Sekarang ini, gue lebih banyak belajar arti kesyukuran. Meskipun ada beberapa hal yang terjadi diluar ekspektasi, tapi bukankah hidup memang seperti itu ya? Pasti ada saka hal-hal yang memang terjadi diluar kemampuan kita. Mau nya seperti ini, eh yang terjadi malah seperti itu. Mau nya sama si gadis A, eh si gadis A malah jadian sama kampret.
Eh
Itu kampret atau marmut?
Ya pokoknya seperti itu lah.
Gue mau curhat nih,
Mungkin akan terdengar menjijikan sih. Sebaiknya ketika baca tulisan ini, kamu sedang dalam kondisi tenang. Tidak terburu-buru. Dinikmati pelan-pelan sambil sesekali minum segelas kopi panas. Yang sachet aja biar gampang plus murah meriah, tapi kalo mau yang lain nggak apa-apa juga sih.
Kalo nggak mau ngelakuin hal itu….
Terserah kamu juga.
Jadi gini, semalam gue baru menemukan quote keren dari film Kungfu Panda 3. Quote itu berbunyi kurang lebih,
”Kalo kamu tidak melawan hal baru, kamu tidak akan bertambah kuat”
Dan, yeah… gue setuju dengan perkataan master Shifu tersebut.
**
Saat ini gue mengalami krisis kepercayaan (lagi). Karena…
Hmm..
Ya sampai detik ini gue dihadapkan dengan kejadian-kejadian yang membentuk diri gue krisis kepercayaan. Seperti ini misalnya,
Anggap saja Bubu adalah sahabat Bebe. Mereka berdua suka pergi bersama, makan barengan, ketika pergi juga sering berdua.  Tapi ketika suatu saat si Bubu sedang bersama berkumpul dengan teman-temannya yang lain, dengan santainya si Bubu bercerita tentang aib yang pernah dilakukan oleh Bebe.
WHAAAAT THE…!!!
Nggak habis fikir juga sih gue dengan manusia-manusia seperti Bubu. Dan gue yakin, diluar sana mungkin masih banyak Bubu lainnya. 
Dan sebab hal inilah, gue seperti…
“Apa semua manusia kayak si Bubu ini ya? Yang sepertinya dekat padahal aslinya sih bikin diri sendiri misuh-misuh”
Kok sepertinya, makin kesini gue malah ketemu cowo yang bersifat seperti itu ya?
**
Cerita selanjutnya,
Gadis yang kemarin gue ceritain di tulisan ini, akhirnya gue tau namanya. Tapi sebentar deh, kalo difikir-fikir lagi, gue kok kayak orang tua yang baru menjajaki masa-masa labil ya? Masa bodo lah, toh kalo urusan seperti ini, gue lebih memilih pasrah untuk mengangguminya dari jauh.
Oh iya, nama gadis itu adalah
….
….
….
Adalah
….
….
Ya nggak bakal gue kasih tau juga lah, nyet. Gila aja lau, kalo orangnya liat tulisan ini, bias ke-ge-er-an parah lah.
Tapi sepertinya sih, gadis berpashmina merah marun itu udah ada kampretnya deh. Dugaan gue aja sih, tapi nggak tau juga kenyataannya seperti apa.
Gue mau menganggumi dari jauh, bahkan kalo bisa sih sampai mengeluarkan beberapa puisi ataupun prosa karena gadis berpashmina merah marun itu. Gue pribadi, suka iri dengan orang-orang yang suka mengekpresikan rasa sayang serta kekagumannya melalui tulisan atau sebuah lukisan.
Sampai sekarang, gue mau banget menulis sebuah puisi ataupun melukis wajahnya diatas sebuah kertas. Semoga kesampaian nantinya. Hehehe.
Indah rasanya membaca bait-bait yang disusun dengan rapi dan memanjakan mata untuk melahap semua kata-kata yang ditulisnya. Tapi, semoga saja rasa kekaguman terhadap sosok itu, tidak melepaskan rasa kekaguman diri ini terhadap utusan serta ayat suciNya. Amin.
**

Cerita berikutnya,
Gue masuk kehidupan baru, rumah baru, rutinitas baru, lingkungan yang baru. Mungkin kebanyakan teman-teman gue nggak percaya dengan hal ini, tapi ya bodo amat lah. Ketika sudah dewasa seperti ini, seluruh orang memikirkan kehidupannya masing-masing, lebih memilih untuk memikirkan dirinya terlebih dahulu, ketimbang memikirkan untuk menolong orang lain. Hidup di dunia dewasa, ada bumbu yang seperti ini loh. Dan gue baru sadar, ternyata kemauan tokoh Peter Pan untuk tidak ingin dewasa itu, sepertinya memang enak ya.
Tapi kembali ke quote pertama itu, diri kita ini memang terkadang harus selalu melakukan hal-hal yang dilur kebiasaan kita. Supaya kita tau, bahwa diri kita ini lebih hebat dari apa yang kita fikirkan.
Sok bijak banget gue ya.
Dan semoga saja, apa yang kita paksakan saat ini, membuahkan hasil yang kita bayangkan.
Amin.
Dan oh…
Satu quote lainnya,
“Allah itu tidak akan memberikan ujian, diluar batas kemampuan seorang hambanya”
Mari kita berjanji untuk tersenyum, dan lakukan semaksimal mungkin!!
.
.
Pssttt.... Sebentar lagi disini mau ujian, gue pribadi, minta doanya untuk kemudahan para mahasiwa disini ya.
Syukron.