Tuesday, 25 February 2014

Hari kasih sayang

Hari valantine kemarin, bagi gue sama aja layaknya hari-hari biasa. Hanya HARI BIASA. Hari valantine itu hanya dirayakan oleh orang-orang yang punya pacar. Berhubung saat ini gue nggak punya pacar, karena sampai saat ini belum ada cewe yang pantas mendapatkan gue *Tsaah, makanya gue nggak merayakan hari alay itu.

minjem dari sini
Kalo emang beneran sayang, lakukan dengan perbuatan, tuntun dia ke jalan yang benar, selalu ada ketika pacar lo membutuhkan pundak lo untuk berkeluh kesah. Kalo pun, ketika pacar lo lagi sedih, dan lo sendiri lagi sibuk mikirin tugas kuliah, sampai lo nggak bisa memberikan pundak lo kepada pacar lo untuk berkeluh kesah. PANGGIL GUE. pundak gue siap untuk jadi sandaran pacar lo. *KhususCewe

Valentine kemarin, paling berkesan untuk penduduk yang tinggal di daerah Jawa timur. Karena tepat di hari valentine, gunung Kelud meletusss. JENG... JENG... JENG... JENGGG..... *Backsoundhorror. Dan berhubung gue tinggal di kampung unik, gue merasakan letusan gunung Kelud itu.

Malam itu, gue lagi asyik telponan sama temen gue. Kebetulan yang gue ajak telponan adalah seorang cewe. 
Makanya gue bilang ‘Asyik’. Kalo yang gue ajakin telponan saat itu seorang cowo, kata ‘Asyik’ berubah menjadi ‘Biasa-biasa saja’. Jadi bentuk kalimatnya adalah, ‘Malam itu, gue lagi ‘biasa-biasa aja’ telponan sama temen gue’. Nggak enak memang.

Anggep aja nama temen gue ini Dudu. Itu memang nama aslinya sih. Dia kepingin banget, namanya masuk ke blog gue. Dan berhubung gue adalah seorang teman yang baik, rajin, pandai beralasan, peduli terhadap teman, tampan, ganteng, banyak banget cewe yang ngejar-ngejar, makanya gue masukkan nama temen gue itu ke blog gue.

Lo kira-kira sendiri lah, tulisan mana yang Victim.

Dan ketika pembicaraan kita sedang, ‘hahaha-hihihi’, hujan pun turun.

Saturday, 8 February 2014

Sahabat harus Ikhlas

Ikhlas. Hal yang mudah untuk diucapkan, tapi sedikit orang yang bisa mempraktekannya. Ikhlas itu ilmu tingkat tinggi. Belajarnya setiap hari. Latihannya setiap saat. Ujiannya sering mendadak. Tapi akan indah, kalo memang bisa menerimanya dengan lapang dada.
Saat ini gue harus ikhlas kalo sahabat gue Ria, jadian sama si Boby. Yah, Boby, orang yang gue benci selama hidup gue di pondok. Akhirnya jadian sama sahabat gue, Ria. Gue udah berusaha sekuat mungkin agar mereka nggak jadian, tapi malah akhirnya gue di diemin sama Ria, lalu mereka jadian tanpa sepengetahuan gue. #KAMPRETMAKSIMAL
Seneng? Nggak sama sekali. Gue nggak seneng sama sekali atas jadinya Ria dan Boby. Gue benci dengan hal itu. Entah lah, gue ngerasa hubungan gue sama Ria, udah nggak sedeket dulu. Sekarang dia lebih sering untuk nggak terbuka dan nggak jujur tentang hubungannya sama Boby. Waktu itu dia bilang ke gue, kalo perasaan dia ke Boby biasa aja. Tapi itu ketika kita lagi makan. Setelah selesai makan dan perjalanan nganterin Ria pulang ke kostan, dia bilang ke gue, ‘Gue kangen sama dia, mat. Tiap menit gue kangen sama dia’. Jujur atau nggaknya dia ke gue, itu urasan dia. Tapi, sumpah ini lebay banget. Tiap menit? Apa semua orang pacaran, kangen sama pacarnya tiap menit? Sumpah, lebay pooll.
Minjem dari sini
Hari-hari gue di kampung unik saat ini, udah nggak seperti dulu. Sekarang rasanya nggak enak, nggak seru lagi. Sama halnya kayak nasi yang udah jadi bubur, terus dimakan tanpa ada kecap atau pun kerupuk, jadi intinya hambar banget lah. Kalo dulu, gue sering denger ketawanya Ria yang menggelegar, sekarang udah nggak bisa. Kalo dulu,

Tuesday, 4 February 2014

#Friendship

Semua manusia di dunia ini pasti pernah merasakan titik terendah dalam kehidupannya. Mulai dari hal-hal kecil sampai hal yang besar. Sedikit contoh dari hal kecil adalah nggak punya pacar, setiap malam minggu di habisin di kamar sambil nonton film india, dan banyak lagi hal yang nggak bisa gue tuliskan disini. Contoh dari hal besar adalah seperti NGGAK PERNAH PUNYA pacar selama sembilan belas tahun, dan kemudian punya gelar sebagai jomblo perak. Gue kapitalin tulisan ‘nggak punya’nya, supaya gregetnya terasa. Itu memang murni pengalaman gue sih, tapi anggep aja itu pengalaman orang lain.
Di tulisan gue yang ini, gue pernah ngebahas tentang pertemanan juga. Tapi masalah yang gue hadapi sekarang berbeda dari cerita sebelumnya.
Alhamdulillah sekarang gue punya temen deket. Anggap aja namanya Ria. Itu memang nama aslinya sih, tapi anggap aja itu nama samarannya. Pertama kali ketemu sama Ria, gue nggak ada pikiran sama sekali untuk bisa jadi temen deketnya. Malah pertama kali ketemu, gue naksir sama Ria dan mimpi bisa jadian sama dia.
Pertemanan gue makin deket sama Ria, ketika kita ketemu di kampung unik. Kalo sebelumnya gue sering curhat sama Ria via telpon, dan sukses bikin pulsa gue abis. Kalo sekarang, gue nggak perlu mikirin pulsa abis, soalnya gue bisa cerita langsung sama orangnya. Sebelum gue kenal Ria, gue punya sifat aneh dengan cewe. Entah kenapa Gue grogi setiap ketemu sama cewe. Dan sampai gue kenal Ria pun, gue masih punya sifat itu. Keren banget gue kan?
Pertama kali gue makan bareng berdua sama Ria, itu... ‘Sesuatu’ banget. Cowo dengan sifat grogi setiap ketemu cewe, sekarang berhadapan langsung sama cewe cakep. Ketika kita makan,semua pandangan pengunjung lain langsung mengarah kepada gue dan Ria. Gue melihat tatapan orang-orang, seolah-olah mereka berkata,