Bermalam di tengah gurun pasir
Selama gue tinggal di Mesir, belum pernah sama sekali gue berkemah di tengah gurun. Dan gue rasa, masih banyak mahasiswa di Mesir yang belum merasakan sensasi tidur di tengah gurun. Tapi, di bulan November kemarin, gue resmi menjadi anak gurun sejateee. Gue sudah tidur tepat di tengah gurun, dibawah sinar bintang-bintang, dikelilingi oleh bebatuan yang entah lah itu bentuknya mirip-mirip dengan orang yang bilang, “Kita nggak usah pacaran ya, tapi kalau kamu mau kemana-mana, hubungi aku aja ya” sama-sama nggak jelas. Dan dengan ini gue merasa lebih keren ketimbang kalian, duhai anak masisir yang belum pernah tidur di tengah gurun. Dasar cupu! Nggak deng. Opening gue becanda. Jangan serius gitu lah anak kuda. Jadi gini.. Perjalanan kali ini, gue berangkat tidak sendiri. Gue nggak se-gila itu juga, untuk menginap di tengah gurun sendirian. Kalau gue di patok sama Anakkonda, cerita ini nggak akan kalian baca. Ya kan? he he he. Oke, lanjut! Jadi petualangan kemah ...