Monday, 22 August 2016

Hal baru(?)

Liburan kuliah kali ini, sama sekali nggak ada yang spesial. Teman-teman kebanyakan pada pulang ke Indonesia untuk liburan. Ada yang menghabiskan waktu bersama keluarga serta teman-temannya, ada juga yang traveling ke spot-spot Instagaramble, dan sebagian lainnya sedang lamaran pernikahan.
Nggak ada tanda-tanda punya pasangan, tapi udah dilamar. Dan fotonya di publish di grup Whatsapp, good job ma fren!! Tunggu gue seperti itu juga, tunggu aja. Waktunya kapan, cukup lah itu menjadi rahasia Allah.
Teman-teman yang masih berada di Kairo pun juga pada asyik jalan-jalan ke luar kota. Iya, Mesir itu bukan hanya Kairo ataupun Alexandria, masih banyak tempat asyik untuk di jelajahi. Tapi untuk liburan sekarang, yang gue lakukan hanyalah berdiam diri di kamar sambil mendengarkan podcastnya si Adri ataupun si Iqbal.
Liburan kali ini, gue mencoba hal baru. Nge-Gym. Tahun ini gue bertekad (walaupun keseringan khilafnya)untuk mengurangi lemak yang ada di tubuh ini. Dosa udah banyak, masa ditambah lemak yang banyak juga. Kapan kuatnya, untuk menghadapi kenyataan?
Cie gitu.
Satu ruangan Gym bersama orang Mesir itu nggak buruk-buruk banget. Semua jenis cowo Mesir ada semua. Mau tipe yang seperti apa ha? Yang badannya dua kali lipat dari gue, ada. Yang badannya bulet juga, ada. Yang kurus, ada. Yang badannya berotot, banyak. Tapi sampai sekarang gue masih nggak ngerti sih, kenapa orang yang sudah mempunyai badan bagus, berotot, kenapa masih latihan di pusat kebugaran? Mau nya apa sih? Tampol juga nih. Nggak deng, boong. Yang badannya keker itu nggak mau gantian gitu sama orang yang berbadan seperti gue ini, ha? Mau nya apa ha? Ha? Ha? Jawab, nyet?!!
Jadi marah-marah kan.

Dan dari sekian banyak orang yang ada di pusat kebugaran itu, yang paling gue benci adalah orang yang sombong.
Kayaknya semua orang nggak suka sama orang yang sombong ya?
Sama kalau gitu *toss*.
Hari itu jadwal gue untuk melatih otot tangan. Ketika sedang memainkan alat fitness, datang lah si kampret dengan gayanya yang sok asik,
“Bro, gue mau masih main alat ini. Lu tunggu dulu gih sana ya, hahaha”
Kurang kampret apa?
Setelah mengetahui si kampret itu menggunakan alat yang ingin gue gunakan, maka gue mencari opsi lain dengan mendatangi tempat dumbell yang tersusun nggak rapi. Orang-orang sini terkadang suka kayak gitu sih, ya mau dibilangin tapi dia nya pake headset. Males teriak-teriak juga.
Ada sebuah botol minum di kursi duduk yang ingin gue tempati. Ketika hendak menaruh botol minum itu diatas lantai, datanglah si kampret ini. Iya, orangnya sama lagi sambil mengatakan,
“Bro, gue mau make kursinya. Lu ke tempat lainnya aja lah ya”
Gue pergi ke loker, tempat biasa orang-orang biasa mengganti bajunya, kemudian mengambil sapu yang sedang disandarkan ke tembok. Sambil menahan marah, gue datang si kampret itu dengan tangan yang memegangi sapu, kemudian memukul tepat ke lehernya.
Puas? Banget, nyet.
Tapi itu berakhir didalam benak gue aja sih. Nggak sampai kejadian.

Yang gue lakukan hanya mengelus dada, serta memaki dalam diri sendiri. Ingin rasanya meneriakan,

"DASAR BELALANG SEMBAH!!"

"Kenapa kamu tau kalau saya siluman belalang?"

Udah lah ya, kalau dilanjutin bakalan jadi ngaco tulisannya.
Sebetulnya untuk mengurangi lemak yang berada didalam tubuh kita adalah dengan memperhatikan apa saja makanan apa saja yang masuk ke dalam tubuh kita. Untuk latihan di tempat kebugaran seperti ini, sampai bertemu makhluk kampret seperti itu, sebenernya nggak penting-penting banget kok. Selama kita tidak memakan berlebih dari jumlah kalori yang dibutuhkan, badan kita akan kurus.
Kita?
Gue aja kali, elu nggak.
Walaupun udah tau caranya, tapi tetep aja makannya berlebih. Bego ya(?)
Olahraga itu niatnya biar badan sehat. Tapi kalo kasusnya seperti diri gue, ya harus olahraga biar nggak kegemukan. Nggak enak juga kalau sedang main futsal, sepak bola, ataupun basket, cepet banget capeknya kemudian di ganti sama yang lain. Sama sekali nggak enak, padahal lagi seru-serunya.
Sekarang gue jadi sedikit lebih mengerti, ternyata di pusat kebugaran bukan hanya melatih otot, tapi juta melatih kesabaran. Target gue ya minimal kuat lah kalau diajak main futsal dua jam.
Tulisan kali ini sampai sini dulu.
Buat ngelatih jari-jari tangan lagi sih.
Ehehe

Daah.
Ini ada foto before and afternya...
Before


After
Targetnya sih yaa 'mau' nya ya sama seperti makhluk ini
Kayaknya nggak susah-susah banget lah ya. Ehehe

source : satu, dua

Saturday, 6 August 2016

'Suntikan' di acara dialog santai

Akhir Juli kemarin, Kairo dipenuhi oleh orang-orang hebat, seperti Bapak Lukman Hakim Saifuddin, Bapak Mahfud MD, serta para mahasiswa-mahasiswi yang amat sangat aduhai. Emm.. Kayaknya kata ‘aduhai’ kurang cocok ya. Tapi, masa bodo amat lah ya. Yang punya blog juga siapa.
Lah, nyolot.
Mereka datang kesini untuk menghadiri acara Simposium yang berlangsung di Kairo. Acara ini adalah kali pertama disenggalarakan di kawasan Timur Tengah, dan Kairo terpilih menjadi tuan rumah.
#CIE
Biasanya acara seperti ini diadakan di Eropa, tapi gue nggak tau juga sih.
Dan kali ini, gue akan membahas hal lain. Kenapa tidak membahas acara Simposium? Karena tempo hari gue sakit, dan tidak bisa hadir dalam acara tersebut. Daripada nanti gue menceritakan hal yang sesat, lebih baik kalian main ke websitenya disini.
Meskipun gue nggak ikut, tapi sensasinya terasa banget. Buktinya, walaupun gue tergeletak di kamar, tapi gue masih bisa melihat isi hall acara. Setiap membuka aplikasi BBM ataupun Instagram, yang gue lihat adalah foto berupa pemandangan didalam ruangan yang dipenuhi oleh buanyak manusia. Dan tentunya caption yang bertuliskan,
‘Duh kepala aku pusing, kayaknya harus beli tas baru nicch’
‘Aku mau kayang di tengah jalan, kamu nggak mau ikutan gitu?’
Iya, seperti itulah captionnya. Menarik serta tidak nyambung, bukan?
Nggak deng, nggak kayak gitu captionnya. Becanda.
**
Beruntung kemarin gue sempat ikutan acara dialog santai yang pembicaranya merupakan delegasi dari berbagai tempat. Dialog santai pertama, ada tiga orang pembicara. PPI Belanda, Turki, Tunisia, serta Malaysia. Kebanyakan dari mereka bercerita tentang cultural shock yang mereka rasakan di tempat kuliah mereka saat ini.
Yang paling asyik adalah ketika bang Ali dari PPI Belanda membagikan pengalamannya. FYI, sebelum dia menjadi salah satu mahasiswa di Belanda, bang Ali merupakan ketua BEM di Universitas Indonesia. Sebetulnya, gue nggak terlalu peduli juga dengan hal itu, karena ya emang gue nggak kuliah di UI. Yang membuat hal ini menarik adalah ketika bang Ali membahas sedikit tentang hukum-hukum, membahas sedikit tentang cara mudah untuk meraih mimpi, membahas sedikit tentang menjadi masyarakat Indonesia yang bangga terhadap negrinya sendiri. Pembahasannya renyah.
Tiga tengah (Kiri PPI Malaysia, tengah PPI Belanda, kanan PPI Tunisia)
Ketika mendengar hal itu, gue serasa seperti orang yang dilempari oleh batu-batu kecil. Entah pergaulan gue disini yang masih sedikit dan hanya berkutat dengan orang-orang itu saja, tapi gue merasakan suntika baru, ketika mengikuti dialog santai seperti ini. Biasanya yang gue dengar dari curhatan teman-teman gue ya nggak jauh-jauh dari,
‘Gue galau nih, dia nggak ngasih kabar’
‘Dia sebenernya suka sama aku nggak ya?’
‘Hari ini, krudung aku manis nggak, zi? Baru beli loh’
Padahal dia cowo. Kan tai kambing.
Gue sendiri, malah belum pernah tuh diskusi sesat dengan teman-teman gue membahas politik yang terjadi di Indonesia, membahas apa yang terjadi di Irian Jaya, berbicara mengenai ekonomi islam yang sedang tren di Eropaitu, atau yang paling relevan dengan kehidupan gue di Mesir, membahas tentang islam itu kan mengajarkan untuk saling menyayangi, tapi kenapa masih ada diantara madzhab yang satu dengan lainnya saling merasa paling benar?
Hidup gue sepertinya terlalu santai ya, hanya sebagai penadah sebuah informasi. Bukan sebagai sosok pencari ilmu, yang giat mendatangi majelis-majelis ilmu, kemudian saling berbagi ilmu antar satu sama lain.
#CIE
Dan satu lagi, perkataan yang menyentuh hati gue adalah,
‘Kalau kalian membayangkan hal yang luar biasa, usahanya harus berdarah-darah untuk meraih hal tersebut’
Apakah karena zaman sekarang, manusia telah dimanjakan oleh berbagai macam alat tekhnologi yang canggih serta mempermudah segala urusan manusia, membuat manusia lupa, bahwa segala hal yang ingin dicapai itu selalu ada prosesnya?
Kampret lah, gue jarang banget nulis serius kayak gini.
Materi yang dibawakan oleh delegasi PPI Turki, Tunisia, serta Malaysia, juga seru. Membahas tentang politik Turki, sifat ramah warga Tunisia, serta...
Hmm...
Masyarakat Indonesia yang banyak berada di Malaysia tanpa memiliki pekerjaan.
Miris, kan?
Dialog santai selanjutnya, dibawakan oleh pemateri-pemateri yang merupakan alumni pondok gue. Gue kadang sering berfikir, didepan gue(ketika acara dialog berlangsung) ini banyak orang hebat. Entah itu yang kuliah di Tunisia(beda orang, bukan dari pemateri di dialog pertama), kuliah di UII dan menjabat sebagai presiden BEM, mahasiswa lulusan UII, tapi telah mengunjungi empat benua, hanya kurang benua Australia, maka dia hidupnya varokah telah mengunjungi semua benua. Kemudian ada yang menjadi mahasiswa pakistan, serta mahasiswa di Arab Saudi.
Dari kiri-kanan (PPI Tunisia, PPI Pakistan, BEM UII, UII, PPI Arab Saudi) 
Pertanyaan yang sering gue tanyakan ke diri sendiri adalah,
‘Versi terbaik dari diri gue, apakah bisa melebihi mereka ya?’
Dan lagi-lagi, obrolannya tentang Indonesia. Tentang politik, ekonomi, tentang agama. Bahkan sepertinya, senior gue yang sudah mengeliling empat benua serta penyuka buah anggur ini, lebih religius ketimbang diri gue. Lalu, sampai sejauh ini hal apa yang telah gue kuasai? Sampai saat ini, achivment apa saja yang sudah gue raih?
Pertanyaan yang sampai sekarang pun, gue nggak tau jawabannya.
Kalau kamu sendiri gimana?
**
Mungkin, di umur kita yang sekarang, nggak ada salahnya untuk belajar banyak hal, serta tidak membatasi diri dengan sedikit ilmu. Nggak keren juga, ketika jalan sama gebetan ditanya ‘ini ‘itu’, jawabannya hanya ‘angguk-angguk kepala’.
Ini hanya pikiran random gue aja. Hehehe.
Sepertinya, akan lebih memperbanyak waktu untuk membaca buku-buku lagi. Dan juga mendengarkan musik ataupun film lebih banyak lagi. Kalau saran lagu dari gue ya lagu dengan judul Nyanyian Kode dari Kasino sama Dono sih.
Daah.