Sebelumnya mau ngucapin, mohon maaf lahir dan batin. Walaupun lebaran udah semingguan lebih, tapi sekarang kan masih bulan syawaal. Mohon maaf banget buat semua temen-temen blogger dan juga temen-temen gue di kehidupan nyata gue. maafin kalo gue belom bisa jadi teman yang baik untuk diri kalian, maafin yaah.
Semua manusia itu pasti punya mimpi. Entah itu anak kecil, sampai anak labil. Kalo dulu ketika kita masih sekolah dasar atau di bangku taman kanak-kanak, terkadang kita mempunyai impian yang besaar banget. Entah itu jadi polisi, dokter, pengusaha, pendamping hidup kamu, iya kamu yang baca tulisan ini. Tapi setelah berkembangnya umur, manusia mulai melupakan impiannya ketika masih kecil. Yaah... mungkin bagi sebagian orang, masih ada yang tetap semangat sampai saat ini, untuk mewujudkan impian masa kecilnya. Tapi menurut gue, seiring bertumbuhnya umur seseorang, maka impiannya ketika dia masih kecil, perlahan mulai menguap.... dan akhirnya hilang begitu aja.
Sekarang, gue mau berbagi pengalaman tentang beberapa mimpi-mimpi gue. Semoga aja tulisan kali ini ada manfaatnya. Iya, semoga aja tulisan kali ini nggak menghina kaum-kaum yang buta akan belaian kasih sayang.
Dulu, ketika masih sd gue ngebet banget untuk jadi seorang polisi. Kayaknya keren aja gitu, kalo jadi polisi. Punya seragam, disegani masyarakat, bisa menghukum orang. Yah, mungkin saat ini salah satu hukuman yang sering kita lihat, yang diberikan polisi adalah berupa surat tilang bagi pengendara yang ‘nakal’. Itu salah satu hal baik yang dilakukan agar masyarakat nggak mengalami hal buruk di perjalanan. Tapi, yaaa sekarang ada aja sih, polisi yang emang sengaja nyari-nyari kesalahan pengemudi, untuk menambah ‘uang saku’ mereka.
Impian gue itu perlahan mulai hilang, ketika gue lulus dari sd.
Ketika gue masih di pondok, gue sering banget denger kalo mimpi-mimpi itu seharusnya ditulis di atas kertas. Agar kelak nanti, kita bisa lihat kalo apa yang kita tuliskan di kertas itu, telah kita capai semua. Jujur aja, gue sebagai anak pondok, nggak pernah memimpikan jadi ustad atau kyai. Gue sadar diri aja sih, kesalahan gue masih banyak dan ilmu yang gue punya masih dikit. Dikit banget malah. Sedikit harapan yang aku punya untuk bisa memilikimu. Iya kamu, yang cantik itu. nggak usah noleh, orang yang aku maksud kamu. Iya, kamu. YANG GUE MAKSUD ITU, ELOO!! WOOYY... ELUU. IYA ELOO. AH ELAH. Sorry, kebawa suasana.
Sebelum gue aktif ngeblog seperti saat ini, gue pernah mimpi untuk bisa nerbitin sebuah buku. Sebuah karya yang memang murni ketikan gue di ms. Word. Mimpi itu muncul, ketika gue baca buku karya dia di pondok. Bukan yang novel, tapi yang komik. Dan memang harus ngumpet-ngumpet buat baca komik itu. Sampai ketahuan sama bagian kemanan, komik gue bakalan di bakar. Itu juga kalo gue ketemu bagian kemanan yang masih baik hatinya. Kalo yang galak, harus say ‘good bye’ sama rambut dan say ‘good bye’ sama seluruh kegiatan olahraga. Orang botak di pondok gue, memang haram hukumnya untuk olahraga. Yah, mungkin takutnya, pondok gue dianggep perguruan sholin yang ngajarin silat, bukannya baca-baca kitab arab. Mungkin. Nggak tau juga sih. Tapi initinya, kalo orang botak olahraga bakalan dapet dosa. Secara, itu kan haram buat orang botak.
Ketika gue lulus, dan masih dalam masa pengabdian, (P.S:pondok gue mewajibkan bagi yang lulus untuk mengabdi kepada pondok, entah itu jadi guru dan mengajar santri lagi,atau kuliah, ataupun dagang) gue nyoba buat ikutan lomba yang diadakan oleh komunitas blogger. Bukan komunitas sih, bagi gue itu adalah keluarga gue di dunia blog, yang ngajarin gue segala macem tentang blog dari nggak tau apa-apa sampai saat ini. Gue coba-coba kirim. Beruntung ketika penyaringan pertama, tulisan gue lolos ke duapuluh lima besar, dari lima puluh lebih pesertanya. Seneng banget. Dan ketika itu, tulisan yang sekiranya memang harus diperbaiki, dari segi tulisannya, bahasanya, harus di revisi. Termasuk tulisan gue juga.
Sampai hampir tiga bulan lebih, ranger, sebutan admin komunitas gue, nggak ngasih kabar tentang lomba ini. Dan alhamdulillah, penantian gue nggak sia-sia. Ketika itu, gue iseng buka-buka group, dan nggak sangka ternyata pengumumannya udah keluar. Ketika baca nama-nama yang lulus, gue liat ada nama gue nyempil di nama-nama pemang. Yap, tulisan gue beruntung lolos ke duabelas penulis, yang tulisannya akan diterbitkan. Seneng, bangga, pokoknya campur aduk lah.

Kalo kalian liat arsip blog gue bulan juni, disebelah kanan, tulisan gue bulan itu cuman dua. Yah, ketika itu gue memang lagi sibuk-sibuknya buat masuk universitas yang gue impikan sejak gue di pondok. Dan termasuk salah satu impian yang gue tuliskan di kertas. Tahun lalu, sebenernya gue udah daftar di universitas itu. Tapi karena ada suatu hal, sampe ujian itu dibatalin. Dan gue harus sabar dan harus ikhlas menunggu sampai pembukaan ujian itu dibuka lagi. Yah, sampai saat ini.
Alhamdulillah usaha keras gue, serta doa dan restu dari orangtua membuahkan buah hasil yang menyenangkan. Gue lulus di ujian pertama, dan lulus juga di ujian kedua. Di ujian kedua ini, pengujinya langsung dari universitasnya, jadi agak nervous buat menghadapinya. Terlebih, ada satu soal yang gue nggak bisa jawab. Satu soal yang bikin gue strees, takut bikin gue nggak lulus. Dan mungkin, memang semua ini berkat doa dari orangtua. Akhirnya bisa bikin gue lulus. Jangan pernah ngeremehin doa orangtua. Terlebih doa seorang ibu. Catet!
InsyaAllah kalo nggak ada halangan, Akhir september gue berangkat. Minta doanya aja ya.

So, kesimpulan yang bisa diambil dari tulisan gue, jangan pernah meremehkan impian lo. Mungkin aja, hidup lo yang saat ini memang berdasarkan apa yang lo impikan ketika dulu. Yakin aja deh, kalo mimpi-mimpi lo akan terwujud. Tuhan itu nggak tidur, dia pasti denger kok keluh kesah hambanya. Apalagi keluh kesah jomblo. Jakarta sering banjir, yah... karena yang jomblo selalu doain supaya tiap malam minggu hujan. Yang terakhir itu sih, menurut gue aja sih. Oh iya, dan jangan pernah buat meremehkan doa ibu kalian. Itu doa paling ampuh banget. Kalopun impian lo belum terwujud, pasti Tuhan punya rencana lain. Baca tulisan gue yang ini, mungkin bisa membantu.

Tulis penglaman kalian dengan mimpi-mimpi kalian di kotak komentar ya!!