Cuaca di Mesir sekarang ini, memasuki cuaca yang aneh. Cuacanya labil. Ketika siang hari, udaranya panas. Debunya juga menambah panas ketika di siang hari. Yang paling harus dikasihani adalah para makhluk halus.Para perempuan. Dari rumah, udah tampil maksimal, make-up dari pagi, pake bedak ber-kilo-kilo. Eh pas keluar rumah, bedaknya berubah jadi debu. Yang tadinya putih, menjadi buluk. Kasian.
Dan ketika malam, cuacanya berubah drastis. Menjadi dingin. Padahal musim dinginnya udah lewat. Emang cuacanya aja labil. Sama kayak temen-temen gue yang lainnya. Pada labil. Jauh-jauh pergi ke Mesir, masih aja labil. Bego.
Gue juga masih sering sih.
Mahasiswa Mesir sekarang, sedang disibukkan dengan kompetisi olahraga. Entah sepak bola, maupun basket. Pesertanya dari setiap kedaerahan. Kebetulan gue masuk di keluarga besar daerah Jakarta. Dan ke-keluarga Jakarta ini, mempunyai musuh bebuyutan yaitu keluarga besar Jawa barat. The Jak versus Viking gitu. Gue juga nggak terlalu mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia sih. Yang lebih gue tahu, hanyalah brantemnya ketimbang main bolanya.
Adapun motto kekeluargaan gue, ‘Kalah menang, yang penting ribut’. Horor. Tapi alhamdulillah, sampai sekarang nggak pernah ribut walaupun pernah kalah. Kalo pun bikin keributan, yang di takutkan adalah kalo sampai warga aslinya turun tangan. Bukan turun tangan juga sih, takutnya kalo orang Mesir hidungnya tambah panjang, kemudian kita para pelajar Indonesia, di tampar sama hidungnya.
Orang Mesir: Ta’al yaa walaa (WOII, SINI LO!!)
Plaak... plaak... plaaak.... plaaakk
Mahasiswa Indonesia:  Aww... awww.... aww... aww....
Anti klimaks.
Untungnya, ini hanya terjadi di lapangan aja, nggak sampai di kegiatan sehari-hari. Kasian aja gitu, kalo sampe ada cewe khilaf dari keluarga Jawa barat yang nge-fans sama gue gitu, terus gara-gara pertengkaran ke keluargaan itu, dia nggak bisa deket-deket lagi sama gue. Kan kasian.
Yah, walaupun sampai sekarang belum ada cewe khilaf yang nge-fans sama gue juga sih.
Di turnamen ini, gue ikut turnamen basket. Oke, ini sebuah kebetulan. Murni kebetulan. Sejatinya, karena kebanyakan para pemain-pemain basket hebat dari Jakarta telah pulang ke Indonesia dan nggak pulang ke Mesir lagi, makanya gue bisa ikut main di turnamen ini.
Dan disini lah gue. Di acara turnamen basket, dengan para peserta orang-orang hebat, sedangkan gue hanya lah manusia yang tidak memiliki pengalaman sama sekali dalam memainkan bola basket.
“Yang gue sebut tadi, main pertama ya. Yang belum disebut, mainnya nanti. Kita gantian-gantian kok. Tenang aja” kata senior gue.
“Sip”
“Sebelum kita mulai, kita doa dulu. Al-fatihah...
“Oh iya satu lagi. Mereka ini mainnya cepet dan kasar. Hati-hati kena sikut mereka. Nanti mainnya santai aja ya”
Anying. Belum main, udah dikasih kabar nggak gembira kayak gini. Ngomongnya santai banget lagi.
“KPJ.... KALAH MENANG BRANTEM!!”
“WOOOII!!!”
Dan tentu saja, nama gue nggak disebut untuk bermain pertama kali. Sekarang gue hanya menjadi pemain pengganti, sekaligus merangkap menjadi suporter. Walaupun begitu, gue seneng aja sih jadi suporter. Bisa teriak-teriak.
Attack woiii!!!”
“Langsung defanse, mereka langsung serangan balik itu, coyy!!”
“Bang, es teh duaa!!”
Kalo liat pertandingan kayak gini, entah kenapa gue gemes sendiri sama pemain-pemainnya. Ada yang nggak mau lari, ada yang hanya ikut menyerang ke ring musuh dan nggak mau balik lagi, ada yang hanya minta bola aja. Ada? Adaa. Emm... itu ciri-ciri gue sih kalo main.
Dan ketika quarter kedua mau dimulai,
“Ji, lo main. Lo under ring aja ya nanti. Jangan terlalu maju kedepan”
“Tenang. Gue juga nggak mau banyak lari-lari. Sadar diri, badan gue susah diajak lari” kata gue dalem hati.
Pertandingan pun di mulai.
“Zii, lo maju ke depan. Ayo lari-lari!!” kata temen gue yang merangkup sebagai pelatih. Gadungan.
“Ayoo... Attack!!”
“Ji, lo tunggu di under ring musuh. Cepet larii!!”
Syetan!! Tadi kan gue disuruh deffanse. Kenapa sekarang malah disuruh maju!! ARRGGHH!!
***
Pertandingan diakhiri dengan kemenangan keluarga Jakarta, dengan skor yang lumayan memuaskan. Gue sendiri telah memberi kontribusi yang cukup baik. Membuat pelanggaran lima kali. Three second di garis pertahanan musuh dua kali. Nggak pernah sekali pun melempar bola ke ring musuh. Alhamdulillah, nggak memasukkan bola ke ring sendiri juga. Bisa dibilang permainan perdana gue ini gagal. GAGAL TOTAL.
BANGSYHAAAD
....
Yah, semoga permainan selanjutnya gue bisa main lebih baik dari pertandingan pertama. Semoga. Se-nggaknya, gue bisa lempar bola ke ring musuh. Walaupun sekali. Biar nggak keliatan, bego-bego banget.