Apakah kamu ingat perjalanan kita di senja hari itu?
Berapa kali aku harus menahan gemetar hatiku ketika kamu tertawa. Tawa yang selalu bisa membuatku tersenyum. Mungkin itu akan menjadi tawa terakhir, yang ku lihat dari wajah indahmu. Setelah sekian lama tidak berjumpa, kita bisa berjalan bersama lagi. Iya, itu semua kita lakukan karena kita terlalu lama larut dalam mengenang kesalahan yang kita lakukan dulu. Kita terlalu mementingkan ego yang kita punya. Padahal aku dan kamu tau, bahwa kita berdua lah yang salah. Ahh... Aku benci jika mengingat hal itu lagi.
Apakah kamu ingat tentang pelukkan itu?
Pelukkan di senja itu akan menjadi akhir dari kisah kita. Aku tahu, kita saling menyayangi satu sama lain. Aku dan kamu. Rasa sayang yang sampai kapan pun hanya tersimpan dalam sebuah kebisuan. Dan aku yakin, tidak ada orang lain yang mengetahui rasa ini. Karena hanya kamu yang dapat merasakan rasa sayang ini. Bukan orang lain.
Apakah harus ku kecup keningmu?
Aku mohon hentikkan tangisanmu itu. Tangisanmu itu hanya membuat batinku lebih tersiksa. Cukup karena masalah kita di masa lalu, jemariku harus menghapus air mata yang mengalir di pipimu. Sebuah kesalahan yang aku lakukan karena terlalu mementingkan ego yang ku punya, dan mengabaikan dirimu. Padahal ku tau, yang kamu butuhkan hanyalah pundak ini untuk mengungkapkan segala keluh kesahmu. Ku mohon, tahan tangisanmu itu sampai aku pergi dari bandara ini. Aku mohon.
Perpisahan ini memang menyakitkan. Tapi bukankah awal dari segala hal, memang menjadi bagian yang paling tersulit? Tetapi, aku bisa sedikit bernafas lega karena ada lelaki lain yang akan selalu menjagamu dan tulus menyayangimu. Semoga dia selalu melindungimu.
Kau tau?
Rencana Allah itu unik. Tidak ada satu pun yang mengetahui rencanaNya. Dan sampai kapan pun, aku tidak akan pernah mengetahui masa depanku. Begitu juga denganmu dan semua orang. Tapi yang aku tau, aku bahagia karena pernah menjadi bagian hidupmu.
Kau tau?
Sekarang aku merasa hidupku lebih asyik. Karena, walaupun aku menyadari diri kita tak akan pernah saling memiliki, aku bahagia bisa merasakan senyuman yang tergambar tulus di balik bibirmu itu. Sampai kapan pun, senyumanmu itu akan selalu ada dalam memoriku.
Terkadang, kita harus sadar dan berlapang dada dengan beberapa hal yang memang tidak bisa kita miliki.

Sumber http://larissahuda.blogspot.com/2013/10/wanita-di-ujung-senja-itu-violet_19.html