Tuesday, 14 June 2016

Kenangan di bulan puasa serta kenangan yang 'muncul' lagi

Bulan puasa kali ini, benar-benar berat. Bukan berat untuk menahan lapar serta haus, tapi lebih berat untuk melupakan sejenak kenangan-kenangan yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Di tahun-tahun ketika gue berada di Jakarta.
Tahun ini berarti tahun kedua gue, merasakan bulan Ramadhan di negri Piramid. Dan sampai sekarang ini, gue masih kagum dengan orang-orang dermawan yang sering memberikan bantuan kepada para orang lain, terutama kepada para mahasiswa-mahasiswi asing seperti gue ini. Ada yang memberikan bantuan berupa makanan setiap hari ketika berbuka, ada juga yang memberikan bantuan berupa uang serta bahan-bahan makanan. Uang mereka apa nggak habis ya, kalau memberi makanan setiap hari?

Tapi, bagaimana pun juga, makanan rumah itu lebih nikmat. Makanan buatan nyokap lebih nikmat. Gue masih ingat jelas, ketika bulan puasa di tahun-tahun sebelumnya, nyokap gue meletakkan gorengan diatas meja makan, ada bakwan, tempe goreng, tahu isi, es buah berwarna merah muda dengan parutan kelapa, ayam goreng, sambel terasi, serta nasi yang masih mengebul. Aduuh... kenapa enak banget bayangin hal itu.
Di tambah lagi dengan pengalaman ketika gue kecil dulu, saat shalat tarawih. Lari-larian di masjid sampai barisan jamaah perempuan, pukul-pukulan menggunakan sarung yang dalamnya ada batu-batuan kecil, main petasan diluar masjid yang membuat para orang-orang dewasa misuh-misuh, serta nendang orang ketika dia sedang sujud kemudian lari keluar masjid. Duuh... masa kecilku.
Kenapa bejat banget sih.
 Astaghfirullahaladzim.
Hmm...
Kenangan lainnya, yang sampai saat ini sering menghantui sepertinya ada lagi.
Yaitu,
Si gadis pemilik senyum manis yang menyukai....
Ahh, cukup gue saja lah yang mengetahui kesukaannya, kalian nggak usah ya.
Heuheuhe...

Ini entah, gue yang terlalu bego atau memang belum pinter, tapi masa iya jadi secret admirer sampai bertahun-tahun lamanya. Wajar nggak sih?
Hanya satu gadis, dia dan dia lagi. Ketika naksir sama gadis A, misalnya. Wajah yang terbayang malah si gadis kampret itu lagi. Dan selama ini, kebanyakan hal yang gue lakukan adalah untuk bisa mengalahkan gadis itu. Walaupun sepertinya sampai sekarang, gue belum bisa mengalahkan pencapaian yang dia miliki sih. Tapi setidaknya, gue tau hal-hal apa saja yang memang harus gue benahi agar ‘sesuai’ ataupun ‘klik’ dengan gadis itu. Terlalu muluk banget nggak sih harapan gue?
Beberapa kali, gue bertanya tentang pria yang dia taksir. Tapi jawabannya selalu, “Belom ada”. Di satu sisi gue merasa bahagia karena dia ‘belum punya’, tapi di sisi yang lainnya gue seperti merasa... ‘Pendamping gadis hebat seperti kamu, harus pria yang hebat juga. Harus. Meskipun itu bukan saya’.
Paham apa yang gue maksud nggak sih kalian?
Gue nggak paham loh.


Dan terimakasih untuk lagu-lagu sendu, terlebih lagunya Payung Teduh,
Matur suwun, mas. Saya jadi ke inget sama gadis itu terus, kalau denger lagu sampean
Kayaknya itu aja sih curhatan kali ini. Dari kemarin ngebet banget untuk nulis tentang hal ini, tapi baru kesampaian sekarang.
*Di tulis saat jam setangah tiga pagi sebelum sahur, waktu Kairo.
Sumber photo: https://www.pinterest.com/

19 comments:

  1. eleeuh eleeuhhh..
    terus memperbaiki diri mas, memantaskan diri untuk gadis yang pantas.

    Hahaha itu bangke banget masa kecilnya. ;')
    emang anak kecil laki-laki gitu semuah apa kalo teraweh? :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya lagi proses, bah.
      doakan yak!!

      iya, gue juga baru sadar. ternyata pas kecil, gue ga sebaik yg gue bayangkan :(

      Delete
  2. Jadi ingat postingan Dibah yang kisah Ali dengan Fatimah. Cinta dalam diam.
    Semoga menjadi pantas, ya, untuk dia yang hebat. Hahahaha. Segeralah.

    Serem gila itu perang sarung diselipin batu di dalam sarung. Jadi bagelan gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahaha...
      itu gue nya aja yg emang beneran ngerasa blom ccok, makanya mana berani bilang secara terang''an. harus jdi hebat lah ya, biar cucok gitu, dar
      hahah

      itu lah. serem banget, njir

      Delete
  3. kapan mau temenin gue begadang nunggu sahur lagi, Ji? ahahahahaha. Semoga cepet pulang, ya, supaya bisa rasain masakan nyokap, zmngt!

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, mahal pake internet, yol.
      hahaha

      smngat!!

      Delete
  4. Beuh, ngeri banget sarung di dalemnya dikasih batu. Ramadhan masa gitu... Hmmm.

    Betul itu kata Kakak Dibah, memperbaikii diri dan memantaskan diri. Semoga bisa dipertemukan ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tau
      bejat banget gila. hahaha

      amiiiin, doain lah ya, by!!

      Delete
  5. Ckckckc masa kecil lu kenapa bejat banget sih, Ji :'D

    Terus membenahi diri supaya bisa jd orang yg hebat untuk mendampingi gadis itu ya. :)
    Betewe, rekomen lagu payung teduh yg enak dong, Ji? Judulnya apaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue juga nggak tau, lan :(
      tapi kayaknya lebih serem masa kecil elu deh, ketimbang gue

      yoiiih dongs!!
      wah, lagunya asik semua, lan. hahaha
      di dengerin aja semua

      Delete
  6. Hihihihi, terharu membaca tulisannya.
    Semangat terus ya, semoga puasanya makin bermakna #lho

    ReplyDelete
  7. Kamu jangan minder mas Uzi. Sebagai cewe aku srg di posisi 'diminderin cowo' padahal itu cowo yg aku suka. Untuk menjadi mau sama dia...nggak perlu dia lebih hebat dalam sebuah sisi dari pada aku. Aku perlu ungkapan perasaan dari dia

    ReplyDelete
  8. Hai Kakak,
    Ya ampun... masa kecilnya, sampai berani nendang segala. Kan kasihan yang ditendang.

    Memantaskan diri itu bagus.
    Tapi, jangan sampai keburu telat. Lebih baik diungkapkan lho dari pada telat. Kan siapa tahu ceweknya mau nerima.

    Karna sebenarnya cewek nggak memandang cowok yang harus 'sama' atau 'lebih tinggi' dari si cewek tersebut.

    Malah, cewek lebih suka sama cowok yang bisa menjaga dan melindungi dia lho ketimbang 'cowok harus sama/lebih tinggi derajatnya'.

    Aku sendiri sebagai cewek yang selalu gagal hanya karena cowoknya merasa di bawahku. Akhirnya ya sampai sekarang masih sendiri.

    Meski cewek terlihat kuat, dia juga lemah. Butuh seseorang yang menemani dia.

    ReplyDelete
  9. Cees, Kenalin dong cewek kairo, satu aja.

    Eniwei, good luck mendapatkan cintanya..

    ReplyDelete
  10. Semangat kak! Langsung aja ajak ceweknya naik unta bareng! \:p/
    Eh, dia di mesir juga kan ya? Apa di indo?

    ReplyDelete
  11. Masa kecilmu itu lho mas... -__-

    Ji, harusnya jangan ngomong ‘Pendamping gadis hebat seperti kamu, harus pria yang hebat juga. Harus. Meskipun itu bukan saya’.
    tapi...
    Pendamping gadis hebat seperti kamu, harus pria yang hebat juga. Harus. Dan saya usahakan itu saya.
    Kan kata orang omongan itu doa. :))

    ReplyDelete
  12. Masa kecilmu itu lho mas... -__-

    Ji, harusnya jangan ngomong ‘Pendamping gadis hebat seperti kamu, harus pria yang hebat juga. Harus. Meskipun itu bukan saya’.
    tapi...
    Pendamping gadis hebat seperti kamu, harus pria yang hebat juga. Harus. Dan saya usahakan itu saya.
    Kan kata orang omongan itu doa. :))

    ReplyDelete
  13. Emang ya, yg namanya senyuman doi itu paling susah dilupain :3

    Btw, makanan lo di sana apa, Bang? Alhamdulillah ya orang sana baik-baik. HIhi

    ReplyDelete
  14. membenahi diri agar lebih baik memang lebih efektif agar pass saat bersanding dengan seseorang yang kita kagumi..

    ReplyDelete

cara bersedekah paling mudah, berkomentar di Blog ane ini