Hina-nya diriku. Maafkan aku teman-teman
Salah satu hal yang terkadang membuat gue terganggu sampai saat ini adalah jadwal piket masak rumah. Mungkin karena ketika di rumah dulu gue hanya bisa masak air, mie instan dan telur ceplok, sehingga ketika piket masak disini gue terlihat amat sangat lemah dibandingkan temen-temen gue lainnya. Masih inget, ketika awal-awal hidup disini gue selalu menghilang setiap hari minggu. Karena di hari itu lah, giliran gue piket masak. Bahkan gue nggak mau megang hape selama satu hari, takut di telpon sama anak rumah untuk masak. Mungkin kalo gue jadi mereka, gue kesel sendiri sih sama orang yang seharusnya piket masak hari itu, tapi malah menghilang tanpa jelas keberadaannya. Kayak gue. Bahkan ketika hari minggu pagi, banyak nomer-nomer asing yang menelpon ke hape gue. Berhubung gue adalah sosok manusia yang sering ber-ekspektasi terlalu tinggi, sehingga mengira yang menelpon adalah teman gadis gue. Kemungkinan penelfon ini seorang gadis cantik memang nggak ada sih, tapi, ‘ Ga salah juga kal...