Wednesday, 25 June 2014

Apa ini yang disebut 'Sahabat'?

Sahabat. Kalo ngomongin masalah ini, nggak akan ada habis-habisnya. Panjang banget kalo cerita masalah tentang sahabat. Pernah waktu itu, tepatnya sih malem minggu, gue sama temen gue ngebahas tentang sahabat. Yah, memang faktor nggak punya kekasih juga sih, makanya lebih menyibukkan diri sama temen-temen aja yang ada disekitar. Bukannya kita nggak laku, tapi persoalannya hanya di wanita-wanita yang ada di sekitar kita. Mereka aja belum sadar kalo disamping mereka ada cowo keren. Mereka nggak peka. Hiih... *ini kok ngondek banget -,,-. Memang saat ini gue megang teguh prinsip nggak pacaran. Kenapa sampai saat ini gue nggak pernah pacaran?? Karena belum ada wanita yang pantas mendapatkan gue. Aaiihh... sedaaapppp.
Di postingan-postingan sebelumnya gue udah pernah nulis tentang persoalan sahabat. Kalo mau ingin tau lebih tentang cerita-cerita gue sebelumnya, bisa baca disini, disini, disini dan disini. Dan pada kesempatan kali ini, gue akan cerita singkat tentang sahabat gue itu.
Anggep aja namanya Ria. Hampir tiap hari kita makan bareng dan cerita segala hal. Gue juga heran, kenapa setiap ketemu, pasti adaaa aja sesuatu yang diomongin. Yah, mulai dari keluarga, temen-temen terdekat, pelajaran, bahkan ngomongin orang pacaran disamping kita duduk. Kita ngomongnya menggunakan bahasa arab sih, jadi presentase ketauan sedikit. Walaupun gue teriak-teriak juga, mereka nggak akan paham. Dan ini adalah salah satu yang gue banggain sebagai anak pondok. Hihihi *ketawa elegan*.
Yah, memang sih, persahabatan gue sama Ria ini masih sebentar. Baru sekitar lima bulanan. Tapi kita udah janji, akan menjadi sahabat selamanya.
Ketika itu, muncul orang ba(r)u di persahabatan kita. Gue nggak suka sama orang ini, karena gue tau sifatnya gimana. Dan memang, dia salah satu orang yang masuk ke daftar blacklist gue. Tapi hal ini nggak berlaku untuk Ria. Ternyata orang kampret ini PDKT sama Ria, dan voila... mereka pun jadian. Selama masa PDKT-an itu, Ria nggak pernah cerita apapun sama gue. Bahkan ketika jadian pun dia nggak cerita sama sekali ke gue. Pada akhirnya, dia melanggar perjanjian yang telah kita buat.

Thursday, 19 June 2014

Masih zaman yaa, sabar?

WAZAAAAPPP...!!
Setelah sekian lama, menghilang akhirnya dateng lagi ya gue. Hufft.... dua bulan kemarin lagi sibuk-sibuknya di dunia nyata. Dilain kesempatan gue akan nulis ceritanya oke. So, disini ada yang kangen sama gue nggak? Ada dong... ya kan... Memang susah sih, jadi orang yang sering dikangenin sama banyak orang di luar sana. Aduuh.... maafin qaqa yaaak. *Yang mau muntah silahkan ya.
So, check this out

Salah satu sifat manusia yang terpuji adalah sabar. Dan ini gue dapatkan berdasarkan survey yang telah dilakukan. Tentunya bukan gue yang melakukannya, tapi orang lain. Soalnya ketika itu gue lagi sibuk. Entah sibuk apa gue juga nggak tau, pokoknya waktu itu gue lagi sibuk titik. Kayaknya sih waktu itu gue lagi sibuk makan. Atau gue sibuk tidur. Atau sibuk.... ah, pokoknya diantara itu lah. Makan dan tidur.
 Dari seratus orang, delapan puluh dari mereka meng-‘iya’-kan, kalo sabar itu adalah salah satu sifat terpuji dari manusia. Dan dua puluh orang lainnya menjawab kalo sabar itu ‘bukanlah’ sifat tercela. Jadi intinya, seratus orang itu setuju kalo sabar itu adalah sifat terpuji.
Di dunia ini nggak mungkin ada manusia normal, yang nggak pernah mengalami sebuah masalah. Pasti semua manusia normal, mempunyai masalah. Entah itu masalah dari keluarga, masalah teman, masalah pacar, ini bagi yang punya aja. Yang nggak punya, GA USAH NGAKU-NGAKU, WOYYY!!. Sorry, gue kebawa suasana. Kemudia ada masalah ekonomi juga, masalah fisika, masalah matematika, masalah biologi. Ini kenapa jadi ngebahas mata pelajaran untuk ujian  -,,,-”??
Akhir-akhir ini, gue merasakan kalo sifat sabar gue lama-lama menjadi berkurang. Yang tadinya bisa menahan diri untuk nggak makan banyak, sekarang udah nggak. Yang dulunya gemuk sekarang, makin gemuk. Nggak ada bedanya sih.