Berharganya sebuah penghargaan

Saturday, September 15, 2018


Hidup ane layaknya seperti orang lain. Penuh dengan kepura-puraan. Pura-pura merasa bahagia, walaupun sebetulnya sedang sakit hati. Pura-pura bilang ‘sehat kok’ ketika ditanya orangtua, supaya mereka enggak khawatir.
Mungkin karena dulu dibesarkan jauh dari orangtua, dan juga jarang mendapatkan pujian, jadi terasa aneh saja kalau mendapati temen sendiri memuji diri ane. Setiap pujian yang datang, akan selalu dijawab,
“Apaan dah, lebay banget lu nying”
Padahal jauh di dalam hati, tersenyum bahagia dengan pujian yang diberikan oleh orang lain.
Hakikatnya manusia itu senang dipuji, lebih suka didengarkan dan tidak suka diremehkan. Dari buku yang ane baca sih seperti itu. Jadi walaupun menyangkal ‘Gue enggak gila pujian kok’ sebetulnya senang-senang saja jika mendapatkan pujian tulus dari orang lain.
Betul tida jamaa?
**
Sekarang ini sejujurnya ane mau mulai membiasakan untuk menulis blog lagi. Setiap sabtu akan selalu ane usahakan untuk memposting tulisan baru. Meskipun dibilang sampah, yah sedih sih. Tapi masa bodo lah, kan orang-orang berhak mengemukakan pendapatnya.
Kalau nanya tujuan dari menulis untuk apa, sejujurnya selalu berubah-rubah. Tapi yang ane tau, salah satu hal yang bisa membuat diri ini bahagia adalah dengan menulis seperti ini dan siapa tau bisa bermanfaat bagi orang lain. Walaupun enggak yakin bisa bermanfaat juga sih. Dan kalau pun bisa jadi cuan, tambah hepi lagi!
Flashback di tahun 2012, saat itu gue kesetanan untuk meng-update blog hampir setiap hari. Entah tulisannya, ataupun template blog yang digunakan. Tepatnya saat gue baru saja lulus dari pondok, dan sedang masa pengabdian. Hampir setiap hari, naik sepeda untuk bisa pergi ke warnet terdekat. Yang paling dekat pun juga jaraknya lumayan, sekitar 7km mungkin(?)
Saat itu, ane mencoba menulis sebuah cerita pendek, pertama kalinya, yang nantinya akan dijadikan buku antalogi. Kumpulan dari cerita-cerita yang dibuat oleh para anggota grup Blogger. Lumayan berkecil hati melihat saingannya adalah teman-teman grup blogger yang sering ane kunjungi blognya. Dan tulisannya selalu enak dibaca. Tapi memang dasarnya ane enggak berfikir panjang, jadi coba aja. Nothing to lose. Kalau pun enggak lolos, senggaknya gue pernah ikutan hal semacam ini.
Gimana pemirsa, udah cocok jadi anak Jaksel belom nih?
Dari 51 tulisan yang dikirim oleh para anggota grup, hanya 12 tulisan masuk dalam buku dan dicetak. Alhamduillah tulisan ane berhasil lolos sampai ke 12 penulis tersebut. Kalau mau baca cerita selengkapnya disini ya.
https://www.amazon.com/

Saat mengetahui bahwa tulisan ane lolos, ane hanya bisa teriak-teriak dalam hati. Masih enggak menyangkan dengan hal ini. AHEY!!!
**
Di saat bosan dengan kegiatan menulis, ane iseng mengetikan judul buku antalogi tersebut di kolom pencarian Google. Mata ane teralihkan oleh sebuah gambar dengan tulisan “Review buku Asam Manis Cinta”. Saat mouse ane arahkan, muncul sebuah video di tab selanjutnya. 
Ini pas gue cek lagi, kok udah enggak ada ya videonya. FAK!
Tapi kemarin sempat ada rekamannya sih,

Ane ceritain aja lah ya.
Sosok manusia berkacamata ini, entah siapa namanya, sedang asyik me-review buku antalogi Asam Manis Cinta. Dia menceritakan bagaimana menemukan buku tersebut di tahun 2017. Padahal sudah tidak ada cetakan selanjutnya dari buku ini.
Sampai pada akhirnya, dia menyebutkan tulisan favorit menurut dia sebelum video berakhir. Dan tebak siapakah ituu...
TULISAN GUE COY!!
Tulisan ane. Goks ya.
Biasa aja, Jamal
Dari sekian tulisan bagus yang ada didalam buku, tulisan ane lah yang disebut sebagai cerita favoritnya. Terlepas dari kebenaran dia yang memang benar suka tulisan ane ataupun tidak, yang bisa ane rasakan adalah rasa kebahagian saat karya yang telah dibuat diberikan sebuah pujian ataupun. Ketika mulai jenuh untuk nge-blog, eh ketemu penyemangat seperti ini.
Tapi kalau dilihat dari wajahnya, orang ini memang tulus sih.
Syukron katsiran, masee!!
Sekarang ane mulai sadar, sekecil apapun bentuk penghargaan yang diberikan oleh seseorang, bisa berpengaruh besar terhadap orang lain. Begitu juga dengan hinaan. Banyak kasus yang bermula dari sebuah hinaan yang dianggap becandaan, menjadi sebuah alasan untuk seseorang minder, depresi dan mulai enggak percaya dengan dirinya sendiri. Bahkan yang lebih parah sampai melakukan percobaa bunuh diri.
Karena si mas-mas berkacamata ini lah akhirnya ane mulai rutin lagi nge-blog. LOVE YOU, MEN!!
Postingan ini bukan menyuruh orang-orang agar menjadi gila akan sekedar pujian, tapi hanya mengingatkan bahwa pujian yang diberikan ke orang lain itu sangat berarti bagi orang tersebut. Jadi, sudah mulai tertarik untuk memberikan pujian untuk orang lain, ketimbang merendahkan orang lain?

You Might Also Like

23 komentar

  1. Wih mantap ada yg suka sama tulisannya
    Mantap mas ee

    Jangan kan mas ee
    Saya j ada yg kangen sama postingan saya di blog, seneng
    Apalagi yang kangennya itu cewek
    Wah jangan2 bukan kangen postingannya tapi kangen orangnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue juga mau kalo kayak gtu, nik

      Ehehehe

      Delete
  2. Banyak hal seru yang bisa diangkat ke Ghibah. Doni mana Doni?! Tolong ini diwawancara. XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti blog gue penuh akan ghibah dong huhu

      Delete
    2. Gak apa-apa ghibah, Mas. Judulnya aja, tapi isinya yang positif, yang sekiranya bisa menambah energy untuk terus berbagi dan menginspirasi lewat tulisan :)

      Ayo di list..hehe

      Delete
    3. jangan, gip

      ga bakalan ngefek kalo gue yang dijadiin bahasan diacara ghibah.

      Delete
  3. Sekarang komunitas Blogger Energy udah gak seaktif dulu ya? Padahal gabung ke situ bikin pengunjung blog naik drastis haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. para rangersnya telah sibuk dengan kehidupannya masing-masing uy

      Delete
  4. wah sesuatu ya...barakallah ya...
    semoga semakin produktif nulis ya, bagi bagi ilmunya dari Al azhar biar kita di indo bisa menikmatinya lewat monitor.
    anyway salam kenal yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiiin
      semoga bisa berbagi juga ya, kalaupun bukan suatu ilmu, senggaknya bukan hal yang menyesatkan lah ya.

      salam kenal!!

      Delete
  5. Salah fokus sama kutu yang jalan2 masa :(
    Oke sekarang fokus beneran hahaha. Iya sama kok, meskipun kalo kita dipuji agak jaim-jaim gimana gitu, berusaha menunjukkan ekspresi sebiasa mungkin, tapi dari lubuk hati paling dalam pasti ada rasa seneng. Aku juga baru-baru ini mulai nulis di blog lagi, setelah beberapa bulan sibuk dengan urusan dunia nyata wkwk semoga makin semangat nulisnya!

    ReplyDelete
  6. Kayaknya semua orang kalau dapet pujian, ekspresinya bakal begini semua ya? Malu-malu cuek gitu, padahal di dalem hati juga seneng banget pas denger pujian itu. Tapi pernah ngrasa gini nggak :"karena sering dpt pujian yang kurang lebih *kata-kata*nya sama, kita nanggepinya bener-bener biasa aja gitu". ---->INI AKU PERNAH NGALAMIN BEGINI MASALAHNYA XD

    Memang, hal-hal sederhana macam dapet pujian dari pembaca tulisan kita di blog / buku, bisa jadi semangat kita buat ngeblog muncul lagi. Berarti tulisan kita bisa bermanfaat buat mereka yang baca.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu dia. gue juga sering, ngerasanya jadi kayak 'nih orang beneran muji atau sekedar basa-basi doang sih?'

      uuunnch

      Delete
  7. kayanya kita samaan mas, gue baru lulus dari pondok dan mulai menyambah dunia blogging abis gitu tau sendiri kan ketika seorang pemula menulis, dia akan kecanduan sampe nulis tiap hari meskipun tulisannya masih bisa dibilang nyampah dan itulah gue wkwk. Btw congrats bahasa jaksel sama penghargaannya haha.
    Eniwey semoga blogger energy makin aktif kek dulu-dulu..
    nice post!

    ReplyDelete
    Replies
    1. wih anak pondok juga
      *toss

      nah itu semangat nulisnya harus bisa bertahan lama tuh, jangan bentar doang.
      semoga yaa. hahah

      Delete
  8. Setuju, Mas. Bagus dijadwal gitu. Aku sendiri menjadwalkan setiap Jum'at. Ya, walaupun terkadang ngaret karena suatu hal. Tapi gpp lah, daripada gak nulis sama sekali..he

    Yang penting nulis aja ya, Mas.
    Begitupun aku, nulis diary tentang keseharian, yang udah aku alami. Baik jalan2, kuliner bahkan disaat diam pun bisa dituliskan. Karena diam bukan berarti pikirannya juga diam..haha

    Wah sesuatu banget ya, Mas. Apalagi bisa ketemu langsung tuh sama orang yang review langsung keren ya. Tapi kok lihat videonya miring2, Mas..he

    Memang seneng sih, Mas kalau dapet pujian gitu. Apalagi bisa menambah semangat untuk menulis lagi. Aku pernah ngalamin juga, dimana bukuku isinya full diary kuliah kerja lapangan, yang di terbitkan tahun 2016. Dan saat ini sudah gak di cetak lagi. Waktu itu dibeli temen SMP, yang sudah dari 2009 sampe awal 2018 gak pernah ketemu.

    Dan ternyata dia kerja ke Taiwan, bukuku itu selalu dia bawa terlebih kalau lagi jalan-jalan pas libur kerja. Katanya buat nemenin jalan2nya, lucu dsb...
    Biasa sih, tapi bagi aku yang nulis seneng. Jadi nambah energy nulis lagi.

    Semoga terus berkarya lewat tulsian ya, Mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini kita enggak perlu sampe berpelukan kan, di
      eheheh

      gue malah ngeusahain buat setiap hari nulis sih. ya walaupun kadang diserang rasa males juga sih. senggaknya setiap sabtu harus posting tulisan.

      siap!!!
      waa intaa kadzaa!!

      Delete
  9. Wihiiii! Congrats ya! Keren emang sih. Hueeheheh. Kalo udah balik ketemu lagi dong kita! Kayaknya baru sekali ketemu nggak sih pas di TIM itu (?)

    ReplyDelete
    Replies
    1. syukron senpai
      *salim

      yg di TIM aja sebenernya baru ngeh pas mau pulang malah
      ehehe

      Delete
  10. Mantap, Zi. Karena mas-mas berkacamata itu lu jadi semangat ngeblog akhir-akhir ini. Walaupun agak aneh, tapi masa semangat timbulnya disebabkan oleh perempuan (lawan jenis) doang? Dari siapa pun bisa. Orang tua terutama. Hahaha.

    Sebuah pujian meskipun kalau terbuai bisa menjadi ujian, tapi hal itu sering membuat diri kita menjadi sedikit lebih baik. Jadi inget sama orang-orang yang suka sama tulisan di e-book. Diri sendiri terutama saat ini dan ke depannya pasti bilang itu jelek. Namun, ada aja yang terhibur atau bisa melihat sisi bagusnya. Harus lebih menghargai apa yang gue bikin. Lalu, belajar membuat yang lebih bagus. :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu, meskipun dapet pujian jangan sampai terbuai dan berpuas diri. harus lebih lagi dan lagi.
      bener ga?

      Delete
  11. Pas seleski tulisan itu seharusnya aku ikutan. Jadi nyesal sendiri. Kalo BE ngadain kayak gitu lagi, ngga akan kelewatan dah. Meskipun BE udah gak seaktif dulu.

    Kalo aku sih, ngga perlu dihargai. Diapresiasi aja udah cukup. :)

    ReplyDelete

Eettt..... Mau kemana?
Komen dulu dong okeee :))

Community