi sama orangtua.
**
Sekarang ini ane sudah cukup mengenal diri sendiri. Lumayan. Sepertinya. Yah, se-enggaknya lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kalau dulu ane terlalu overthinking, mudah cepat marah, dan mudah cepat merasa lapar, perlahan sudah mulai bisa dikurang-kurangi. Mulai mencintai diri sendiri dan berdamai dengan diri sendiri. Bahkan, mulai sadar dengan kelemahan yang dipunya serta solusi untuk enggak menunjukan hal tersebut.
Hal kayak gini bisa disombongin enggak sih?
Keseringan self diagnosis  kayak gini, lama-lama bisa bikin ane gila kayaknya.
Sama seperti kasus bulan lalu.
Hampir setiap malam ane selalu disibukkan dengan kegiatan olahraga di gym, setelah siang hari mengikuti kegiatan lain. Entah itu tidur ataupun nonton film serial. Mahasiswa teladan banget kan?! Sebetulnya kalo boleh milih, rasanya lebih ingin bermain basket ataupun futsal bareng temen-temen yang lain. Tapi karena setiap orang memiliki kesibukannya masing-masing, jadi ane lebih memilih untuk berolahraga angkat beban. Bisa dilakukan sendiri, dan enggak butuh orang banyak. Enggak seperti futsal ataupun basket.
Tapi setelah beberapa kali di ikutin sama satu orang Mesir di gym, rada serem juga sebenernya.
Mungkin ini adalah alasan paling masuk akal, kenapa perut buncit ane perlahan bisa menyusut. Dan celana yang sempit saat dipakai sekarang mulai normal kembali. Olahraga serta mengurangi cemilan. Dua kunci penting supaya bisa menurunkan berat badan.
Patah hati enggak bikin perut ane jadi tipis juga sih.
Tapi karena rasa peduli yang ditunjukkan oleh temen-temen rumah karena ane jarang makan bareng. Mereka menyarankan untuk membeli roti yang berada tepat didepan terminal bis, disamping masjid Ja’fary.
Menurut temen-temen yang sering membeli disini, katanya sih enak. Selain enak, harganya pun juga murah. Rasa coklatnya lebih terasa dibandingkan toko roti yang biasanya ada dipinggir jalan. Katanya.
Setelah sholat Jum’at ane mencoba membeli beberapa pilihan roti yang ada. Rasa keju yang hanya terasa setengah dari ukuran rotinya, kemudian roti yang berlumurkan gula walaupun rasanya enggak manis, donat yang ukurannya berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Sebenernya enggak ada yang spesial dari toko roti ini.
Tapi diantara macam-macam roti yang ane sebutkan, donat rasa coklat lah yang jadi makanan favorit ane setiap melewati toko ini.
https://giphy.com
Selain mengakibatkan uang bulanan yang cepat habis, rasanya ane mulai kecanduan dengan donat coklat terminal. Ane akan selalu melewati toko roti ini karena memang posisinya yang berada tepat didepan terminal bis.
Sekarang ane mulai menyesal dengan saran teman-teman rumah untuk mencoba toko roti depan terminal ini. Dan sekarang hati kecil ane akan berkata,
“Donat sialan. Harusnya ane enggak perlu nyoba toko roti disini”