Selain rasa penasaran orang Mesir tentang identitas yang ane miliki, benarkah bahwa gue adalah salah satu warga Indonesia, bukan warga India yang mengaku-ngaku sebagai orang Jakarta. Ternyata ada hal lain yang membuat mereka penasaran dengan diri ane. Dan sepertinya, beberapa teman yang lain juga merasakan hal itu. Bahkan menganggap bahwa hal itu aneh. Yang lebih parah adalah ibu ane pun ikut mengomentari hal aneh saat melihat foto anak laki satu-satunya yang ane kirim beberapa waktu lalu. Hal itu pun bahkan ditanyakan ke adek ane,
“Zah, kok mas kamu makin kesini penampilannya makin aneh ya. Apa mamah coret dari kartu keluarga aja ya?”
Gini amaat sih hidup gue
Padahal hal itu hanyalah perihal ane yang sering mengenakan celana gombrong di saat olahraga atau pun musim panas.

**
Saat perjalanan ke pantai Dimyat kemarin, yang bisa kalian baca ceritanya disini, ane mengenakan kaus biru gelap polos serta celana gombrong berwarna abu-abu serta sandal. Saat melihat diri ane di kaca, sepertinya enggak ada hal yang salah. Rasanya pakaian yang ane pakai enggak membuat orang lain merasa melihat suatu pemandangan yang buruk. Sempak pun telah terpasang di tempatnya, bukan digunakan untuk menutupi wajah.
Percuma aja dong, selama ini mengikuti fashion blogger pria-pria keren di Instagram kalau pakaian masih acak-adut. Apalagi sampai salah meletakan sempak di kepala.
GUE ENGGAK SEGOBLOK ITU JUGA HEY KUDA
Santai aja dong, Bambank
Tapi entah kenapa tanggapan dari orang-orang saat melihat ane mengenakan celana gombrong ini seperti,
“Dih kayak orang Bengali lu” (cari di Google aja ya kalo mau lihat wajah orang Bengali)
“Lebar amat celananya, bisa dijadiin alas buat makan bareng nih”
“Wah tambah mirip jin tomang aja, Ji”
Bedebah
Di gym pun, terkadang ada orang-orang yang menatap aneh saat ane berolahraga dengan celana gombrong ini. Tapi salah satu hal yang menurut ane membahagiakan tinggal di negri orang lain adalah saat mengalami hal seperti ini. Ane enggak peduli dengan omongan mereka, karena beberapa kosa kata mereka enggak terdengar jelas di telinga. Dan memang ane enggak peduli dengan orang lain juga sih.
Pantesan temen lu dikit, kelakuan lu kayak gini sih
Syukurnya, tatapan aneh dari orang-orang Mesir ini merupakan tatapan penasaran yang 'baik'.
Setelah ane menyelesaikan latihan, salah satu orang Mesir menghampiri ane dan bertanya “Lu beli celana ini di Mesir?” yang langsung dijawab dengan antusias “Iya nih mas. Tapi celananya gue beli di Dahab, bukan di Kairo”.

Celana gombrong yang adem ini sebenarnya ane beli setelah menyelesaikan pendakian di bukit Sinai, tepatnya di kota Dahab. Bisa dibaca disini ya pengalaman pertama kali mendaki gunung atau bukit(?). Kota yang sangat jauh berbeda keadaannya dengan Kairo, karena disini penduduknya selain lebih sedikit dan murah senyum, jalananan pun sangat tenang dan enggak dipenuhi oleh mobil-mobil dengan bunyi klakson yang bersahut-sahutan seperti yang biasa ditemukan di Kairo. Kota ini mirip-mirip seperti Alexandria, karena sepanjang jalan bisa melihat indahnya biru lautan.
Bedanya dengan Alexandria, disini banyak sekali toko-toko yang menjual berbagai macam oleh-oleh. Mulai dari kaus, jaket, gelang tangan, sampai celana gombrong yang suka ane pakai saat ini. Banyak juga para turis-turis yang membeli celana gombrong, dan melihat mereka mengenakannya rasanya jiwa mereka terlihat lebih santai dari yang lain. Gitu.
Lu ngomong apaan sih
Selain itu, sepertinya celana ini cocok menggantikan celana jins ane yang robek di Sinai kemarin. Karena kebetulan saat ini ane hanya memakai celana pendek.
Nah, kalo ini jelas alesannya
Selain adem serta longgar dipakai, celana ini rasanya punya manfaat yang lain. Menyimpan makanan saat masuk bioskop misalnya. Atau nyulik anak jenglot. Atau sebagai pemikat lawan jenis. Engga ngaruh kayaknya ya.
Walaupun banyak orang-orang berkomentar aneh karena penampilan ane yang sering kali mengenakan celana gombrong, sepertinya ane sendiri enggak peduli juga. Selagi enggak digunakan untuk menghadiri acara-acara resmi, sah-sah saja. Ini bukan berarti ane menutup telinga dan enggak menerima kritik dari orang lain. Emang enggak peduli aja sama orang lain. Tapi, ya mau gimana lagi, celananya adem banget uy. Semriwing gitu kalo dipake. Berasa kayak ada yang niup dari bawah.

Gimana pendapatnya setelah melihat foto-foto yang ada diatas. Enggak aneh kan lihat manusia memakai celana ini? Atau jangan-jangan kalian beranggapan kalo ane emang bener mirip jin tomang juga?