Kali ini gue akan memeparkan ritual seonggok santri. Langsung capcus……


Sebaimana yang lo semua tau, yang namanya seorang santri nggak lepas dari yang namanya temen dari berbagi daerah. Gue punya temen” disetiap daerah, dan manfaatnya banyak banget kalo temen lo berasal dari berbagi daerah. Kalo misalnya lo tersesat di suatu daerah lo tinggal nelpon temen lo yang tinggal disitu, kalo kelaperan bisa numpang makan (kalo nyokapnya nggak masak beda lagi ceritanya). Intinya banyak manfaatnya kalo lo punya temen di berbagai daerah. Tapi semua hal itu sia” kalo lo nggak punya nomor HP/Fb mereka.


Gue yang udah selesai menjadi santri dan sekarang berubah menjadi maha’santri’ nggak lupa dengan ritual santri. Yaitu makan bareng dalam satu piring. Disebutnya ‘tajamuuk’, gue nggak tau kalo sebutan di pondok lain. Sebenernya hal itu dilarang sama pondok gue, tapi mungkin dipondok” lain hal itu udah sebagai rutinitas, mungkin. Ketika gue santri, untuk melakukan ritual tersebut gue harus ngumpet” dari bag. Keamanan pondok gue. Soalnya sanksi yang ketahuan melakukan hal itu bisa di botak. Dan untungnya selama gue melakukan hal itu gue nggak pernah ketahuan.


Ketika temen" gue lagi puasa #danguenggak, mereka mesen satu ekor ayam, tentunya yang udah digoreng. maklum temen gw nggak hobi makan ayam hidup".


Setengah jam sebelum maghrib, ayamnya sudah
tergeletak di lantai beserta nasinya. dan yang bikin gw sama temen" gw kesel, ayamnya seolah" menghina gw sama temen' gue karena belom bisa nyentuh dia. lihat fotonya dibawah, dia telah berani menguji kesabaran gue sama temen' gw.



Setelah adzan berkumandang, akhirnya nasib ayam ini berakhir di dalam perut gue dan temen" gw. sengaja foto setelah dia dihabisi oleh sekawanan orang" yang nggak makan seharian gue nggak pejeng, gue nggak kuat liatnya, malang sekali nasib mu, Ayam.

semoga kau tenang di alam sana, Ayam. Rhyme in peace.