Ketika ke luar rumah dengan menggunakan jaket tebal, udara di luar malah memberikan hal yang sebaliknya. Matahari seolah sedang bercanda pada makhluk bumi, begitu juga dengan angin yang semestinya bertiup kencang, tapi untuk saat ini malah anteng-anteng saja.
Hmm...
Apakah matahari dan angin mempunyai topeng layaknya manusia ya?
Terkadang gue masih nggak mengerti dengan sikap orang-orang. Pemandangan yang gue biasa temui juga, mengatakan seperti itu. Sahabat gue yang sejatinya suka teriak-teriak kalo berbicara, bisa menjadi sosok anggun didepan orang yang baru dia temui. Seperti ingin menunjukan sifat lainnya, menampakkan sikap yang berbeda saat bertemu orang baru. Seolah sahabat gue ingin memberi kesan kepada orang baru itu, bahwa dia adalah sosok wanita anggun, sosok yang penuh dengan senyum, sosok yang selalu riang. Emangnya harus seperti itu ya?
Sama seperti sahabat gue, teman gue yang lainnya pun sering bersikap seperti itu. Diluar lingkaran teman-teman dekatnya, dia berubah seperti sosok lelaki yang baik hati, tenang, ringan membantu, bersikap layaknya cowo idaman bagi gadis-gadis diluar sana. Padahal sejatinya? Omongannya terkadang seperti sebilah pisau, hanya menyakiti perasaan orang. Mungkin dalam fikirannya hanya sebuah candaan, tapi apa memang harus sekeji itu ya?
Tapi kalo kata ustad gue di pondok dulu sih,
“Zi, kalo kamu ingin merubah orang lain, coba bicara dengannya baik-baik. Kalo tidak bisa, coba gunakan tangan kamu untuk memperingatinya. Tetapi, kalo memang sudah tidak bisa, biarkan saja. Itu urasan dia dengan Allah. Kamu cukup doain aja, supaya sifat dia yang seperti itu bisa berubah”
Hmm...
Ustad gue bener kayaknya.
Sepertinya zaman sekarang candaannya kurang asik, karena isinya hanya berupa hinaan. Toh, kalo pun dicandaain balik dia malah marah-marah, bahkan ada juga yang sampai mengancam. Mbok ya to, kalo dibecandain balik nggak usah marah-marah juga sih.
Emangnya asik ya, menertawakan orang lain dengan hinaan?
**
Yah, tapi itu hanya menurut pandangan gue aja sih. Gue juga masih jauh banget dari kata orang baik, tapi nggak salah juga kan, kalo saling memperingati?
Hmm...
Kayaknya itu aja sih curhatannya kali ini.

Ehehe