Apa pendapat kalian tentang penampilan seorang santri?
Yang suka memakai sarung terus-terusan, kemudian memakai peci lusuh sampai berganti warna karena sering terkena air?
**
Hampir setiap hari Jumat, rumah ane selalu menyewa lapangan untuk bermain futsal. Mungkin ini salah satu cara agar anak rumah bisa melapaskan penat setelah seminggu disibukkan dengan segala aktifitasnya. Ada yang sibuk dengan organisasi, mengaji berbagai pelajaran dengan para masayaikh, menghafal Al-Qur’an, dan ada juga yang sibuk menata hati karena selalu gemetar setiap di chat sama mantan.
CUPU!
Hari itu rumah kami mengadakan tanding futsal dengan tetangga. Oh, bagi yang belum tau kehidupan disini, rumah para mahasiswa jaraknya enggak berjauhan dengan mahasiswa lainnya. Wajar aja sih, karena di Mesir banyak pelajar yang berasal dari Indonesia.
Di saat ane anak baru, sekitar 500an orang yang berangkat ke negri Firaun ini untuk melanjutkan studinya di AL-Azhar. Dan tahun ini, dari yang ane denger, hampir 1000an lebih. Mantap? Enggak juga sih. Biasa aja.
Dan itu artinya, kemungkinan untuk ane bisa mencari junior-junior berwajah manis jauh lebih sulit. Saingannya banyak  pak Ekoo!! 
Kebanyakan dari temen-temen rumah adalah para penggemar klub sepak bola. Dan mereka pun juga dengan bangga memakai kaus dari tim kebanggannya tersebut. Walaupun tim kesayangannya sering kalah, tapi tetep bangga aja gitu memakai jersey klub bola kebanggan.
Kalau kalian suka klub bola apa?
Saat mendatangi lapangan yang disepakati, ane melihat sosok manusia berpakaian yang agak gimana gitu penampilannya. Enggak pas aja melihat orang berpakaian batik masuk kedalam lapangan futsal. Kemeja batik, celana olahraga panjang, memakai sepatu futsal dan enggak lupa memakai peci hitam. Sebagai identitas orang Indonesia.
Tapi ane sering mendengar pernyataan,
Jangan menilai orang dari penampilannya

Tetep aja aneh, Jamal!
Saat pertandingan berlangsung, kebetulan ane masih duduk dipinggir lapangan. Biasanya gitu kan, yang enggak bisa main di cadangkan. Nah, kira-kira ane posisinya seperti itu lah. Kalau di tim Barcelona, kira-kira ane mirip dengan yang megang akun Instagramnya lah.
https://giphy.com
Dan si anak batik ini, kita sebut aja begitu karena ane enggak tau namanya juga, sudah berada di lapangan. Apakah dia jago mengolah kulit bundar. Enggak. Skillnya biasa aja. Apakah dia jago masak? Enggak tau lah. Apakah dia bisa kayang? Enggak tau juga.
Ini kenapa nanya sendiri, jawab sendiri sih. Gembel!
Jadi, yah... Sehebat apa pun skill bermain bolanya, sebaiknya jangan memakai kemeja batik untuk berolahraga. 

Berpakaian yang sesuai dengan tempatnya aja lah. 

Betul tida hei jamaaah?