Tuesday, 1 May 2018

Serangga bangsat di musim panas


Tiga hari kemarin ada yang aneh dengan Mesir. Cuaca Mesir mendung, dan turun hujan selama tiga hari. Kalau di Indonesia hal seperti ini sudah biasa, tapi baggi gue yang sudah beberapa tahun tinggal di Mesir hal ini merupakan sesuatu yang sangat jarang terjadi.
Ketika gue masih junior dulu, senior gue selalu bilang bahwa hujan di Mesir itu mempunyai tiga arti. Pertama, bertanda bahwa musim dingin akan segera datang. Biasanya terjadi di bulan oktober. Kedua, bertanda bahwa musim dingin akan segera berakhir digantikan dengan musim panas. Biasanya terjadi di bulan April. Ketiga, bertanda bahwa banyak mahasiswa Indonesia di Mesir yang akan merekam moment hujan tersebut dan mengunggahnya di media sosial. Dan kenyataannya emang bener seperti itu sih.
Kalau boleh jujur, gue lebih suka dengan musim dingin di Mesir. Selain bisa jarang mandi, malam hari terasa lebih lama dibandingkan dengan siang hari. Kalau gue hitung lagi, sepertinya saat musim dingin gue hanya mandi tiga kali seminggu. Itu belum di hitung kalau gue terpaksa mandi besar setelah mimpi basah. Di musim dingin, jadwal waktu shalat lebih enak ketimbang musim panas. Adzan shubuh mulai terdengar ketika jam setengah enam. Dan waktu shalat Maghrib dimulai ketika jam lima sore. Gue selalu berharap bisa berpuasa saat musim dingin loh, tapi kenyataannya enggak bisa terwujud sampai saat ini.
Tapi hal yang kurang menyenangkan saat musim dingin adalah nafsu makan yang bertambah tidak seperti biasanya. Dan ini berpengaruh besar terhadap gue yang ingin menjalankan hidup sehat dengan tujuan akhir mempunyai perut lebih kurus. Karena cuaca yang dingin, membuat system metabolisme dalam tubuh cepet habis, dan butuh persediaan makanan lebih banyak. Itu bahasa ngasal gue aja, intinya di musim dingin gas tabung rumah gue akan lebih sering diisi ulang. Dan itu tandanya harus mengeluarkan uang lebih juga untuk patungan.
Di musim panas, siang hari akan terasa lebih lama. Dan bikin males beraktifitas. Keluar rumah, kepanasan. Di kamar juga panas. Angin yang keluar dari kipas angina juga panas. Tempat favorit gue ketika musim panas akan jatuh kepada masjid serta warung penjual minuman dingin di pinggir jalan. Walaupun pilihan minuman yang ada, enggak sebanyak di Jakarta. Disini paling hanya ada tiga pilihan, asob, subya, dan juga tamr. Es tebu, es kelapa, dan kurma dingin. Kalau pilihan minuman di rumah makan, pastinya akan lebih banyak lagi.
Pakaian yang gue punya juga enggak mendukung di musim panas seperti ini. Kaus yang gue punya kebanyakan berwarna hitam, dan itu artinya menyerap panas matahari. Seragam yang digunakan oleh polisi disini pun juga berbeda ketika musim dingin dan musim panas. Di musim dingin mereka akan mengenakan seragam berwarna hitam, dan ketika musim panas akan memakai pakain putih.
www.teknosaurus.com

Satu hal yang enggak akan gue mengerti di saat musim panas adalah dengan munculnya serangga-serangga kecil di rumah gue. Enggak habis fikir juga, kenapa makhluk kampret itu perlahan akan muncul dari bawah alas karpet yang kami gunakan. Serangga kecil ini biasa disebut kepinding, atau bangsat. Atau juga banyak yang menyebutnya kutu busuk.
Saat tahun pertama tinggal di Mesir, rumah gue akan mengeluarkan serangga kecil ini dari lubang-lubang yang ada di tembok. Hampir semua orang yang tinggal di rumah, akan selalu bangun di pertengahan malam. Apakah ingin shalat tahajud? Sepertinya enggak. Karena ketika bangun, dia akan berucap,
“Banyak banget bangsatnya, sialan”
sambil menggaruk sekujur tubuh dan menepuk-nepuk kasur yang mereka tiduri. Lalu mengambil kasur yang sudah dibersihkan tersebut dan pindah ke ruangan lain untuk melanjutkan tidur.
Seenggak nyaman itu ketika ada kepinding di rumah lu. Tidur pun enggak akan nyaman karena serangga ini akan bergerak masuk kedalam pakaian yang digunakan, kemudian menggigit tubuh orang itu. Dan di pagi harinya, dia akan menemukan bentol-bentol di bagian tubuhnya tanpa mengetahui penyebabnya.
Gue? Gue sering banget ngalamin hal itu. Lagi asik tidur sambil buka-buka foto di Instagram, tiba-tiba ada yang gerak-gerak didalam celana. Apalagi kalau bukan serangga itu, si kepinding. Enggak mungkin juga kan tangan temen gue masuk ke dalam celana gue. Kayaknya temen-temen gue enggak ada yang semesum itu.
Bagaimana pun juga, enggak semua rumah didatangi oleh kepinding seperti yang menimpa rumah gue saat ini dan saat gue menjadi anak baru sebelumnya. Buktinya tahun kemarin rumah gue baik-baik saja, atau karena memang rumah yang gue tempati saat itu termasuk bangunan baru ya? Berbeda dengan sekarang.
https://ceritamedan.com/

Selain serangga menyebalkan itu, jadwal shalat di musim panas pun akan lebih lama dari biasanya. Adzan shubuh mulai dari jam tiga, dan shalat maghrib akan dilaksanakan ketika jarum jam mengarah ke angka tujuh. Dengan ini pun, waktu berpuasa disini akan lebih lama ketimbang di Indonesia. Seandainya jarak Indonesia dekat, gue akan dengan senang hati pulang setiap minggu.
Nyokap juga enggak ada tanda-tanda keinginan untuk menyuruh anak-anaknya pulang lagi. Sedi akutu.
Tapi sepertinya hidup akan terasa enggak ada esensi keseruannya kalau hanya memikirkan hal yang tidak disukai. Bener kan?

1 comment:

  1. Enak juga itu puasa pas musim dingin. Waktu bukanya jadi lebih cepet, ya. :D Paling kasihan di negara Islandia. Mereka puasanya lama banget. :(

    Terakhir kali ngerasain digigit bangsat kayaknya pas SMK deh. Sejak lulus, saya langsung ganti kasur baru dan sampai sekarang nggak ada bangsatnya. Hoho.

    ReplyDelete

Eettt..... Mau kemana?
Komen dulu dong okeee :))