Sebuah lagu bisa menjadi sangat berkesan sepanjang saat, ketika lirik lagu itu pas dengan suasana hati kita. Terkadang saat diri kita sedang sedih, tanpa disadari kita lebih menikmati lirik-lirik lagu yang dilantunkan, ketimbang mendengarkan suara musiknya. Moment itu yang sering kali membuat gue,
‘Njiir, lagunya gue banget!’ sambil nepuk dada.
Biasanya sih nepuk dada sendiri. Tapi, kalo ada yang nepuk dada orang lain juga nggak apa-apa. BEBAS.
Lagu yang terkenang sama diri gue sampai saat ini adalah Count On Me-nya Bruno Mars. Dulu lagu ini dinyanyikan oleh sahabat gue, ketika kita sedang menikmati soto Lamongan. Bingung sebenernya, harus menikmati makanan enak ini atau mendengarkan sahabat gue bernyanyi. Tapi setelah dicermati liriknya, lagu ini sukses bikin gue baper, karena telah dianggap sosok sahabat olehnya. Terlebih ketika reff nya yang berbunyi,
And I know when i need it’
‘I can count on you like 4, 3, 2’
‘And you’ll be there’
‘Cause that’s what friends are supposed to do, oh yeah’
Mirip Didi Kempot ya
http://www.newseveryday.com

Dua minggu, lagu ini menjadi daftar lagu paling sering yang gue mainkan ketika lagi sendiri. Terkadang gue suka senyum-senyum sendiri, ketika mendengarkan lagu ini. Dan sekarang gue sadar, betapa menjijikannya diri gue saat itu. Pantes aja, temen-temen yang lain sering menganggap gue gila karena senyum-senyum nggak jelas. Hina banget gue.
Yah, lagu ini hanya bertahan dua minggu saja. Karena setelah itu, dia jadian dengan temen gue yang sifatnya kurang gue suka. Gue udah larang. Tapi yah, namanya juga lagi jatuh cinta, tiba-tiba temen gue jadi budek. Mereka pun jadian. Bahagia. Gue dilupakan. Kirdun.
 Tapi sekarang kita udah baikan kok. Beneran deh. Ehee.
Sebelumnya lagu itu memiliki kesan baik untuk diri gue, tapi makin kesini lagu itu yang membuat gue sukar untuk mempercayai orang lain. Walaupun seperti itu, gue sudah mulai terbuka sedikit demi sedit sih. Tapi makin kesini, gue jadi kurang percaya untuk berbagi cerita kepada orang lain ya. Kalo pun cerita, hampir semua yang gue ceritakan gue ganti nama tokoh-tokohnya. Yang seharusnya partner cerita gue mengenal siapa sosok orang yang gue ceritakan, sekarang gue rubah agar dia nggak tau sama sekali siapa sosok itu. Termasuk sosok perempuan yang gue taksir saat ini. Seandainya mereka tau siapa sosok perempuan itu, pasti dengan bangga mereka akan mengatakan,
‘Wah, cewe itu pasti hari-harinya jadi suram gara-gara ditaksir sama elu, ji’
Yah lebih baik gue nggak usah cerita ke mereka kalo akhirnya akan kayak gitu sih.
Kalo lagu kenangan terindah kalian, apa?