Friday, 22 April 2016

Kalau kamu?

Kairo telah selesai dengan musim dinginnya. Orang-orang disini juga lebih memilih untuk memakai pakaian dengan warna cerah, seperti warna merah, biru. Mereka menghindari warna hitam, karena warna itu menyerap cahaya matahari, yang akan membuat badan mereka berkeringat di siang hari. Walaupun ada sebagian pula dari mereka yang tetap keukuh mengenakan kaus berwarna hitam. Sama seperti partner lari saya saat ini.
Pagi ini saya mengenakan sepatu Nike khusus marathon, serta training panjang berbahan parasut, dan tentu saja jersey dari kesebelasan Liverpool, tim bola favorit saya. Tim yang kemarin menang melawan kesebelasan Jerman, padahal sebelumnya telah tertinggal terlebih dahulu tapi pada akhir pertandingan saya bisa tersenyum bahagia.
Kamu tidak paham bola?
Coba lah, sesekali tonton acara olahraga itu. Dan kamu akan sama bahagia layaknyai saya, jika tim favorit kamu menang melawan tim lainnya.
Disamping saya sudah ada gadis manis. Rambutnya ditutup dengan krudung berwarna abu-abu, serta memakai pakaian serba hitam. Tangannya memegangi botol air mineral yang saya beli di toko samping jalan raya. Mukanya merah, mungkin masih capek setelah lari tadi. Tapi, coba kamu liat senyumannya.
Ah, manis sekali.
Saya bahagia bisa melihat senyumannya.
Nama gadis itu Gita.
**
Sore ini, aku sedang ingin bersama laki-laki yang entah karena apa, membuat diriku nyaman untuk duduk berdua bersamanya. Kaki kecil ku, melangkah lebih cepat menuju tempat yang telah kita janjikan, usai lari pagi tadi.
Petikan gitar mengalun dengan menenangkan di kedua telinga. Playlist sore ini adalah lagu-lagu dari Payung teduh. Beberapa kali, jari ku membenarkan letak headset yang mengantung di kedua telinga. Dibalik krudung berwarna hijau ini, terdengar merdu suara Is, vokalis dari Payung teduh.
Pria itu telah duduk di kursi plastik berwarna putih. Didepannya ada segelas jus berwarna hijau, yang bisa ku tebak bahwa itu adalah jus melon. Dia sempat bercerita, bahwa dengan minum jus melon, rasa rindu kepada ibunya bisa sedikit berkurang. Disampingnya terdapat sebungkus rokok Malboro berwarna merah serta pemantik berwarna silver.
“Kamu wangi sekali sore ini” katanya sambil tersenyum.
“Tapi kamu suka kan?” Rayu ku.
Ah, aku suka dengan pria ini.
Dulu, ketika tangannya memegangi jari-jariku yang kecil, aku tidak merasakan degup jantung yang berdebar-debar, layaknya cerita Rahma -teman kamarku- kepadaku dua hari yang lalu. Rasanya berbeda.
Hmm…
Seperti, ada seseorang yang akan selalu menjagaku.
Aku bahagia karena memiliki pria yang bisa diandalakan seperti dirinya.
Nama pria itu Reka.
**
Kalau kamu.
Kamu bahagia karena apa?

8 comments:

  1. Berarti dia itu bahagia karena merasakan cinta kak? atau apa?
    Bahagia itu sederhana, tergantung perasaan masing-masing.
    salam kenal kak, masih pemula ini butuh banyak belajar juga.

    ReplyDelete
  2. Bahagia karena ada salah satu cita-cita yang udah kecapai huh rasanya warbyazaaa :')

    ReplyDelete
  3. many things can make you happy... for me, i am really happy when plays with cat :)

    ReplyDelete
  4. Ini keseluruhannya fikis, Ji?
    Yang bagian atas juga fiksi? Aciyeeee

    Kamu bahagia karena apa? Kalo aku bahagia kalo ditraktir makan nasi padang pake dendeng balado. Wuiiih bahagia banget.

    ReplyDelete
  5. gagal paham kirain lu maho -___-

    anyway di kairo ada musim dingin juga ? baru tahu guee.. gue fikir hanya musim panas dan panas sekali.

    ReplyDelete
  6. Reka? Ah..jadi inget temenku hahaah

    ReplyDelete
  7. Bahagia kalo bisa ngekik TOMAT secara langsung.
    JOMBLO BAQQOO

    ReplyDelete

Eettt..... Mau kemana?
Komen dulu dong okeee :))