Sekarang ini lagi heboh ngebahas seorang mahasiswi UGM pascasarjana fakultas hukum. Mahasiswi cantik, yang sayangnya kelakuannya nggak secantik penampilannya. Yah, mungkin dia lagi khilaf aja, sampai menghina kota Yogyakarta. Kota yang paling banyak sejarahnya menurut gue. Kota yang terkenal dengan Malioboro, Bakpia patuk, Gudeg, Trans jogja, sampai orang-orangnya yang amat sangat ramah, dan masih banyak hal lagi. Tapi kamu lebih jauuh ramah kok, kamu lebih baik, iya kamu yang lagi baca tulisan ini :*.
Seperti yang gue tuliskan diatas, wanita cantik belum tentu hatinya secantik rupanya. Tapi memang nggak bisa dipungkiri sih, cowo itu liatnya dari muka jatoh ke hati. Tapi tetep aja, kalo udah lama kenal, dan akhirnya tau, kalo hatinya itu nggak seindah rupanya, juga bakalan ditinggal pergi. Bukan ditinggal pergi sih, tapi yah... mungkin si cowonya nggak jadi naksir lagi. Dan sepertinya, bukan hanya cowo aja yang berfikir seperti itu, para perempuan mungkin juga berfikiran seperti itu. Mungkin. Maka dari itu, bagi kalian yang semua merasa jelek, nggak usah minder. Siapa bilang, cowo jelek nggak bisa dapet cewe cantik? Nothing immposible. Sebenernya kata-kata ini, untuk motivasi diri gue sendiri sih.
Saat ini mahasiswi yang gue sebutkan diatas tadi, nggak pantas untuk dicontoh sifatnya. Yah, sifatnya yang kemarin bikin heboh itu. Tapi gue yakin, dia punya beberapa sifat yang memang patut untuk dicontoh. Walaupun saat ini, gue juga nggak tau sifat baiknya. Bukankah setiap manusia memang memiliki kelebihan dan kekurangan? Tapi kamu beda. Iya, segala kekurangan yang kamu punya itu, hanya menjadi nilai yang lebih di mataku :*
*lama-lama gue ngerasa gila, sayang-sayangan sama blog -,,-
Kalian punya sosok idola? Seseorang yang menjadi panutan kalian dalam berbagai hal. Mulai mencontoh sifat baiknya, sifat ramahnya yang suka berbagi dengan sesama, sampai mencontoh sifatnya yang pantang menyerah. Kalian punya?
Sekarang ini, gue mulai mencari seorang yang memang pantas untuk menjadi panutan bagi diri gue. Orangtua? itu udah pasti. Mereka jadi panutan bagi diri gue. Pantuan agar menjadi lebih baik, dan harapan orangtua gue terhadap diri gue dan adik-adik gue, adalah harus menjadi lebih baik dari mereka. Yah, semua orangtua pasti berfikiran seperti itu. Walaupun itu nggak mudah, tapi akan gue lakukan. Selagi orangtua meridhai, pasti ada jalannya. Terlebih doanya seorang ibu. Doa yang paling manjur.
Sosok idola gue, adalah temen gue sendiri. Sebenernya dia ini adalah seorang yang pernah gue taksir dulu sih. Seorang cewe sederhana, dengan sikap sederhana, dan jakun yang mempesona. Dia selalu menggunakan kjilbab, sikapnya ramah, selalu menjadi diri sendiri, dan banyak cowo-cowo yang naksir terhadapnya. Cewe idaman sih, menurut gue. Rasa suka, juga rasa kekaguman gue ini terhadapnya, selalu gue sembunyikan. Yah... dia nggak perlu tau tentang rasa ini juga sih, cukup hanya gue dan Yang Diatas sana aja yang tau tentang rasa ini. Yeah, i’m secret admirer. 
Gue paling nggak kuat kalo liat senyum. Seolah senyumannya mengajak berumahtangga.

Yah, semua orang juga tau, belum tentu orang yang berkrudung itu baik/sholehah, dan belum tentu juga orang yang nggak berkrudung itu jahat. Tapi, menurut gue sih, wanita sholehah itu akan menggunakan jilabab. *sedappp
Gue terinspirasi banyak hal oleh temen gue yang satu ini. Dia setahun lebih muda dari gue, tapi sifatnya lebih dewasa.  Malu banget gue sama dia. Dan dia juga, yang memotivasi diri gue menjadi lebih baik. Dengan denger suara dia aja, gue langsung bisa intropeksi diri. Dengan denger suara dia aja, gue jadi lebih semangat buat ibadah, mulai dari sholat sunnah, sampai puasa senin-kamis. Bahkan gue pernah puasa senin-kamis, saking nggak kuatnya, gue makan di hari rabu *kemudian ada heninggg yang panjang. Dan denger suaranya aja, gue langsung menyesali berbagai dosa yang telah gue kerjakan. Seolah dengan suaranya aja, gue langsung inget akhirat. DAHSYAT banget pokoknya.
*anak alay pun mulai teriak, lalala-yeyeye
Gue sempet merasa kalo ini semua mimpi. Karena bisa-bisanya seorang manusia seperti gue, punya temen layaknya bidadari surga. Gue sampai cubit-cubit pipi keras-keras, dan juga nampar-nampar pipi nggak kalah kerasnya. Gue baru sadar, kalo pipi yang gue cubit dan juga tampar itu, adalah pipi adek gue. Pantes, adek gue tiba-tiba nangis.

Contoh idola gue yan lainnya adalah Abimana Arya. Sebagaimana yang kita ketahui, dia adalah salah seorang aktor Indonesia. Salah satu film yang diperankannya adalah Republik Twitter. Dari film itu, gue kagum sama perannya. Dia bisa bersikap tenang dalam berbagai situasi. Dan selain sikap tenangnya, dia selalu ramah terhadap orang lain, dan selalu tersenyum. Entah, di kenyataannya seperti itu atau nggak, tapi menurut gue sih, memang sifat aslinya kayak gitu. Kalem.
Yah, tapi setelah nonton film itu, gue punya mimpi yang terlalu besar. Dapet kenalan cewe cantik dari twitter, bahkan sampai jadian. Ahh... kapan gue punya ya? Gue tau sih, kalo hal ini sepertinya mustahil bagi gue. Tapi... nggak ada salahnya kan berharap? Sama halnya harapan aku, yang selalu ingin terus berada di samping kamu. Muaaah :*.
*astaghfirrr.... gila beneran kayaknya nih gue.
So, mereka itu adalah beberapa idola gue. Kalo idola kalian siapa? Jangan bilang, ‘kamu. Iya, kamu yang punya blog Mahasantri ini’. Gue tabok.