Thursday, 20 April 2017

Kehebatan serta romantisnya Raja Mesir

Akhir bulan lalu, akhirnya kesampaian juga gue mengunjungi sisi lain Mesir. Kalau biasanya gue hanya menetap di Kairo ataupun Alexandria saja, kemarin akhirnya gue bisa pergi ke ujung Mesir bagian lainnya. Kalau kalian liat peta yang ada dibawah, gue hanya menginjakan kaki gue di dua kota di bagian atas selama dua tahun tinggal disini. Nah, di perjalanan kemarin,  gue berhasil pergi ke kota Luxor, Aswan, Abu Simbel, dan juga Hurghada.

http://kids.britannica.com
Akhirnya, resolusi yang gue buat di awal tahun kemarin, ada yang tercoret juga. Tinggal menurunkan berat badan aja nih, yang masih belum tercoret dari tahun 2015. HASU!!
Kali ini gue cerita satu tempat dulu. Sabar ya. Mengembalikan mood buat nulis susah-susah-gampang soalnya nih.
Heuheu.
Kali ini gue akan cerita tentang Abu Simbel.
Jarak dari Kairo menuju tempat yang penuh bersejarah ini, lama. Banget. Mungkin karena gue sudah jarang naik bis antar provinsi, kekebalan pantat gue untuk duduk lama-lama di bis mulai nggak sehebat dulu. Perjalanan ini sebenernya asyik-asyik saja, tapi karena jarak antar kursinya yang sempit, membuat gue beberapa kali berhasil membuat orang-orang hampir terjatuh. Ya karena sepanjang perjalanan, gue meletakkan kaki gue di jalur orang lewat. Makanya nggak heran, sering kali ada yang berteriak,
“Eee”
“Du aduh”
“Eee ayam ee ayam”
“Dibantu ya, yuk sama-sama bilang”
“Bimsalabim jadi apa prok-prok-prok”
“Yak, topinya berubah jadi anak kingkong!!”
Lah kenapa malah jadi sulap.
Ini sejak kapan ada pak Tarno di rombongan gue?!!
Okeh lanjut!
Ketika pertama kali memasuki kawasan ini, kita akan menemukan sebuah kuil yang dibuat oleh sang raja untuk persembahan bagi dewa. Di Mesir, biasanya raja disebut dengan sebutan Ramsis. Ada Ramsis satu, dua, tiga, sampai berapa gitu. Gue nggak tau. Kalau mau lebih jelas, coba langsung main kesini aja ya. Bawa sambel terasi yang banyak. Disini jarang ada yang jual. Kalau pun ada yang jual, harganya mahal uy.
Biaya tiket masuknya hanya 65Le. Sekitar 50.000 rupiah. Harga itu sudah di diskon dari harga aslinya, karena kita menggunakan kartu pelajar. Kalau mau pakai kartu puskesmas, kartu perpustakaan, kartu undangan nikah orang lain, boleh-boleh aja. Tapi nggak ada gunanya juga sih. Kecuali kamu punya skill seperti pak Tarno yang bisa merubah-rubah benda, boleh-boleh aja.  
Tempat yang gue kunjungi saat ini merupakan peninggalan Ramsis ke-dua. Sebenernya, bangunan kuil ini bukan berada disini. Bangunan itu dipindahkan dari tempat aslinya kesini. Untuk alasannya, gue pun belum tau juga. Oh iya, si Ramsis dua ini, telah memimpin Mesir hingga berpuluh-puluh tahun lamanya loh.

Kalau kalian lihat di fotonya, disitu ada empat patung yang sedang duduk. Tiga dari mereka adalah sosok dewa. Dewa Heliopolis, Memphis dan juga Thebes. Dan yang satu lagi adalah sosok si Ramsis dua itu. Dia menyamakan dirinya sendiri seperti para dewa-dewa, karena dia merasa telah memimpin Mesir dengan sangat lama. Kalau gue sih, ogah menyamakan diri sendiri dengan orang lain. Setiap orang tuh ada keistimewaan masing-masing. Bersyukur atuh, akhi/ukhti. Bukan malah menyamakan diri sendiri dengan orang lain. Ada yang suka bermain sulap, kayak pak Tarno. Dan ada yang suka menghabiskan jatah makanan orang lain, kayak gue. Terimalah perbedaan itu, khi.
LAH KAGA NYAMBUNGI, SU!
Yang keren dari kuil ini, jadi ada hari dimana sinar matahari bisa masuk sampai kedalam bangunan kuil. Untuk tanggalnya, nanti gue update lagi deh, kalau inget ya. Hehehe. Ruangan didalam kuil ini cukup luas, kira-kira butuh gojek lah untuk bisa mengitari seluruh ruangan. Boong deng. Didalam kuil ini tidak ada benda-benda aneh kok. Hanya patung-patung, tulisan Hieroglif yang menghiasi setiap dinding-dinding, serta beberapa ruangan kosong.
 Sampai sekarang gue masih nggak paham loh dengan tulisan Hieroglif itu. Kalau kalian ada yang paham nggak?



**
Pernah denger cerita Roro Jongrang yang dibuatkan candi? Nah, disini ternyata ada juga. Tepat disamping bangunan ini, terdapat kuil yang dibuat oleh Ramsis dua, persembahan untuk dua istrinya. Salah satu istrinya bernama Nefertari. Bentuk kuil ini sama seperti kuil yang sebelumnya, yang membedakan hanyalah patung yang berada didepan kuil. Kalau kuil sebelumnya patungnya sedang duduk, kalau kuil yang ini patungnya sedang berdiri. Ruangan dalamnya, sama juga kok.  



Selain sifatnya yang menyamakan dirinya sendiri dengan para dewa, ternyata Ramsis dua ini romantis juga ya. Sampai bikin kuil semegah ini untuk istrinya. Kalau gue disuruh bikin candi atau kuil, kayaknya berat sih. Kalau hanya disuruh beli martabak, insyaAlllah kuat lah. Beli dua? Dua martabak? Oh bisa. Dua lusin? Oh tentu. Tentu gue nggak akan mau beli. Buang-buang duit doang, njir. Jadi tay juga nantinya.
Pedagang yang jualan disini, terbilang gila. Air mineral yang biasanya 4Le, disini bisa mencapai 20Le. Mahal banget. Allahu Akbar. Sebagai salah satu mahasiswa yang berjiwa ‘pokoknya murah’, gue nggak akan membeli air itu. Lebih baik gue duduk di bis dengan tenang, buka Instagram, sambil menunggu salah satu temen gue membeli air itu. Selagi bisa malak minuman orang lain, kenapa harus beli?
Lah.
Bagi kalian yang ingin mendatangi tempat ini, gue menyarankan agar membawa kacamata serta sorban. Karena apa? Ya biar keliatan keren aja gitu. Terlebih lagi, jika kalian kesini di musim panas. Harus banget bawa kacamata hitam. Ketika masuk ke tempat ini, gue banyak menjumpai para pengunjung, yang bukan orang Mesir, sedang asik berfoto ria dengan menggunakan gamis plus sorban. Totalitas banget kan? Oh iya, dan jangan lupa, bawa air minum ya!
**
Dan sekarang pertanyaannya, kira-kira kalian berniat mengunjungi tempat ini nggak?
Yang gue tau, kalau menginginkan suatu hal, tulis saja dulu. Kalau perlu, print fotonya. Dan jangan lupa berdoa. Pasti akan tercapai kok.

23 comments:

  1. Beneran ini diprint? Dibakar lalu diminum ya

    ReplyDelete
  2. Nuansa foto di Mesir selalu begitu ya? Kayaknya belum ke sana udah ngerasain panas duluan, bang. :'D

    Bangunan zaman dulu ternyata banyak juga yang dari hasil perjuangan suami buat istrinya. Keren para suami zaman dulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya, udah ngerasa gerah duluan. hahah

      iya uy, lebih romantis kayaknya.

      Delete
  3. 3 dewa di Abu Simbel itu Amun, Ra & Ptah. Sedang yang disebutkan di atas itu nama kota zaman dahulu Memphis (Giza), Thebes (Luxor), Heliopolis (Greek ekspansi) #CMIIW

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah, senior sih bilangnya gitu juga. dewa'' itu yang disebut.
      tapi pas baca wikipedia, malah Memphis, Thebes, sama Heliopolis yang disebutkan.

      kyaknya bner yg deaw Amun, Ra, sama Ptah itu.
      syukron infonya

      Delete
  4. Gile, keren banget tempatnya. Foto-fotonya bikin ngiler nih. Gua selalu berpikir bahwa Mesir itu panasnya pasti kayak di dalam oven, tapi kalo ngeliat dari pakaian kamu, kayaknya gak sepanas itu ya di sana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kok. kemaren masih musim dingin gitu.
      tapi kalau udah masuk jam 1/2, kerasa panasnya sih.

      Delete
  5. Gils keceee fotonya!!! ini bagian belakang sphinx ?

    ReplyDelete
  6. Ah keren banget pemandangannya, instagramable banget ji.
    Tolonglah jangan munculin aib lo yang suka gratisan itu hahaha.

    Pengen gue kesitu pengen belajar filsafat dari mesir hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah, kalau udah kebiasaan nyari yang gratis, mau gimana lagi, fik. hahah

      wah silahkan. bawain sambel terasi sama maartabak telor lah ya.

      Delete
  7. Hm, tadi ada Pak Tarno, kenapa anda tidak memunculkan Pak Tarno di foto ini? Padahal beliau sudah menemani perjalanan anda. Anda tidak boleh bersikap begitu kepada Pak Tarno. Anda tau apa hubungan Pak Tarno dengan Ramsis dua? Tidak? Ya, memang tidak ada.

    Sekian dan terimakasih

    ReplyDelete
  8. Pak Tarno ngapa disebut mulu, sih? Kasihan ya dia udah jarang nongol di TV. Makanya ditongolin di sini. :(

    Buseh 5 kali lipat gitu beda harga air mineralnya? Sama aja berarti kayak di Indonesia. Kalau di tempat-tempat tertentu harganya kampret. Es teh manis atau soda gitu masa lebih murah dari air mineral. Kan aneh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. masa udah ga pernah nammpil lagi sih, yog? :(

      emang nih. kalo jualan kok gini banget ya. tau gitu, gue bawa air segalon deh. biar ga beli' minum lagi

      Delete
  9. boleh juga idemu mas, selagi bisa malak ngapain beli hahaha

    prinsip anak ekonomi banget ya, kalau begitu ngapain pesen kalau mau ke Mesir harus bawa air minum , minta aja lah.

    ReplyDelete
  10. wah mesir nih. emang raja sih mesir dalam hal peninggalan sejarah begitu. enggak piramidnya, spinknya, atau patung-patung raksasa di atas.

    ReplyDelete
  11. Mau banget lah ke Mesir. Cari promo tiket dulu di priceza.co.id. Oiya kalau jalan2 bawa air mineral, dong. Mehong kali air di sana. Bawa yg banyak, sekalian jualan air di sana kan lumayan bisa buat ongkos pulang, haha

    ReplyDelete
  12. Mau mau mau. Nggak nolak banget kalo bisa halan halan ke Mesir dan say hi sama patungnya Ramsis 2 yang terkenal ini. Trus biar romantis, mau juga bisa ngajakin si partner hidup alias suamikkk. Biar kalo dipetret bisa asik.

    ReplyDelete
  13. widih, keren-keren fotonya brads. Ternyata legenda macam Roro Jonggrang itu bukan cuma skala nasional yak bro, tapi di internasional juga ada legenda kayak gitu. Istri mana yang nggak kepincut sama suami yang bisa ngasih kuil kayak gitu... huhuhu

    ReplyDelete
  14. gue baca balesan komen lo, gue baru tau kalo mesir juga ada misum dingginnya, XD btw itu patungnya ada 4 tapi ko yang satu engga ada kepalanya? eh atau gue yg kelewatan baca penjelasan soal ini heheh.

    ReplyDelete
  15. wow... raja mesir ternyata memang sangat luar biasa sekali romantisnya

    ReplyDelete

Eettt..... Mau kemana?
Komen dulu dong ya :))