Banyaknya aktifitas di Mesir, tidak bisa menahan rasa rindu gue dengan kampung halaman. Disela-sela kesibukan, ada aja hal-hal yang bikin kangen dengan suasana di Indonesia. Berikut ini adalah hal-hal yang gue rindukan dari Indonesia.
1- Sentuhan tangan bokap dan nyokap
Nggak tau deh, akhir-akhir ini gue ingin bisa bersalaman dengan orangtua. Berpelukan, menikmati malam hari dengan suara-suara yang keluar dari mulut mereka. Terlebih sentuhan tangan mereka. Tangan nyokap, yang dengan mudahnya membuat makanan-makanan kesukaan gue. Dan hal ini yang mengakibatkan, gue sebagai anaknya, susah kurus jika berada di rumah. Begitu juga dengan sentuhan tangan bokap. Tangan bokap yang alhamdulillahnya bisa memberikan uang jajan kepada gue. Meskipun uang itu akan berakhir dengan dua buah kotak yang tergeletak diatas meja, dengan bertulisakan macam-macam jenis martabak. Ada hal yang berbeda ketika menerima uang dari bokap, dengan mengambil uang di ATM. Ada rasa semeriwing gitu.
2- Surat undangan nikahan
Sumber
Kalo dulu di Indonesia, hampir setiap minggu menerima surat seperti ini, disini berbeda. Gue nggak pernah menerima surat undangan. Nggak pernah melihat tenda berwarna biru, dengan sound system besar di kedua sisinya. Nggak pernah denger lagi suara dangdut, ataupun lagu-lagu shalawatan yang biasa mengudara ketika acara kondangan berlangsung. Disini gue nggak akan liat biduan joget-joget sambil menyanyikan lagu barat di remix sama lagu dangdut juga.
Dan yang terpenting, nggak pernah ada prasmanan yang makanannya se-enak ketika kondangan di Indonesia. Nggak ada somay, batagor, rendang, soto betawi, puding, brownies. Disini yah, paling apa sih... roti gandum dikasih kentang.
3- Abang-abang sari roti, susu murni, bakso, somay, burjo, dll
Sumber
Gue nggak akan pernah dengar suara-suara abang-abang ini di pagi hari, ketika di Mesir. Terkadang kangen juga sih sama suara abang-abang ini. Meskipun pernah gue isengin, tapi yaa karena itu gue kangen dengan momen seperti itu. Contohnya, ketika abang-abangnya lewat depan rumah, dengan semangat gue akan teriak,
“ABANG, BELI SOMAYNYA, BANG!!”
Yang akan selalu diikuti suara,
“FAUZI, KAMU MAKAN MULU. NGGAK MAMAH KASIH UANG KAMU, MAS. BIARIN AJA”
Kasian abang-abangnya. Ketika berharap barang dagangannya akan dibeli oleh seorang pria tampan (baca:gue) (silahkan yang mau muntah), tetapi ada suara teriakan ibu-ibu yang... yah, menghancurkan harapan si abang-abang tersebut. Uuucayang.... acian.
4- Nasi padang dan soto betawi

Sumber
Mungkin makanan ini yang paling gue rindukan. Sebungkus nasi padang yang berisikan lauk ayam pop, kemudian diguyur dengan kuah rendang, serta sambal hijau, serta daun-daunan. Apa tauk namanya, pokoknya ada sejenis sayuran hijau-hijau gitu. Ditambah lagi, soto betawi buatan nyokap. Nggak ada duanya!! Meskipun banyak yang mungkin lebih enak, tetap gue akan mengatakan soto betawi buatan nyokap adalah makanan enak. Percuma dong, ada soto betawi enak diluar sana, tapi akan berakhir dengan teriakan nyokap gue,
“FAUZI, KAMU MAKAN MULU. NGGAK MAMAH KASIH UANG KAMU, MAS. BIARIN AJA”
Sumber
Hmm... nyes kan?
Tapi, alhamdulillah kemarin sempet ada acara yang menyediakan soto betawi sebagai hidangan. Dan yak, gue nggak sempet coba makanan itu. Karena acara itu hanya sebatas para cewe-cewe yang sedang melakukan arisan. Semoga kapan-kapan bisa icip-icip makanan ini lagi. Amin.
5- Penjual online
Ini sebenernya yang membantu gue untuk berbelanja. Sebetulnya, kalo terpaksa banget sih gue baru menghubungi penjual online ini. Barang yang paling sering gue beli adalah sepatu. Karena memang ukuran sepatu gue yang diatas rata-rata, sehingga gue mencari penjual sepatu online yang biasa menjualkan sepatu dengan ukuran babon, sama seperti gue. Tapi beruntung disini, gue nggak terlalu membutuhkan hal itu, karena disini kebanyakan memiliki sepatu yang ukurannya besar-besar juga. Akhirnya, kembali ke habitat babon juga. *apasih
6- Pengamen
Sumber
Disini gue nggak akan pernah khawatir dengan sosok tak diundang seperti ini, ketika sedang makan dipinggir jalan. terkadang kesel juga sih sama pengamen. Satu grup dateng, terus dikasih uang, eeh... grup lainnya dateng. Gitu aja terus, sampai uang untuk makan habis bayar grup pengamen ini.  Kadang mau juga sih teriak kayak,
“LU CARI MANGSA YANG LAEN AE KEK, SU”
Hm...
Tapi kayaknya, kalo beneran gue teriak seperti itu, yang ada malah gue dibakar sama temen-temen satu grupnya.
7- Gramedia
Tempat yang amat teramat sangat gue rindukan. Kangen dengan tempat yang menjual berbagai banyak buku-buku, entah dari buku yang alur ceritanya nggak nyambung, sampai ke buku yang membuat pembacanya menitikan air mata. Nggak tau deh, gue masih kurang sreg aja untuk baca novel berbahasa Arab. Susah sebetulnya, tapi bukan berarti nggak bisa juga sih, hanya kurang sreg. Ini menurut pendapat gue aja.
Terlebih yang gue rindukan adalah aroma kertas dari novel yang baru dibuka sampul plastiknya. Ada kenikmatan sendiri yang belum bisa diutarakan dengan kata-kata. Gue pribadi masih belum terbiasa dengan novel berbentuk pdf seperti itu, lebih enak punya buku beneran. Terlebih gue suka baca di kamar mandi. Bad habit yang susah untuk ditinggalkan.

Mungkin segini dulu. Nanti ditambah deh, kalo nemu lagi. Ekekek.
Kalo mau nanya, atau mau nambahin, tulis di kotak komentar aja ya.

Eh, bisa kali sekalian di klik iklannya ya. Muhuehuehue