Suka denger siaran radio?
Suka dengan musik-musik yang sering diputar dijilat lalu dicelup dari radio?
Suka sama gue?
Yakin?
Ah jadi maluk.
Geli banget, nyet. Pembukaannya.
Selasa kemarin mungkin pengalaman pertama gue menyiarkan radio. Beruntung, almamater gue menyediakan wadah radio seperti ini, sehingga gue dan teman-teman yang lain bisa menikmati fasilitas ini. Yah, hitung-hitung mencari pengalaman. Tapi nggak semua dari teman-teman gue mengikuti kegiatan seperti ini. Dari mereka juga ada yang mengikuti kegiatan menulis majalah bulanan, kajian, fotografi, dan kayaknya masih banyak sih yang lainnya.
Jadi, ketika pembagian jadwal siaran, gue diberikan tugas di hari selasa bersama makhluk bernama Anita. Namanya cantik ya? Hm... Ta... Tapi...
Gue membawakan acara yang bernama ‘Masau’ singkatan dari ‘Masih bersama Soutika’. Sebetulnya gue ingin membawakan tema lain. Ketika kumpul pembagian tugas pun,
Si pembagi jadwal(Sambal): Sekarang, ana bagi jadwalnya ya. Yang membawakan tema tentang kejadian-kejadian baru seputar Mesir, Faruq sama Nida. Tema tentang bla... bla... bla... blaa...
Gue: “Gue apa nih?”
Sambal: “Oh iya, elu tentang apaan ya?
Gue: “Lah si kambing. Gue nanya bukannya dijawab, malah dibales nanya. Minta dilempar tombak nih” kata gue dalam hati.
 Gue: “Tentang keilmuan gitu dong”
Sambal: “Jangan elu, ji”
Gue: “Bisa aja lu becandanya. Hahaha”
Sambal: “Lah, gue serius. Siapa yang bilang becanda”
Gue: “TOMBAK MANA TOMBAK... WAH EMANG MINTA DIRAJAM PAKE TOMBAK NIH SAMBEL. eh, ORANG”

Dan pada akhirnya, jadwal siaran gue jatuh di hari selasa. Dengan tema yang aduhai sekali. Tema yang tidak berkaitan dengan keilmuan, melainkan tema yang teramat santai. Misalnya, tentang meng-gibah-kan orang selama dua jam kedepan. Ataupun tentang tips-tips nggak nyambung. Yah, seperti itu. Sedih ya? ketika gue tanya, alasan gue nggak diberikan tema yang berkaitan tentang keilmuan,
Sambal: “Jangan, ji. Gue nggak mau lu menyesatkan orang-orang lain. Cukup lah temen-temen deket elu aja ya” ucapnya. Santai. Santaaaii banget kayak lagi di pantai.
Fauzi, yang sabar ya. Harus sabar. Walaupun orangnya minta digampar. Tapi sabar ya.
Ketika selasa sore...
Kira-kira materi yang gue siapkan ketika itu hanya berupa tips-tips sesat menghadapi musim dingin, dan tentang bulan November gembira. Karena di bulan ini, banyak banget yang ulang tahun. Fikiran gue ketika itu, ‘Ah cukup lah ini. Nanti kan ditambah sama materinya si Anita’. Begitu gue Whatsapp Anita,
Gue: “Posisi?”
Anita: “Di lapangan. Masih ada lomba nih, ka” padahal umurnya lebih tua dari gue.
Gue: “Ok. Eh, udah ada materi?”
Anita: “Belom, ka. Kaka sendiri?”
Gue: “Hahah. Sama gue juga belom” padahal gue mau nangis.
Gue: “LAH SI POKEMON!!! TERUS KALO GINI, MAU NGOMONG APAAN PAS SIARAAAN NANTI BANCAAATTT!!!” teriak gue dalam hati.

Satu jam belum ada tanda-tanda kedatangan Anita. Si Sambal tadi pun juga belum datang. Si Sambal memang hampir setiap hari datang untuk membimbing para junior-junior yang baru masuk.Tepat sepuluh menit sebelum siaran, mereka berdua datang. Kompak. Keringat segar masih mengalir dari dahi mereka berdua, mereka memang peserta lomba. Tapi, gue juga keringatan juga sih. Keringat karena belum makan, dan ditambah partner gue nggak punya persiapan apa-apa.
Anita: “Ka, gue grogi nih”
Gue: “Yaelah, santai aja kali”
*dalam hati: “LAH ELU KIRA GUE KAGA?!!”

Siaran itu akhirnya dimulai. Pembukan dibuka oleh omongan gue pertama kali, meskipun agak sesat tapi niatnya nggak mau menyesatkan orang lain kok. Seriusan deh. Kemudian Anita pun berbincang-bincang juga. Jujur, gue sama makhluk bernama Anita ini belum pernah ngobrol sama sekali, tapi disuruh untuk siaran berdua.
Anita: “Ka, lagu pembukanya ini aja. Asoy nih lagunya”
Gue: “Mana coba denger?”
*setelah mendengarkan beberapa saat*
Gue: “Nit, lagu pertamanya jangan itu ya. Lagu itu lo puter sendiri di rumah aja”

Siaran gue dibuka dengan tips sesat untuk menghadapi musim dingin. Walaupun nggak nyambung, tapi bodo amat. Yang siaran gue ini. Obrolan selanjutnya adalah Anita menyampaikan salam-salam yang masuk di Twitter dan juga di hapenya. Ada salam untuk seseorang yang sedang ulang tahun, ada juga yang salam sekaligus request lagu Gigi yang berjudul Akhirnya. Dan salam itu tertuju kepada gue. Apakah se-hina itu diri gue?
Siaran ini berakhir dengan damai dan tenang. Meskipun terjadi beberapa kali kesalahan, semoga itu terakhir kalinya. Meskipun kita kurang materi, tapi Alhamdulillah masih bisa membicarakan hal-hal yang nggak jelas dan hal-hal sesat lainnya.  Yah, minggu depan semoga bisa lebih baik. Semoga.
Bagi yang ingin mendengarkan siaran radio gue bisa dibuka http://ikpmkairo.com disitu nanti ada gambar nya kok disebelah kanan. Atau bisa juga download Tune-in di Google playstore maupun di Appstore.
**
Btw, gue rencananya ingin membuat domain. Kasian juga sih sama blog ini, hampir tiga tahun belom pernah dikasih domain ataupun mengadakan Give away sama sekali. Kalo kalian ada saran untuk nama domain gue, komen aja ya. Ekekek.