Advertisement

Artikel Terbaru

Lihat semua →
Trem penguji kesabaran
Dailylife

Trem penguji kesabaran

Gue sering banget menemui tulisan yang mengatakan, ‘Kuliah di luar negri itu harus siap mental’. Dan sekarang gue mempercayai kata-kata itu. Hampir setiap hari, banyak kejadian yang mengharuskan agar mental ini lebih baik lagi. Apa semua kejadian-kejadian kampret yang menimpa gue ini disebabkan karena menulis aib temen-temen gue di blog? Duh, gue merasa berdosa kayak gini. Etapi asyik juga sih, nulis aib temen-temen sendiri. Cobain deh, bikin ketagihan!! Salah satu ujian mental di negri Mesir ini adalah ketika menaiki kendaraan umumnya. Semua kendaraan umum yang ada, menyajikan ujian yang berbeda. Inti ujiannya hanya dua sih, ujian sabar dan kekuatan mental. Terlebih Trem yang ada disini. Tremnya yang disamping bis Jadi, setelah mengantarkan adik gue sampai rumahnya, gue hendak pergi menuju sekertariat almamater. Punya adik yang kuliah bareng di negri orang, membuat tugas gue bertambah. Salah satunya, menemaninya untuk mengambil uang. Sebenernya ini hanya akal-akalannya aja ...

·
Dailylife

'Serba salah gue disini'

Banyak hal-hal yang terkadang nggak masuk akal. Satu contoh kecilnya, ketika kita berniat baik, tapi di mata orang lain, ‘Lo ngapain? Sok asyik lau’. Kadang hal seperti ini yang bikin kita, gue terutama, males untuk berbuat baik. Seolah niat baik kita, hanya dianggap perbuatan yang salah di mata orang lain. Yah, namanya juga manusia. Kita yang kerja susah payah, mereka dengan santainya menjelek-jelekkan diri kita. Untung gue tomat. *apasih. Kalo boleh flashback sebentar, sebenernya tulisan gue yang kemarin-kemarin itu membahas temen-temen gue. Membahas kejelekan temen gue sih lebih tepatnya. Dan memang nggakada baik-baiknya yang gue tulis. Secara nggak langsung, sama halnya gue meng gibah kan atau menjelek-jelekkan mereka di tulisan gue. Kemudian gue posting di blog, posting di Facebook, dan terakhir posting tentang kejelekkan mereka di Facebook mereka sendiri. Yap, gue bajak Facebook mereka, kemudian gue posting tulisan itu. Gue mah gitu orangnya. Sebenernya sedih juga sih me...

·
Dailylife

Siapa yang pinter? Siapa yang jadi pembantu baru?

Setelah kejadian beberapa hari lalu kemarin, gue mendapatkan motivasi untuk lebih percaya diri menjadi mahasiswa yang kuliah di Mesir. Sebuah suntikan motivasi, yang menunjukan bahwa, ‘ Wah ,  ternyata gue punya temen  yang otaknya gesrek juga ya .  Lebih parah dari gue lagi.  Alhamdulillah’ Seperti yang pernah gue bahas sebelumnya, bahasa yang digunakan di Mesir itu adalah bahasa gaul, atau yang biasa disebut  lughoh ammiyah , bahasa yang nggak gue pelajari selama di pondok. Ketika di pondok, gue belajar bahasa Arab baku, atau  lughoh fushah . Yang segala sesuatunya harus berdasarkan kaidah Nahwu dan Shorf. Tapi ketika gue sampai di negri ini, gue jarang mendengar orang Mesir berbicara dengan  lughoh fushah . Jadi selama tujuh tahun di pondok gue belajar Nahwu dan Shorf sampai mabok, tapi ketika disini gue harus berbicara  lughoh ammiyah . Kayak dibecandain sama ustad-ustad gue dulu. Dan kalau pun gue ajak mereka ngobrol dengan  lugho...

·
Bulan
Dailylife

Bulan

On the night like this-Mocca Bulan, apa sejatinya dirimu tau engkau diciptakan untuk menerangi manusia hanya di saat malam hari saja? Jikalau kamu mengetahui hal itu, terkadang aku iri terhadapmu. Hanya sesaat dan terkadang saja, tidak selalu. Karena kamu mengetahui siapa dirimu yang sesungguhnya. http://joyousoasis.com/ Seandainya saja, aku dianugrahi hal seperti itu... Aku akan membunuh perasaanku ini. Rasa yang selalu muncul di saat waktu yang tidak tepat. Ketika sedang asyik bercanda dengan teman-temanku, wajahnya muncul. Lagi. Wajahmu muncul lagi. Seperti tergambar jelas, disaat bibir indahmu itu membentuk senyuman. Seperti baru saja aku melihat hal itu. Padahal sejatinya, hal itu sudah seminggu yang lalu, bukan? Aneh ya? Jujur, aku benci dengan rasa ini. Sebuah rasa yang tidak bisa diartikan dengan akal manusia. Rasa yang muncul begitu saja tanpa izin terlebih dahulu. HAH!! Persetan dengan semua ini. Senyumanmu... Sifat tak acuhmu... Sifat penyayangmu.....

·
Dailylife

Kuliah kalah

Banyak orang yang bercita-cita ingin menjadi mahasiswa di universitas terkenal. Bahkan, nggak sedikit yang ingin kuliah di luar negri. Gue contohnya. Ketika di pondok dulu, kebanyakan ustad-ustad gue menceritakan pengalamannya kuliah di negri Piramid tersebut. Dari kemudahan belajar di kampusnya, perkuliahan yang tidak terikat dengan absensi, sampai jalan-jalan ke Piramid, Spinx, dan Alexandria, dan masih banyak lagi yang enak-enak. Ketika itu, dengan polosnya gue bertanya kepada ustadnya, Gue: Masa, ustad? Ustad: Iya, bener. Makanya kalian belajar yang rajin ya, supaya bisa kesana. Gue: MASA BODOO WOYY!! LAGIAN NGGAK ADA YANG NANYA JUGA SII. HIH!! Kata gue dalam hati. Kenapa gue berasa jadi santri yang nggak ada baik-baiknya Yaa Rabb!! Sebelum datang kesini, banyak mahasiswa lulusan Mesir menasehati gue berupa, ‘Zi, kamu yang kuat disana yaa’ Ambigu banget sarannya. Sesampainya disini, gue nggak menemukan perkataan ustad gue yang enyak-enyak itu. Nyatanya, tempa...

·