Hidup ane layaknya seperti orang lain. Penuh dengan kepura-puraan. Pura-pura merasa bahagia, walaupun sebetulnya sedang sakit hati. Pura-pura bilang ‘sehat kok’ ketika ditanya orangtua, supaya mereka enggak khawatir.
Mungkin karena dulu dibesarkan jauh dari orangtua, dan juga jarang mendapatkan pujian, jadi terasa aneh saja kalau mendapati temen sendiri memuji diri ane. Setiap pujian yang datang, akan selalu dijawab,
“Apaan dah, lebay banget lu nying”
Padahal jauh di dalam hati, tersenyum bahagia dengan pujian yang diberikan oleh orang lain.
Hakikatnya manusia itu senang dipuji, lebih suka didengarkan dan tidak suka diremehkan. Dari buku yang ane baca sih seperti itu. Jadi walaupun menyangkal ‘Gue enggak gila pujian kok’ sebetulnya senang-senang saja jika mendapatkan pujian tulus dari orang lain.
Betul tida jamaa?
**
Sekarang ini sejujurnya ane mau mulai membiasakan untuk menulis blog lagi. Setiap sabtu akan selalu ane usahakan untuk memposting tulisan baru. Meskipun dibilang sampah, yah sedih sih. Tapi masa bodo lah, kan orang-orang berhak mengemukakan pendapatnya.
Kalau nanya tujuan dari menulis untuk apa, sejujurnya selalu berubah-rubah. Tapi yang ane tau, salah satu hal yang bisa membuat diri ini bahagia adalah dengan menulis seperti ini dan siapa tau bisa bermanfaat bagi orang lain. Walaupun enggak yakin bisa bermanfaat juga sih. Dan kalau pun bisa jadi cuan, tambah hepi lagi!
Flashback di tahun 2012, saat itu gue kesetanan untuk meng-update blog hampir setiap hari. Entah tulisannya, ataupun template blog yang digunakan. Tepatnya saat gue baru saja lulus dari pondok, dan sedang masa pengabdian. Hampir setiap hari, naik sepeda untuk bisa pergi ke warnet terdekat. Yang paling dekat pun juga jaraknya lumayan, sekitar 7km mungkin(?)
Saat itu, ane mencoba menulis sebuah cerita pendek, pertama kalinya, yang nantinya akan dijadikan buku antalogi. Kumpulan dari cerita-cerita yang dibuat oleh para anggota grup Blogger. Lumayan berkecil hati melihat saingannya adalah teman-teman grup blogger yang sering ane kunjungi blognya. Dan tulisannya selalu enak dibaca. Tapi memang dasarnya ane enggak berfikir panjang, jadi coba aja. Nothing to lose. Kalau pun enggak lolos, senggaknya gue pernah ikutan hal semacam ini.
Gimana pemirsa, udah cocok jadi anak Jaksel belom nih?
Dari 51 tulisan yang dikirim oleh para anggota grup, hanya 12 tulisan masuk dalam buku dan dicetak. Alhamduillah tulisan ane berhasil lolos sampai ke 12 penulis tersebut. Kalau mau baca cerita selengkapnya disini ya.
https://www.amazon.com/

Saat mengetahui bahwa tulisan ane lolos, ane hanya bisa teriak-teriak dalam hati. Masih enggak menyangkan dengan hal ini. AHEY!!!
**
Di saat bosan dengan kegiatan menulis, ane iseng mengetikan judul buku antalogi tersebut di kolom pencarian Google. Mata ane teralihkan oleh sebuah gambar dengan tulisan “Review buku Asam Manis Cinta”. Saat mouse ane arahkan, muncul sebuah video di tab selanjutnya. 
Ini pas gue cek lagi, kok udah enggak ada ya videonya. FAK!
Tapi kemarin sempat ada rekamannya sih,

Ane ceritain aja lah ya.
Sosok manusia berkacamata ini, entah siapa namanya, sedang asyik me-review buku antalogi Asam Manis Cinta. Dia menceritakan bagaimana menemukan buku tersebut di tahun 2017. Padahal sudah tidak ada cetakan selanjutnya dari buku ini.
Sampai pada akhirnya, dia menyebutkan tulisan favorit menurut dia sebelum video berakhir. Dan tebak siapakah ituu...
TULISAN GUE COY!!
Tulisan ane. Goks ya.
Biasa aja, Jamal
Dari sekian tulisan bagus yang ada didalam buku, tulisan ane lah yang disebut sebagai cerita favoritnya. Terlepas dari kebenaran dia yang memang benar suka tulisan ane ataupun tidak, yang bisa ane rasakan adalah rasa kebahagian saat karya yang telah dibuat diberikan sebuah pujian ataupun. Ketika mulai jenuh untuk nge-blog, eh ketemu penyemangat seperti ini.
Tapi kalau dilihat dari wajahnya, orang ini memang tulus sih.
Syukron katsiran, masee!!
Sekarang ane mulai sadar, sekecil apapun bentuk penghargaan yang diberikan oleh seseorang, bisa berpengaruh besar terhadap orang lain. Begitu juga dengan hinaan. Banyak kasus yang bermula dari sebuah hinaan yang dianggap becandaan, menjadi sebuah alasan untuk seseorang minder, depresi dan mulai enggak percaya dengan dirinya sendiri. Bahkan yang lebih parah sampai melakukan percobaa bunuh diri.
Karena si mas-mas berkacamata ini lah akhirnya ane mulai rutin lagi nge-blog. LOVE YOU, MEN!!
Postingan ini bukan menyuruh orang-orang agar menjadi gila akan sekedar pujian, tapi hanya mengingatkan bahwa pujian yang diberikan ke orang lain itu sangat berarti bagi orang tersebut. Jadi, sudah mulai tertarik untuk memberikan pujian untuk orang lain, ketimbang merendahkan orang lain?