Tuesday, 21 January 2014

Malam tahun baru di pulau terindah #Part3

Baca sebelumnya disini dan disini biar paham. Ceritanya dijamin nggak ngebosenin. Serius.
Waktu sudah menunjukan jam lima lebih. Sedangkan rombongan gue masih belum berhasil menemukan jalan menuju ke pantai Sempu. Di tambah lagi, matahari udah mulai nggak terlihat di hutan. Gue yakin, temen-temen gue udah mulai putus asa karena sampai sekarang belum sampai di pantainya. Gue bisa mengatakan kalo rombongan gue putus asa, karena rombongan gue memulai perjalanan dari jam dua siang, yang seharusnya sekarang kita udah bisa santai-santai di pantainya, dan tentunya gue udah punya kenalan cewe. Tapi kenyataannya? Sampai sekarang kita masih tersesat di dalam hutan.
Ketika sedang istirahat di pertigaan hutan, ada rombongan lain yang menuju ke araha kita. Saat temen gue bertanya ke mereka, nggak ada satu pun dari mereka yang menjawab pertanyaan temen gue itu. Ternyata di barisan belakang rombongan itu ada tour guidenya.
‘Mana guide kalian?’
‘....’
‘Nggak ada, pak. Kita nggak makai tour guide. Kalo jalan ke pantai Sempu, lewat mana ya, pak?’
‘Ada tiga puluh jenis pantai di pulau ini. Kalian mau kemana memang? Sudah, lebih baik kalian balik saja. Ini sudah sore’
KAMPRET. Lagian yang bilang ini masih pagi siapa, ndul?
Ini orang bukannya jawab pertannyaan malah nyuruh rombongan gue pulang. Nggak tau capeknya rombongan gue muterin hutan tiga kall apa? Ternyata masih aja ada orang pelit di dunia ini. Gue doain supaya tour guidenya lupa jalan. Biar kesesat juga mereka. Atau minimal rambutnya cepet ilang dari kepalanya.
Dibilang kayak gitu, rombongan gue tambah down. Malah ada temen gue yang berkata,
‘Udah kita bikin kemah disini aja’.
‘Lo aja yang tinggal disini, gue mau ke pantainya. Udah, kita usaha dulu. Lo banci banget sih’. Kata gue. Sebenernya bukan gini juga sih dialognya. Ini biar keren aja, tapi intinya gue nolak bikin kemah di hutan.
Ternyata rombongan ber-tour guide itu nggak melewati jalan yang dari tadi kita lewatin. Mereka berjalan ke jalan yang di halang oleh batang pohon besar. Kampret, pantes aja kita salah jalan. Pinter banget nih para tour guidenya. Gue sama rombonga dari tadi thawaf hutan tiga kali, dan hanya muter-muter di satu tempat. Ternyata jalan yang sebenernya di tutupin sama pohon besar. KAMPRETO.

Thursday, 16 January 2014

Malam tahun baru di pulau terindah #Part2

Tempat yang menakutkan untuk gue kunjungi adalah hutan. Walaupun banyak orang yang bilang kalo hutan itu indah, sejuk di pandang, sampai gue liat ada tulisan ‘Menyatu lah dengan hutan’. Tetep gue ngeri kalo jalan di tengah hutan. Apalagi kata-kata terakhir itu, ‘menyatu lah dengan hutan’ sueer, gue nggak mau jadi Tarzan. Meskipun Tarzan bisa ngomong sama Onta, Tapir, ataupun Badak, gue nggak mau jadi Tarzan!! PLEASEEE JANGAN PAKSA GUE JADI TARZAN, WALAUPUN MUKA GUE SEBELAS DUABELAS SAMA TUH ORANG.
Cerita sebelumnya bisa di baca disini.
Sampai di pertigaan hutan, rombongan gue bingung untuk melanjutkan perjalanan. Termasuk gue. Rencananya sampai di pulau Sempu dengan selamat, dengan hanya bermodalkan ‘ngikut’ sama rombongan yang berjalan di depan, tapi kenyataannya nggak gitu.
Karena waktu udah mulai sore, rombongan gue mulai melanjutkan perjalanan. Walaupun dari kita belum ada satu pun yang pernah ke pulau sempu ini, tapi tingkat kepercayaan diri kita sangat kuat. Terbukti temen gue yang makai headsheet dengan lagu Indianya ini, dia yang memipin perjalanan. Anggap aja namanya Ria. Sebenernya gue nggak yakin orang ini bisa menunjukkan jalan yang benar untuk sampai pulau sempu. Tapi kata temen gue yang lain, Ria ini udah terbukti kepintarannya untuk menaklukkan hutan. Padahal setau gue, Ria ini anak pak RW di daerah Pancoran, tapi mainnya jauh banget sampe hutan. Ini baru cewe gaul namanya. #GaulMaksimal.
Omongan temen gue, kalo Ria ini anak hutan memang bener. Buktinya, selama perjalanan ini, rombongan gue menemukan pita yang mengarah ke pantai pulau Sempu. Gue terharu plus bangga sama Ria, karena Ria adalah salah satu orang Jakarta, sama seperti gue. Sebenernya nggak penting juga sih Ria orang Jakarta atau bukan, Ria itu suka ngupil atau garuk-geruk ketek, Ria itu suka kentut atau nggak, yang penting perjalanan gue ini akan berakhir. Ternyata menakhlukkan hutan itu nggak sesulit seperti mengungkapkan rasa suka sama gebetan. Gampang banget.

Rintikkan air hujan membasahi hutan tempat rombongan gue berpijak. Karena perjalanan gue akan berakhir, gue nggak terlalu memusingkan air hujan ini. Yang gue pusingkan adalah licinnya jalanan hutan ini, yang disebabkan oleh air hujan. Mungkin bagi para petualang sejati hal kayak gini nggak di permasalahkan, tapi bagi rombongan gue, ini adalah masalah yang serius. Karena kita masuk hutan dengan hanya bermodalkan sandal, iya hanya makai SANDAL. Kan dicerita awal gue udah bilang kalo rombongan gue ini bukan rombongan backpaker ataupun petualang tangguh. Kami hanya lah sekelompok petualang

Friday, 10 January 2014

Malam tahun baru di Pulau terindah

Kekayaan alam di Indonesia memang nggak ada matinya. Dari pegunungan yang indah, pantai yang sejuk di pandang, sampai mesranya orang pacaran di Indonesia. Untuk kali ini, kita nggak membahas masalah yang terakhir, karena itu hanya membuat dada gue sakit dan membuat gue mendoakan hal yang buruk kepada mereka. Iya, mereka yang pacaran depan gue bakalan gue doain hal yang buruk.
Malam tahun baru kemarin adalah malam yang nggak akan gue lupain seumur hidup. Malam tahun baru yang paling spesial bagi diri gue, karena malam tahun baru itu gue resmi nggak di rumah sambil nonton FTV, tapi gue merayakannya sama temen-temen gue. YEAH!!
Tanggal 31 desember kemarin, gue bareng temen-temen yang berjumlah enam belas, memutuskan untuk merayakan tahun baru di pulau Sempu. Memang pulau sempu belum setenar gunung mahameru, ataupun gunung Bromo. Dan Mungkin dari kalian belum tau pulau sempu itu apa, sekarang ijinkanlah gue untuk menjelaskan pulau sempu itu secara singkat, padat, dan (nggak) jelas.
Pulau sempu itu adalah sebuah pulau di pinggiran kota Malang, yang punya pemandangan yang sangat amat super sekali. Dan tentunya, tempat itu akan lebih keren untuk menembak orang yang kita taksir. Dan berhubung sampai sekarang, cewe yang gue taksir nggak punya perasaan seperti apa yang gue rasakan, jadi menurut gue pulau sempu ini sebatas pulau yang mempunyai pemandangan yang keren. Udah itu aja, nggak lebih.
Perjalanan gue dari kampung unik menuju pulau sempu harus berhenti terlebih dahulu di malang, untuk mengambil alat-alat kemah. Memang karena rombongan gue adalah temen-temen pondok gue, yang nggak pernah mengurusi masalah persewaan alat-alat kemah ini, kita ikhlas nggak mendapatkan tenda. Karena ketika gue sampai di tempat persewaan itu udah abis di sewa sama orang lain. Di pulau asing, tanpa tenda, tanpa cewe gebetan, apa jadinya gue nanti disana?? Kampreto _ _”. Uuh... yang ‘tanpa cewe gebetan’ lupain aja ya.
Setelah musyawarah sama rombongan, kita putuskan untuk menyewa terpal. Salah satu kelebihan anak pondok lainnya adalah sebagian dari kita pernah menjabat sebagai pengurus pramuka di pondok, dan masalah tenda-tendaan... Semua bisa diatur. Dan kalian tau,

Wednesday, 8 January 2014

4 Cara menaklukan cewe

Sebuah negara bisa dikatakan sebagai negara yang sukses, maju, dan berkembang dilihat dari para pemuda-pemudanya. Kalo pemuda-pemudanya pada galau, mau jadi apa negara kita ini? Masa gara-gara liat pacar yang garuk-garuk ketek tengah jalan, kita jadi nggak semangat buat belajar. Masa gara-gara liat pacar ngupil pas makan, terus nggak mau makan? Bangkittt, dong...!!! *kalo nemuin cewe yang gue taksir melakukan hal itu, gue bakalan galau juga deh*
Pembukaannya sengaja gue bawa-bawa negara dan pemuda, biar keliatannya keren. Tapi nggak mungkin di blog gue ini, gue membahas soal negara. Mengurusi masalah percintaan aja belom khatam, gimana mau ngurusin masalah negara?
Galaunya anak muda jaman sekarang, nggak jauh-jauh dari persoalan pacaran. Gue sebagai seorang cowo yang hampir menyandang gelar sebagai jomblo perak, punya beberapa tips-tips yang mungkin bisa digunain para cowo untuk memikat hati para cewe-cewe.
minjem dari sini

So, this for you guyss.....

Saturday, 4 January 2014

#Kopdar2

Oke, di kesempatan kali ini gue akan melanjutkan cerita gue yang kemaren. Walaupun udah lama banget gue nggak lanjutin ceritanya, semoga ceritanya nggak basi-basi banget yak. Ngeheheh....
Malam itu gue bener-bener udah putus asa buat minta bantuan sama temen-temen gue yang berdomisili di Malang. Ketika udah frustasi gitu biasanya perut gue laper, tapi kali ini gue bertahan buat nggak makan. Jangan tanya sama gue, please tanya sama perut gue, kenapa hal itu bisa terjadi. Gue ke-inget sama satu orang temen gue yang tinggal di Malang yang belom gue hubungi, kebetulan dia kuliah di kamus lalala(anggep aja gitu). Namanya Abdul, dan gue berharap dia bisa bantu gue.
‘bdu...l!!’ *itu intonasi suara gue yang menandakan gue teriak, bukan berarti gue ngomong ‘bdul, titik, titik,titik, tanda seru, tanda seru’. Bukan gitu.
‘Iya, ini siapa?’
‘Ini gue Fauzi, temen lo yang unyu’ oke, yang terakhir emang murni karangan gue.
‘Fauzi yang mana ya?’
‘TOMAT’ terpaksa gue harus menyebutkan inisial gue.
ITU NAMA PANGGILAN LO, PAUUUSSSS!!
‘Hoalah, mat. Nyapoo to, lek?’
‘Dul, gue lagi di Malang nih’
‘Terus?’
‘Tadi kan gue suruh Aris buat jemput, tapi kayaknya dia udah tidur. Lo jemput gue dong, gue di depan toko bubur....’
‘Mat’
‘Yang Jakarta itu....’
‘Mat’
‘Yang deket sama toko gitu loh, dul’
‘TOMAATT..!!’
‘Eh iya, dul. Lo jadinya jemput gue kapan nih?’
‘Gue ngantuk mau tidur. Udahan yak’
Tut..tut...tut...
KAMPREETTTT
Bukannya ngebantu, kenapa dia jadi curhat kalo mau tidur? Sebenernya apa salah gue, sampai nggak ada yang ngebantuin gue?? Apa gara-gara pipi gue tembem, temen-temen gue nggak mau ngebantuin gue?? Apa mungkin gara-gara ganteng gue terlalu maksimal, mereka nggak ada yang ngebantuin gue?? Yang terakhir lupain aja. itu tadi di bajak sama temen gue.
Sebenernya gue masih santai-santai aja, karena gue yakin pasti ada yang nolong gue. Tapi kenyataannya sampai malam nggak ada tanda-tanda gue bakalan dibantuin. Status BBM juga udah gue paksain agar terlihat tragis. Tapi bukannya di tolongin, gue malah di ketawain. Oke, FINEE!!
Setelah pasrah sama keadaan, temen gue dari Surabaya yang berinisial Nabil-a (namanya Nabil, dia cowo bukan cewe kok. Tau sendiri kan, kalo gue sama cewe itu... Uh. Takut) nggak sengaja bbm gue. betapa senengnya gue, ternyata dia kuliah di kampus yeyeye Malang. Tanpa nunda-nunda lagi, gue paksa dia untuk menjemput gue. VOILA.... gue berhasil terselamatkan sama temen gue ini. Dan nggak ada ceritanya paus terdampar di depan toko. Terima kasih, Ya Allah.