Liburan kuliah kali ini, sama sekali nggak ada yang spesial. Teman-teman kebanyakan pada pulang ke Indonesia untuk liburan. Ada yang menghabiskan waktu bersama keluarga serta teman-temannya, ada juga yang traveling ke spot-spot Instagaramble, dan sebagian lainnya sedang lamaran pernikahan.
Nggak ada tanda-tanda punya pasangan, tapi udah dilamar. Dan fotonya di publish di grup Whatsapp, good job ma fren!! Tunggu gue seperti itu juga, tunggu aja. Waktunya kapan, cukup lah itu menjadi rahasia Allah.
Teman-teman yang masih berada di Kairo pun juga pada asyik jalan-jalan ke luar kota. Iya, Mesir itu bukan hanya Kairo ataupun Alexandria, masih banyak tempat asyik untuk di jelajahi. Tapi untuk liburan sekarang, yang gue lakukan hanyalah berdiam diri di kamar sambil mendengarkan podcastnya si Adri ataupun si Iqbal.
Liburan kali ini, gue mencoba hal baru. Nge-Gym. Tahun ini gue bertekad (walaupun keseringan khilafnya)untuk mengurangi lemak yang ada di tubuh ini. Dosa udah banyak, masa ditambah lemak yang banyak juga. Kapan kuatnya, untuk menghadapi kenyataan?
Cie gitu.
Satu ruangan Gym bersama orang Mesir itu nggak buruk-buruk banget. Semua jenis cowo Mesir ada semua. Mau tipe yang seperti apa ha? Yang badannya dua kali lipat dari gue, ada. Yang badannya bulet juga, ada. Yang kurus, ada. Yang badannya berotot, banyak. Tapi sampai sekarang gue masih nggak ngerti sih, kenapa orang yang sudah mempunyai badan bagus, berotot, kenapa masih latihan di pusat kebugaran? Mau nya apa sih? Tampol juga nih. Nggak deng, boong. Yang badannya keker itu nggak mau gantian gitu sama orang yang berbadan seperti gue ini, ha? Mau nya apa ha? Ha? Ha? Jawab, nyet?!!
Jadi marah-marah kan.

Dan dari sekian banyak orang yang ada di pusat kebugaran itu, yang paling gue benci adalah orang yang sombong.
Kayaknya semua orang nggak suka sama orang yang sombong ya?
Sama kalau gitu *toss*.
Hari itu jadwal gue untuk melatih otot tangan. Ketika sedang memainkan alat fitness, datang lah si kampret dengan gayanya yang sok asik,
“Bro, gue mau masih main alat ini. Lu tunggu dulu gih sana ya, hahaha”
Kurang kampret apa?
Setelah mengetahui si kampret itu menggunakan alat yang ingin gue gunakan, maka gue mencari opsi lain dengan mendatangi tempat dumbell yang tersusun nggak rapi. Orang-orang sini terkadang suka kayak gitu sih, ya mau dibilangin tapi dia nya pake headset. Males teriak-teriak juga.
Ada sebuah botol minum di kursi duduk yang ingin gue tempati. Ketika hendak menaruh botol minum itu diatas lantai, datanglah si kampret ini. Iya, orangnya sama lagi sambil mengatakan,
“Bro, gue mau make kursinya. Lu ke tempat lainnya aja lah ya”
Gue pergi ke loker, tempat biasa orang-orang biasa mengganti bajunya, kemudian mengambil sapu yang sedang disandarkan ke tembok. Sambil menahan marah, gue datang si kampret itu dengan tangan yang memegangi sapu, kemudian memukul tepat ke lehernya.
Puas? Banget, nyet.
Tapi itu berakhir didalam benak gue aja sih. Nggak sampai kejadian.

Yang gue lakukan hanya mengelus dada, serta memaki dalam diri sendiri. Ingin rasanya meneriakan,

"DASAR BELALANG SEMBAH!!"

"Kenapa kamu tau kalau saya siluman belalang?"

Udah lah ya, kalau dilanjutin bakalan jadi ngaco tulisannya.
Sebetulnya untuk mengurangi lemak yang berada didalam tubuh kita adalah dengan memperhatikan apa saja makanan apa saja yang masuk ke dalam tubuh kita. Untuk latihan di tempat kebugaran seperti ini, sampai bertemu makhluk kampret seperti itu, sebenernya nggak penting-penting banget kok. Selama kita tidak memakan berlebih dari jumlah kalori yang dibutuhkan, badan kita akan kurus.
Kita?
Gue aja kali, elu nggak.
Walaupun udah tau caranya, tapi tetep aja makannya berlebih. Bego ya(?)
Olahraga itu niatnya biar badan sehat. Tapi kalo kasusnya seperti diri gue, ya harus olahraga biar nggak kegemukan. Nggak enak juga kalau sedang main futsal, sepak bola, ataupun basket, cepet banget capeknya kemudian di ganti sama yang lain. Sama sekali nggak enak, padahal lagi seru-serunya.
Sekarang gue jadi sedikit lebih mengerti, ternyata di pusat kebugaran bukan hanya melatih otot, tapi juta melatih kesabaran. Target gue ya minimal kuat lah kalau diajak main futsal dua jam.
Tulisan kali ini sampai sini dulu.
Buat ngelatih jari-jari tangan lagi sih.
Ehehe

Daah.
Ini ada foto before and afternya...
Before


After
Targetnya sih yaa 'mau' nya ya sama seperti makhluk ini
Kayaknya nggak susah-susah banget lah ya. Ehehe

source : satu, dua