Temanku ternyata
Kalo di kelompokkan, mahasiswa disini tinggal berdasarkan tiga kelompok. Pertama, hidup bersama temen-temen se-almamater. Kedua, hidup bersama orang-orang yang satu daerah. Dan yang terakhir, bedasarkan mediator yang membawanya dari Indonesia menuju Mesir. Kebetulan gue tinggal bareng temen-temen almamater. Yang dulunya senior di pondok, sekarang jadi senior disini. Dulunya bagian pengurus masjid, yang tugasnya mukulin santri supaya maju ke shaf depan, sekarang jadi senior di kampus. Terkadang ketika gue memandang wajah senior gue ketika tidur, “Ini manusia, dulu mukul gue pake sajadah supaya maju ke shaf paling depan. Kalo sekarang gue lempar mukanya pake setrika an, kira-kira dosa nggak ya?” Ada empat mahasiswa baru lain, yang tinggal serumah bareng gue. Dan diantara mereka, hanya satu orang yang rajin kuliah maupun belajar langsung dari Syekh. Sisanya, nggak terlalu semangat untuk mengerjakan hal itu. Termasuk gue juga sih. Yah, namanya juga manusia, pasti punya minat y...