Kewajiban pertama yang di jalankan oleh para mahasiswa baru, apalagi kalo bukan Orientasi Mahasiswa Baru (ORMABA). Meskipun saat ini gue kuliah di Mesir, tetep aja ada acara kayak gini. Sebenernya bukan ORMABA kayak di Indonesia juga sih. ORMABA disini lebih untuk memperkenalkan sejarah dan kebudayaan yang dimiliki negri Mesir. Negri yang memiliki julukan seribu menara. Negri yang memiliki sejarah tentang Firaun. Negri yang mempunyai sungai terpanjang di dunia. Dan, semoga di negri ini, gue bisa menemukan belahan jiwa gue. Emm.. yah, kalo pun bukan belahan jiwa, semoga aja ada cewe khilaf yang naksir gitu.

Bersyukurnya menjadi mahasiswa perantauan, punya banyak temen baru dari berbagai penjuru negri. Hal itu juga yang menyadarkan gue, ternyata hitamnya orang Indonesia itu jauh lebih ‘baikkan’ di bandingkan dengan negara-negara lain. Entah kenapa, gue bahagia banget nulis kata-kata barusan. Dan para senior-senior yang lebih dulu tinggal di negri ini, juga akan lebih banyak berbagi pengalamannya kepada para junior-juniornya. Biasanya sih, sering dibeliin makanan khas Mesir dan di bayarin ongkos naik bis. Kalo cewe, gue peluk juga nih senior-seniornya. Ketika acara Orientasi Mahasiswa baru, senior sini juga nggak ada yang nyuruh,
"Sekarang kalian jalan jongkok muterin Piramid"
Yang ada tuh kayak gini,
"Kamu udah makan belum? Minum dulu nih, seret kan? ini tisunya, ada bekas sisa makanan di bibir kamu tuh"
Sayangnya yang bilang gitu adalah senior cowonya.
*Kemudian ada hening yang panjang... Panjang banget...
Hari pertama orientasi mahasiswa baru, terletak di Meeting hall fakultas Ushuluddin. Perjalanan dari tempat tinggal gue ke tempat itu terbilang cukup jauh. Sekitar satu bulan, lah.
Yee kalii dah, nyet
Lupakan bayangan para mahasiswa ber-sepeda ria di jalanan yang bersih sambil mendengarkan lagu sakitnya tuh disini versi Mesir. Kemudian mata ini disajikan berbagai bunga-bunga berguguran, dan telinga ini mendengarkan nyanyian merdu dari suara burung-burung. Jangan bayangkan hal itu terjadi disini.
*err.... ngeri jugasih kalo bayangin orang arab nyanyi lagu sakitnya tuh disini, sambil megangin dada. Emm.. megangin bulu dada mereka sih lebih tepatnya.
Lupakan tentang itu semua. Kenyataannya, gue dan seluruh mahasiswa dari Indonesia harus desak-desakkan naik bis delapan puluh coret bersama orang-orang Mesir, Nigeria, dan sebagainya. Yang tentunya, ukuran badan mereka jauh lebih besar dari orang Indonesia. Dan pada akhirnya, muka kita sejajar dengan ketek mereka. 

Terlebih hidung dan bulu dada mereka. Dan sejauh mata ini memandang, hanya terdapat hamparan padang pasir. Dan kuping ini akan sering mendengarkan ‘ala gambik, yaa astoh anzil huna yaa astoh, lau samah ‘akuuuh cintaaa kamuu Fauziii. Muahh muaahh muaah’ kalimat pertama dan kedua, itu yang biasanya di ucapin penumpang buat nyuruh supirnya berenti. Emm... kalo kalimat yang terakhir itu, angan-angan gue aja sih. Yaa, mungkin aja setelah baca tulisan ini, ada yang manggil gue kayak gitu. Mungkin. 
Sampainya di meeting hall, hampir seluruh bangku-bangku udah terisi penuh. Sebenernya gue kurang semangat juga sih ikutan beginian. Soalnya ketika gue kuliah di Indonesia, udah pernah ngerasain hal kayak gini. Tapi ternyata dugan gue kalo acara ORMABA itu nggak enak, salah. Gue baru sadar, ternyata acara ORMABA kayak gini dengan secara nggak langsung , mengumpulkan seluruh mahasiswa dari Indonesia untuk berkumpul dalam sebuah ruangan. Perjuangan gue pergi naik bis tadi pagi, mulai dari desak-desakan sama orang arab, cium bau keringet mereka, dan liat bulu dada mereka yang berlomba-lomba keluar dari kemeja , terbalaskan semua. Sekarang gue bisa ketemu dengan semua mahasiswa-mahasiswi Indonesia. Mahasiswi-mahasiswinya cantik-cantik lagi.

Eemm... sebenernya gue nggak terlalu semangat liat para cowo-cowonya sih. Gue lebih semangat liat cewe-cewenya. Yah, selama tujuh tahun gue di pondok emang nggak pernah ngerasain satu ruangan sama cewe sih. Tragis yak?
 *Tisuu mana tisuuu!!!
Orientasi hari ini tentang perkenalan kampus yang di sampaikan oleh staff kampusnya sendiri. Mulai dari jurusan-jurusan yang ada disini, pengenalan tentang Tallaqi, bagaimana pembagian agar perkuliahan dan tallaqi bisa berlangsung lancar. Yang terakhir itu sebenernya pertanyaan yang ditanyain temen gue sih. Yah, temen gue itu emang terkenal sebagai orang yang rajin dalam mengajukan berbagai pertanyaan. Dan tentunya semua itu disampaikan dan ditanyakan dengan bahasa arab.
*yee kali pake bahasa sunda, nyet
Untuk hari-hari ORMABA selanjutnya, gue akan cerita di cerita berikutnya yak... Masih banyak keseruan dari kegiatan ORMABA di Mesir.

sumber foto: http://aldiansahprayogi.blogspot.com/2010/07/taukah-kamu-cara-menghilangkan-bau.html