Dewa buaya dan air terjun tertinggi
Kalo diinget lagi, saat pertama kali gue menginjakkan kaki di negri Piramid ini.... Hal pertama yang keluar dari mulut gue, “Eh serius, ini di Mesir? Mampus, beneran sampe gue” Berbeda dengan mahasiswa baru lainnya yang memiliki sinar kebahagiaan di matanya, gue nggak. Mata gue memperhatikan bandara dengan seksama, berharap melihat banyak taksi Blue bird yang mangkal di depan bandara, berharap mendengarkan teriakan orang-orang seperti, “Jadi beda ya, satu purnama di New York dan di Jakarta” Ternyata usaha itu sia-sia. Yang gue lihat hanya orang-orang yang memiliki ukuran badan lebih besar dari orang asia, bulu mereka yang lebih banyak dan menyembul dari kerah bajunya, dan teriakan-teriakan berbahasa Arab, yang entah apa artinya. Nggak terasa, sekarang hampir setengah tahun tinggal di negri ini. Perlahan, hati gue membuka pintunya untuk mencintai kamu. Eh, negri ini maksudnya. Cara paling mudah, menurut gue, untuk mencintai negri baru ini adalah dengan jalan-jalan ke t...