Komputer dan penjual bagasi kampret

Saturday, April 14, 2018


Gue sering denger pengalaman temen-temen gue yang sangat beruntung ketika menghadapi petugas bandara. Banyak yang membawa barang melebihi batas maksimal yang telah ditentukan tapi berhasil lolos. Caranya dengan menampilkan muka memelas, mengaku bahwa barang ini sangat dibutuhkan oleh mahasiswa perantauan dan petugas pun dengan senang hati megizinkannya. Tapi ketika gue praktekkan, kenyataannya enggak kayak gitu.
Asu
Sebenernya gue cukup ragu untuk membawa komputer yang telah gue beli saat liburan kemarin. Tapi berbekal cerita temen, gue meyakinkan diri sendiri serta orangtua, bahwa hal ini bukan masalah. Everythings gonna be fine. Di pemeriksaan awal pun, juga baik-baik saja. Enggak ada tanda-tanda kalau komputer gue ini akan dilarang untuk dibawa ke kabin pesawat nanti.
Sebelum memasuki ruang tunggu, ada dua petugas yang memeriksa barang bawaan penumpang. Giliran gue yang diperiksa. Petugas ini bilang, bahwa komputer gue enggak boleh dibawa naik ke pesawat. Setelah selesai diperiksa, barulah gue bertanya,
“Kalo komputernya enggak boleh dibawa ke kabin, kenapa sejak dari awal enggak ada pemberitahuan ya, mas?”
“Oh. Emang sengaja”
 Bgst
“Barangnya dititip saja di ruang maskapai kita, nanti kawan atau saudaranya ambil disana saja, mas” lanjutnya.
https://www.cnnindonesia.com

**
Ada beberapa cara agar komputer gue bisa diantarkan keMesir. Entah itu dengan gue yang pulang ke Jakarta, atau dengan membeli bagasi orang lain yang ingin berangkat ke Mesir. Sepertinya gue enggak akan mengambil opsi pertama, karena selain menghamburkan uang, nyokap gue khususnya, akan ngamuk kalau hal itu beneran terjadi. Dan bokap gue dengan senang hati akan mencoret nama gue dari kartu keluarga. 
Gue enggak mau itu terjadi.
Selain belajar di kampus-kampus Mesir, banyak hal yang dilakukan oleh orang-orang Indonesia disini. Ada yang membuka usaha rumah makan, menjadi tour guide, menjual bumbu serta makanan asli Indonesia, dan ada juga yang seperti gue sebutkan diatas, berjualan bagasi. Segala hal bisa dibikin uang, kalau mau.
Gue kenalan dengan penjual bagasi dari salah satu grup Facebook. Dari pengumuman yang gue baca, seminggu lagi dia akan kembali ke Mesir. Gue telah mengabari orangtua gue agar bisa mengirimkan komputer ke alamat si penjual bagasi tersebut. Semuanya berjalan lancar. Nyokap yang tadinya enggak mengizinkan, akhirnya berubah fikiran setelah memenangkan arisan. Barang telah dikirimkan ke rumah si penjual. Dan sekarang hari-hari gue diisi dengan rasa tidak sabar untuk bertemu dengan si benda kesayangan. Makin ditunggu, malah terasa makin lama.
**
Di hari h si penjual sampai ke Mesir, tanpa sadar gue telah mengirimkan banyak pesan Whatsaap, menanyakan tentang komputer gue. Yang dihubungi malah menghilang, enggak ada kabar. Oh mungkin belum beli paketan internet.
Malam harinya, si penjual ini mengabarkan bahwa komputer gue tidak dibawa. Alasannya, karena dia lupa. Asu. Karena memang gue nya yang terlalu berharap ke si penjual, makanya agak nyelekit ketika mendengar bahwa barang yang gue titipkan enggak dibawa. Tapi, si penjual ini bilang bahwa temannya nanti akan membawanya ke Mesir. Dan dengan gobloknya gue senang mendengar hal itu. Merasa bahwa masih ada setitik harapan.
Selama sepuluh hari penantian, hasilnya tetap sama. Asu memang. Gue sekarang mulai mengerti, kenapa seharusnya kita ini tidak berharap kepada manusia lain, karena hasilnya enggak selalu seperti yang kita harapkan.  Ah elah. Emang gue nya aja yang lagi sial ketemu makhluk kampret seperti ini. Atau mungkin makhluk kampret ini secara enggak langsung menyuruh gue agar berharap itu hanya kepada Yang Maha Pengasih? Haaahh… kan sudah terjadi, jadi diambil hikmahnya saja.
Walaupun telah dibohongi makhluk kampret, gue masih positive thinking bahwa komputer gue akan tetap datang. Meskipun sepertinya lebih lama dari waktu yang telah gue perkirakan.
Setelah bertemu satu orang kampret, ternyata gue masih menemukan makhluk kampret lainnya. Dari akhir Desember, sampai bulan Maret gue seperti dikerjai oleh mereka, dan komputer gue telah berkali-kali pindah tempat. Sampai akhirnya, minggu kemarin barang gue telah dibawakan oleh penjual bagasi lainnya. Enggak usah nanya, gimana ekspresi gue ketika membaca pesan dari si penjual bagasinya bahwa komputer gue telah tiba di Kairo. Seneng banget!!
https://giphy.com
Mirip kayak quote dari John Lennon,
Everything will be okay in the end. Of it’s not okay, it’s not the end.
Pernah ngerasain quote-nya si John Lennon itu cocok kayak kisah lu juga enggak?

You Might Also Like

11 komentar

  1. Ini beneran komputer atau laptop bang, gue jadi salah fokus bacanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. beneran komputer, bim
      bukan laptop

      hehehe

      Delete
  2. Asli deh, lu ini kayak kurang kerjaan mau bawa komputer jauh-jauh gitu, Zi. -___-

    Kalau soal kutipan Lennon, kayaknya keadaan saya masih belum oke-oke aja sampai sekarang. Ya, berarti ini belum berakhir, kan? Makanya saya masih berusaha terus dalam hal apa pun~

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh banget. makanya nyari kerjaan, yog
      ehehehe

      semangat bosque~

      Delete
  3. Kok kenapa harus bawa PC sih, Mas? Atau nggak laptop aja yang lebih mudah gitu..he
    Atau memang susah dijauhkan dengan komputer kesayangan.. :D

    Kesel juga ya menanti komputer yang seharusnya datang lebih cepat tapi ini lama banget..

    ReplyDelete
    Replies
    1. maunya sih juga laptop. tapi belom punya, mau beli dananya masih kurang.
      mau ga mau ya dikirim lah pc nya

      ehehe

      Delete
  4. Widih widih, kayaknya bisa dah ngebayangin rasanya akhirnya sesuatu yang diinginkan bisa didapatkan. Setelah beberapa kali diphp dan digantung-gantungkan kesana kemari akhirnya dapat itu pasti rasanya.... ah, gak bisa dilukiskan dengan aksara

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi pas beneran barang yang ditunggu-tunggu telah ada di gengaman tangan.
      bahagia bget uy

      Delete
  5. Nuiaat betul ya bawa komputernya ke Mesir, apa mau dibuat games atau apa kenapa kudu komputer?
    Untung aja ya gak dibohongi, cuma diminta sabar hehe

    ReplyDelete
  6. itu PC gk boleh masuk kabin tapi boleh masuk bagasi kan mat?
    PC Dewa mau ane bawa pulang nih... wehehehe

    ReplyDelete
  7. oyya... semangat ya ngeblognya, mayan udah nangkring di page 2.
    semoga segera page 1.
    sering-sering lah curhat di blog.

    ReplyDelete

Eettt..... Mau kemana?
Komen dulu dong okeee :))

Community