Saturday, 15 July 2017

Ahlan Syawwal!!



Setelah dua tahun lebih merasakan lebaran serta puasa di negri orang, akhirnya bisa menikmati suasana Ramadhan di tanah kelahiran. Walaupun hanya merasakan 5 kali berbuka bareng keluarga, gue bersyukur kok. Sebetulnya, gue berencana untuk pulang dari Kairo sebelum H-3 lebaran, tapi si adek menolak mentah-mentah. Katanya, terlalu lama. Udah kangen sama ibu dan bapak. Kangen kolak bikinan ibu. Kangen ketemu temen-temen. Gue juga kangen. Tapi enggak tau juga, kangen sama siapa.
Seminggu tinggal di Indonesia, rasanya bobot berat badan bertambah lagi. Setelah bersusah payah mengurangi makanan, rutin olahraga, menjaga pola hidup sehat dengan tidur tepat waktu dan bangun selalu kesiangan, sesampainya di Indonesia gue enggak tahan juga tuh dengan makanan bikinan ibu. Padahal sejatinya, ibu yang maksa gue untuk menurunkan berat badan ketika di Mesir. Ibu menyuruh seperti itu, agar ibu bisa termotivasi juga untuk menurunkan berat badannya. Tapi ketika sudah sampai di Indonesia, kenyataannya berbeda.
Seperti kemarin, ketika ibu menyuruh gue untuk bergegas mandi agar tidak terlambat shalat Ied, beliau sedang asik makan dodol betawi. Ketika di Tanya kenapa pagi-pagi sudah asik makan dodol, jawabannya ‘Ini supaya mamah semangat shalatnya, Zi. Cobain deh dodol Betawi, enak banget loh, di Mesir kan nggak ada’ itu sudah pilihan ibu, kalau nanti gue singgung tentang berat badan ibu, bakalan di cap anak badak yang durhaka gue, dan bisa-bisa muka yang pas-pasan ini di kutuk jadi lebih serem. Duh, muka yang sekarang aja enggak ngangkat, masa di kutuk jadi lebih serem.

Huhuhuhu.

http://www.indofoodstore.com/bakso
Tapi skill memasak ibu, enggak ada duanya. Masakan buatan ibu masih tetap enak, dan sukses bikin celana gue yang sebelumnya sedikit longgar, sekarang berubah membuat diri gue tersiksa ketika mengenakan celana. Hal ini memang sudah sering terjadi semenjak gue tinggal di pondok. Ketika pulang liburan pondok berbadan kurus, dan setelah sebulan berada di rumah, gue layaknya ibu-ibu yang sedang hamil 7 bulan. Ah semasa bodo amat sama perut gendut, yang penting lebaran saat ini masih bisa mencicipi masakan buatan ibu.
Berbeda dengan ibu, bapak sekarang ini berusaha ingin terlihat menjadi gaul didepan anak-anaknya. Setelah selfie bareng keluarga, bapak langsung mendekati Faizah sambil berkata, ‘Zah, bapak mau juga dong di Instagramin’. Sebagai anak yang mengerti maksud si bapak, adek gue langsung mengerjakan hal tersebut. Mencari foto yang kira-kira paling bagus, di edit sedikit kemudian upload di Instagram si bapak. Melihat bapak bahagia foto-fotonya sukses ter-posting di Instagram, gue jadi enggak enak bilang ke bapak bahwa foto-fotonya enggak ada yang nge-like.   

Enggak masalah bagi gue ataupun adek gue untuk mengajarkan bapak atau ibu menggunakan Instagram atau pun Whatsapp. Karena nantinya hal itu merupakan cara agar kami para anak-anaknya bisa selalu terhubung dengan orangtua. Cukup dua itu saja lah. Gue sama sekali nggak berharap bapak sama ibu mengenal aplikasi Musically ataupun Smule. Apalagi Bigo. Jangan sampe. Duh ngebayanginnya aja bikin jijik sendiri!
Lebaran kali ini rasanya berbeda. Sodara-sodara datang ke rumah membawa pasangannya. Keponakan yang sebelumnya berbadan mungil, sekarang gede banget kayak babon. Dan bahkan banyak keponakan baru. Beberapa dari mereka meminta oleh-oleh dari Mesir, dan setiap kali ada yang minta pasti gue pura-pura nggak denger. Bukannya pelit, tapi ya karena emang gue nya enggak mau ngasih aja. Enggak bisa digunain juga uang Mesir untuk beli fidget spinner. Dan ada pula, saudara yang sudah telah tiada di lebaran tahun ini. Waktu memang sangat cepat berlalu. Waktu, kemudian juga ucapan-ucapan yang terlontar dari mulut, hal-hal itu lah yang memang tidak akan bisa di ulangi kembali.   
Ketika saudara-saudara datang ke rumah, komentarnya selalu sama, ‘Wiiih, Fauzi jadi kurus gini. Tambah tinggi lagi. Mukanya mirip-mirip kayak anak onta’. Sekarang mulai sadar kan, kenapa hampir tiap tulisan yang gue bikin selalu ada kata-kata sindirian untuk badan gue. Tau kan alasannya? Ya karena dulu badan gue terlalu besar jika dimiliki oleh satu orang. Dan untuk ucapan orang yang menilai tampang gue mirip anak onta, tengkyu banget sob.

http://yanoutofthebox.blogspot.co.id
Hhhhh


***
Lebaran kali ini ibu menyiapkan bakso untuk saudara-saudara yang akan datang ke rumah. Bapak juga sibuk memotong melon untuk nantinya dijadikan es buah. Faizah sibuk menyiapkan batu es. Disini gue paling sibuk. Di saat semua orang melakukan kegiatan yang gue ceritakan itu, gue sibuk memikirkan hal apa yang seharusnya gue kerjakan. Gue baru sadar setelah diteriaki oleh ibu, ternyata gue hanya harus membuka pintu rumah supaya orang-orang bisa masuk ke dalam rumah.
Setelah gue fikir ulang, ternyata pekerjaan gue yang paling ringan. Paling enggak berguna juga malah.
Ibu salah mengatur strategi. Jumlah saudara yang datang ke rumah ternyata lebih banyak dari perkiraan. Mungkin ibu lupa, bahwa keponakan-keponakannya sebagian besar telah mempunya istri maupun suami dan memiliki anak. Dari segi jumlah saudara-saudara yang akan datang, ibu sudah salah menghitung. Belum lagi, orang-orang yang nantinya akan menambah jumlah bakso.
Gue santai saja, karena sempat melihat ibu menyimpan beberapa buah bakso di kulkas, jatah untuk keluarga gue makan. Tapi setelah dapat laporan dari adik, gue enggak bisa santai lagi. Karena bakso simpanan itu telah di rebus, bersama bakso-bakso lain.
Bentar.
Kalian ngerasa cerita bakso ini penting enggak sih? Kayaknya enggak penting kan ya? Kita lewatin aja oke? Ending dari cerita bakso ini happy ending kok. Gue masih bisa icip satu atau dua bakso kok.
Ketika pembagian THR, gue enggak terlalu peduli. Buat apa juga? Badan segede ini masa masih berharap dikasih THR. Lebih baik gue membantu ibu menyiapkan mangkok bakso. Ditambah lagi sepupu gue yang dulunya teman TK merangkap menjadi teman TPA, sekarang sudah kerja, dan dengan santainya membagikan amplop kepada para saudara-saudar. Termasuk gue. Entah kenapa, tapi sakit aja gitu hati ini.
Bapak paling antusias di moment lebaran ini, karena setiap gue dikasih uang THR, bapak ingin memfoto gue dan memposting di Instagram miliknya. Bukan hanya ketika gue dikasih THR aja, ketika saudara-saudara gue berebut bakso, bapak malah lebih asik memfoto ekspresi muka mereka. Walaupun pada akhirnya, hasil fotonya enggak ada yang bagus, tapi bokap masih seru aja memfoto keadaan sekitar.





Akhirnya rasa rindu yang di tahan dari tahun-tahun sebelumnya, hilang juga di tahun ini. Kalau mau tau rasanya rindu, cobalah untuk merantau sekali-kali. Nantinya akan sadar betapa nikmatnya masakan buatan ibu, betapa anehnya bertemu dengan teman dekat yang jarang di temui, betapa gondoknya ketika sadar bahwa harga paketan internet disini lebih mahal ketimbang di tanah rantau.
Oh iya mumpung masih bulan Syawwal, mohon maaf lahir dan batin yaa. Maaf kalau tulisan ini terlalu banyak nyelenehnya ketimbang manfaatnya. Dan satu lagi, gue mau tau, kira-kira kalau gue bikin lomba yang hadianya berupa oleh-oleh khas Mesir, ada yang mau ikutan nggak ya?

36 comments:

  1. Tidur tepat waktu dan bangun kesiangan.


    Hmmmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah namnya juga cowo, ada aja kesalahan di mata cewe

      Delete
  2. kamu udah khotbah di masjid mana aja btw? hihii..

    maap lahir batin juga. iya aku aja yg sebulan sekali pulang kampung dan maish leluasa makan indomi serta bakso tetap merindu kok

    ReplyDelete
  3. Aku yang dulu pernah lebaran dan 6 bulan hidup di kota orang aja rasanya udah kangen berat sama orang rumah, gimana kamu yang 2 tahunan :( kebayaang sih, rasa rindumu pasti terbayar lunas kemarin :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo liburan gini, pokoknya harus perbaikan gizi gtu lah

      Delete
  4. Hahaha kok bapak gue mirip banget ya sama bapak lo.
    Dulu bapak beli hape buat haji, biar bisa komunikasi sama orang rumah. Semenjak itu beliau suka foto foto dan ngefotoin apapun. Bahkan momen terkecil orang bagi bagi THR dan lagi sungkem2 gitu di fotoin, udah kayak paparazzi. Fotonya gaada yang bagus juga, rata rata ngeblur tapi yaudah lah iyain aja yang penting bapak bahagia hahaha.

    Untung doi gatau instagram. Gak tau lagi deh kalau bapak punya instagram, mungkin kuota sebulan harus isi 3 kali karena udah kecanduan yutub juga hahaaa.

    beberapa buah bakso di kulkas,..
    baru tau kalau bakso itu buah.. *eh

    Btw mohon maap lahir batin juga ya!
    Setuju aku juga anak rantau jadi suka rindu masakan ibu.
    Terus.. masa paket internet di kairo lebih murah sih ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, kyaknya skrg bokap jg udh mulai tau hooq, makanya lumayan sering nnton. Adek gue pke ngajarin nnton hooq sih nih :(

      Mohon maap juga
      Beneran. Nanti gue tulis postingannya deh. Ehe he he

      Delete
  5. Duluuu banget pas ketemu kayaknya masih gemuk deh. Inget gak? Waktu buka puasa sama Kak Lina dan Annisa Elva di Ciputat.

    Dari sekian foto itu, elu yang mana yah? Kok gue lupa... :D Bukan yang paling atas header blog ini kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha
      Emang udh dari dulu gemuk sih. Inget kok inget

      Hayo coba cari lagi

      Delete
  6. Aaaihh akhirnya pulang jugaaa.
    Baca ceritamu kok aku senyam senyum sendiri ya haha , berasa kayak aku yang pulang mudik gitu terus nyicipin makanan ibu yang ga ada tandinganya di dunia.

    Bedanya aku kalo makan ga pernah genduts-genduts, aneh sih saat orang lain pengen kurus justru aku pengen gendut wkwk.

    Btw, aku mau ikutan lombanya dong.
    tapi Rulesnya jangan ribet-ribet yaaaa,
    Penasaran sama souvenir Mesir.
    Semoga aku dapat seouvenir Onta amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo bisa transfer lemak, gue transfer skrg juga nih.

      Tapi gue kabarin lagi kok. Tenang aja

      Delete
  7. Waah lebaran makan baksooo, asiknyaaaa

    Gue malah ini kali pertama lebaran jauh dari orang tua

    Tapi gue saluttt lo tahan dua kali lebaran jauhh, gue aja yang baru ngerasain lebaran jauh dai keluarga, usah kembang kempis ini idung gue haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. cobain sekali'' lebaran di negri orang. hahaha
      harus di nikmatin, bakalan jdi pengalaman berharga hal'' kyak gtu. ehe he

      Delete
  8. Bagian makan bakso campur lontong mana nih? Atau nggak pake lontong? Pake nasi? Emm pake mie indomie juga kan? Eh nggak penting juga sih, lewatin deh xD

    Untung aja bokap nyokap lo nggak dikasih tau cara pake musically, ntar banyak yang follow deh keduanya. Kalah dong gue yang followernya cuman dikit wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. pake mie doang. hahaha
      jangan sampe, gue ngebayanginnya aja horor banget

      Delete
  9. Oleh2 khas Mesir itu apa kak? Apakah lelaki berhidung mancung? Apakah jejak Firaun? Apakah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, sya.... oleh'' gtuan dong kok, bukan cowo mesir. bukan :(

      Delete
  10. mantap bro, pecah telor rindunya ya.. di momen yang spesial, kembali merasakan suasana yang spesial, tapi tetep aja jomblo ya padahal kerabat sudah berpasang-pasangan. Sungguh saudara ya baik, keponakan sendiri dibilang babon. hmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bro. jomblo terus gue, udah kebal kok

      Delete
  11. Kalau sedang ada di perantauan. Memang selalu kangen dengan orangtua. Terlebih dengan masakan ibu, ya, seperti kolak yang diceritakan diatas..hehe

    Selalu pengen bakso kalau lihat bakso. Apalagi disaat laper gini. Rasanya pengen nyomot aja tu, bakso..wkwk

    Ikut senang bacanya, Mas, karena senangnya luar biasa disaat kita bisa berkumpul dengan keluarga :)

    Tak ada kata terlambat untuk saling memaafkan. Minal aidzin walfaidzin ya, Mas, mohon maaf lahir dan batin :)

    Aku penasaran bener sama oleh-oleh Mesir nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget. kenikmatan jdi anak rantau ya pas pulang kyak gni nih.
      sipp nanti di kabarin deh klo beneran jadi giveawaynya

      Delete
  12. Kabari lombanya. Saya mau ikut hahaha. Gaya tulisannya bagus ih, lucu dan enak dibaca. Merantau mu jaohhh sih jadi bgitu pulang lgsg sakau makanan buatan emak. Kok bisa sekolah di mesir? Hafal 30juz ya? Gmn mesir sekarang? Ga ada huru hara kan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke siap, mba!
      kyaknya udah pernah nulis, kenapa bisa kuliah d mesir d blog deh. ntar tak cari linknya deh.
      aman kok
      doain aja biar hafid gtu, mba

      Delete
    2. Belum pernah baca sayanya knp fauzi bisa ke mesir. Link kan aja ya klo terlalu panjang utk dicurhatkan di kolom komen ini hahaha. Aamiin smg bisa jdi hafidz ya. Aku pun ingin moonlight anakku kelak bisa bgitu... #emakmalahcurhat

      Delete
  13. Zi! Mohon maaflahir dan batin yaaa....akhirnya selamaaaattt!! Lo pulang juga ke Indonesia yaaa... Dan emang udah lama banget lo ngga keliatan di sindang. Sekalinya keliatan udah pulang aja di Indo walo cuman seminggu tapi ya...cukuplah ya untuk mengobati kerinduan yang sudah ditumpuk tumpuk selama banyak tahun. Makanya gue sebagai anak rantau juga ngerti banget arti "PULANG".

    Terus, oleh olehnya mana dong? Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mohon maap lahir dan batin juga, mey

      Ya enggak seminggu juga gue d rumah. Lebih lama lah. Buang" duit banget klo cman sminggu. Hahah

      Nanti gue ksih tau rulesnya. Cie gtu

      Delete
  14. Masakan emak adalah masakan terenak. Kalau bicara masalah rindu, memang kebanyakan anak rantauan pasti merindukan kampung halaman, apalagi masakan emak. Lebaran juga momen untuk melepas rindu, tapi sehabis lebaran adalah hal terberat karena akan meninggalkan kampung halaman lagi untuk meranatau.

    ReplyDelete
  15. Sering saling sliweran tapi gak pernah negur ya Zi, sekarang udah gaul aja..

    Rame juga keluarga besarnya, makan bakso segala, udah kayak Obama aja kunjungan ke Indonesia makannya bakso.

    Gue tahu rasanya rindu Zi, tapi rindu yang lo rasain mungkin lebih klimaks. Ya secara jauh banget keluar dari Indonesianya.. Mohon maap lahir batin ya ~

    ReplyDelete
  16. Gue belum pernah tinggal di negara lain, tapi kayaknya makanan di Indonesia emang ngga ada duanya. Diet jadi gagal mulu~

    ReplyDelete
  17. wedeh keren banget neh, pulkam ke indonesia. pasti agak lain yak sewaktu pertama kali lagi nyobain masakan indonesia setelah sekian lama di mesir.

    betewe sebagai nak rantau (walaupun rantaunya nga sejauh abang) masakan emak emang yang terbaik. secara selama diasrama makan makanan yang itu itu aja, enak ? enak sih, elit ? lumayan lah. tapi tetep kalah ama masakan emak walaupun cuman tempe ama tahu goreng doang

    ReplyDelete
  18. kalau lagi merantau ke negara lain memang deh Bakso yang paling saya kengenin..

    ReplyDelete
  19. setelah bertahun tahun tidak makan masakan ibu, rasanya pasti wenak banget ya mas, saranku sih pas balik lagi ke Mesir suruh buatin ibu masakan yang spesial buat bekal di Mesir, haha.

    kalau gak pas makan sambil lihatin foto masakan ibumu mas, terus bayangin deh makan bakso.

    Btw itu keponakanmu cantik-cantik semua mas hehe

    ReplyDelete
  20. Dimana-mana yang namanya pulang kampung itu adalah ajang perbaikan gizi hahaha, dan merantau emang bikin rindu, rindu masakan nyokap, rindu sodara dan temen-temen disana, tapi dari situ kita bakal menghargai setiap pertemuan *tsah. Btw, ketika bokap lo mulai aktif maen medsos, i know that feel hahaha.

    Gue mau ikutan lombanya kalo diadain hahaha.

    ReplyDelete
  21. Bhahaha
    Gue bisa banget ngebyangin rasanya kangen kelurga. elo beruntung bisa pulang dari Kairo dan ngerasain momen lebaran bareng keluarga. walatj jatah b aso buat keluarga harus berkurang karna tamu melebhi ekspektasi.
    Gue malah gk bisa breng keluarga lbran kali ini. Karna gue gk bisa pulang dari Nias untk lbran di kampung. Huhug

    ReplyDelete

cara bersedekah paling mudah, berkomentar di Blog ane ini