Friday, 28 November 2014

Musim dingin di Mesir

Pelajaran Geografi yang kita pelajarin di sekolah, menerangkan bahwa Indonesia itu hanya memiliki dua musim. Kalo nggak musim panas, ya musim hujan. Padahal sih, masih banyak musim-musim yang ada di Indonesia. Contohnya, musim duren, musim salak, musim jambu, musim diphpin, musim galau, musim tanpa pasangan, musim hinaan sebagai jomblo, musim....  kayaknya cukup deh. Kalo gue lanjutin, nanti banyak yang sakit. Tapi terkadang, ketika musim panas masih sering turun hujan. Di musim hujan, hujannya nggak turun. Malah BBM yang naik *eeh. Untung gue ada Whatsapp, Line, sama Skype. Berasa di PHP banget kan ya, kalo pas di tungguin hujan malah nggak turun? Tapi hati aku udah nggak pernah ngerasain musim hujan lagi kok, ketika kamu ada di sampingku. *kibasinrambut
Yang mau muntah silahkan...
Tahun ini perdana gue ngerasain musim dingin di negri orang lain. Di negri Piramid, Mesir. Ternyata omongan senior-senior gue, kalo di Mesir itu ada musim dingin, itu benar. Dan yang gue nggak sangka, ternyata  kulit badan gue, yang di anugrahi lebih tebel dari orang lain, masih tetep ngerasa kedinginan. Dan minggu ini juga, perdana gue liat hujan di Mesir. Kata orang-orang sini sih, hujan disini bertanda pergantian musim.  Dari musim panas ke musim dingin. Dingin di Kairo, juga bertambah dingin. Ketika orang yang gue taksir, ternyata suka sama yang lain. Caqqqidtthh qaqa.. CAQQQIDHTT!!
Mata gue pedih, baca tulisan sendiri

See, betapa kesepiannya temen gue. Sampai punya inisiatif untuk moto hujan
Dengan pergantian musim ini, gue dituntut supaya bisa menyesuaikan dengan dinginnya Mesir. karena memang suasana kayak gini, lebih enak untuk tidur ketimbang berangkat kuliah. Terlebih kampus gue, jauh dari tempat tinggal. Selain waktu yang cocok untuk tidur, musim dingin bikin perut cepet lapernya. Gue sendiri aja juga sering kelaperan, padahal dua jam yang lalu gue baru selesai makan. Kalo kayak gini terus, kapan gue bisa kurusnya.
Err... sebenernya nggak cuman pas musim dingin doang sih, hari-hari biasanya juga kayak gitu. Ini rahasia ya. Jangan kasih tau orang lain.
Tugas paling berat ketika musim dingin kayak gini adalah ketika harus beranjak dari kasur dan selimut. Dan hal yang paling nikmat untuk dikerjakan adalah dengan tidur seharian di bawah selimut, teh hangat di samping laptop, nonton film seharian, dan ketika piket masak, nyuruh untuk makan. Rasanya gurih banget.
Beruntung disini gue bertemu dengan teman-teman baru. Temen yang bisa memotivasi gue untuk semangat belajar. Dan beruntungnya lagi, mereka adalah perempuan. Pada akhirnya ada juga kan, perempuan khilaf yang mau bertemen sama gue. Eemm... sebenernya, sifat mereka nggak ke cewe-cewe an banget sih. Mereka terkesan kayak cowo. Apalagi kalo udah ketawa. Gue sendiri, masih takut ketika mereka ketawa. Mereka nggak suka nonton sinetron, tapi lebih suka nonton bola. Malah temen cowo gue, yang suka download sinetron. Dan kayaknya, memang semua temen cewe yang gue kenal, sifatnya kayak cowo semua sih. Apa dosa Aim ya owooh??
Mereka ke cowo-cowo an
Di kampus gue sendiri, sebenernya nggak ada kewajiban bagi mahasiswanya untuk dateng setiap hari. Karena nggak ada sistem absensi. Pokoknya ketika ujian bisa jawab dan dan dapet nilai bagus, lo bisa naik ke tingkat selanjutnya. Gampang kan? Tapi kan bukan kayak gitu juga. Salah satu kata-kata bijak kyai gue, yang sampai kapan pun akan selalu gue inget adalah,
“Ujian itu untuk belajar, bukan belajar untuk ujian”
Pelan-pelan bacanya. Gue juga butuh waktu buat nangkep maksud kata-kata itu.
“Kalo kamu lebih buruk dari saya, lebih baik saya tetap hidup. Dan kamu tidak pernah ada”
Musim dingin ini memang lebih enak untuk megang gelas berisikan teh anget, ketimbang harus megang buku pelajaran. Tapi kalo gue sering megang gelas berisikan teh anget, kapan akuh genggam tangan kamuuuh, cinta? #apaansih. Ujian gue di depan mata. Dan ini yang bikin gue ‘terkadang’ nggak nyenyak untuk tidur. Padahal sih, nyenyak-nyenyak aja. Biar lebih dramatik gitu.
Ujian ini bertepatan tanggal empat Januari nanti. Itu berarti, setelah tanggal tiga januari, gue akan menghadapi ujian.
Nggak lucu, nyet
Sedangkan pelajaran yang akan di ujiakan nanti, belum gue kuasain sepenuhnya. Terlebih pelajaran bahasa Inggris. Sampai sekarang, gue masih belum paham ketika Dukturoh (sebutan dosen disini) gue nerangin pelajaran. Malah, ketika gue ikut pertama kali kelas beliau, gue kira beliau lagi ngomong bahasa arab gaul. Ternyata gue salah. Gue serasa gagal jadi mahasiswa baik yang rajin menolong dan suka menabung. Ternyata bahasa Inggris beliau ini, hanya bisa di pahami oleh orang-orang asli Mesir. dan tentunya mahasiswa-mahasiswa asing kayak gue, butuh waktu. Sama kayak kamu suka sama aku. Butuh waktu juga.
Dan disinilah mereka, temen-temen baru gue itu, ada untuk gue. Mereka akan selalu menyemangati diri gue untuk selalu belajar. Akan selalu ngasih gue makan, ketika gue laper. Kalo mereka muhrim, bakalan gue peluk, gue cium, bakalan gue.... gue... gue minta traktirannya lagi buat makan.
Thanks all *berasa artis gue
Okeh. Cukup sekian dulu tulisannya yak. Mau lanjut selimutan sambil stalking si doi lagi soalnya... dadaggh..
Oh iya, minta doanya buat ujian gue nanti ya. Sini cium dulu, emmuuach...

Tuesday, 25 November 2014

Tentang Aku, Namamu dan Sang pencipta

Dingin ini tidak seperti biasanya. Dingin di Negara orang lain itu jauh berbeda dengan dingin yang ada di negri sendiri. Terlebih di Negara yang di dominasi oleh gurun pasir dan matahari yang terik. Hujan ini hanya akan turun setiap sekali atau dua kali dalam setahun. Dan hujan ini membuatku teringat dengan senyumanmu.
Perasaan ini muncul lagi. Benci untuk mengakuinya, tapi diri ini sedang mempunya perasaan yang lain. Perasaan yang sebelumnya telah ku kunci rapat-rapat, bahkan tidak ada yang bisa menyentuhnya. Perlahan dan pasti mulai terbuka sejak aku melihat senyuman itu. Entahlah. Apakah ini hanya sebuah perasaan seseorang pria yang kagum dengan kecantikan seorang wanita atau perasaan lainnya? I don\t know.

http://meetville.com/

Tidak mungkin. Seharusnya perasaan ini harus kubuang jauh-jauh. Dan memang sebaiknya seperti itu. Perasaan ini cukup hanya aku dan Allah saja yang mengetahui. Tidak perlu orang lain mengetahui perasaan ini.
Namamu akan selalu ada dalam bait-bait doaku kepadaNya. Akan selalu terselip dalam dialogku bersama Allah. Cukup sajadah ini saja yang menjadi saksi bisu. Antara aku, namamu, dan Allah. Aku memang pengecut. Pengecut, karena hanya memendam perasaan ini seorang diri. Karena aku lebih menikmati mengagumimu dari jauh. Menikmati senyuman indahmu, lebih tepatnya. Aku tidak ingin kehilangan senyuman indah itu. Aku terlalu pengecut untuk kehilangan dirimu.

your admirer

Saturday, 22 November 2014

Jumat sehat dan tamparan maut

Kuliah jauh dari orangtua itu secara nggak langsung membuat seseorang untuk bisa hidup lebih mandiri. Hidup tanpa kebergantungan sama orang lain. Hidup sendiri, makan-makan sendiri, nyuci-nyuci sendiri, tidur pun ku sendiri... uwoooh *malahnyanyi.
Mungkin banyak banget mahasiswa-mahasiswa yang kuliah jauh dari orangtua ngerasain yang namanya home sickness. Kangen sama orangtua. Kangen sama makanan orangtua. Kangen untuk minta duit jajan yang lebih dari orangtua. Dan beruntungnya gue ngerasain penyakit itu ketika di pondok. Jadi sekarang udah agak kebal lah. Terkadang gue mau balik lagi jadi anak kecil sih. Bisa bebas dari segala permasalahan yang gue punya. Bebas dari masalah keuangan, masalah pertemanan, bahkan hingga permasalahan percintaan. Waktu kecil, nggak mungkin ada yang manggil gue 'Aloo, Mblo'. Ketika gue kecil, semua orang pada suka sama gue, karena dulu gue imut. Sekarang juga masih kok. Semoga. Tapi ada yang bilang, muka gue kayak ngajak brantem. 
SUKA-SUKA GUE LAH, KAN INI MUKA GUE, SEM!!
Okeh, lanjut 
Pipi gue dulu sering dicubit, badan gue sering dipeluk, kalo pergi-pergi sering dikasih uang jajan, kalo laper dikit langsung dikasih makanan banyak. Makanya badan gue sekarang nggak kurus. Dan kalo pun gue bisa kembali lagi jadi anak kecil, gue nggak akan pergi-pergi lagi. Gue nggak pergi keluar rumah untuk naik sepeda dan ngejar layangan siang-siang. Hasilnya kayak sekarang.... *EHEM kulit gue nggak putih.
Hari Jumat adalah hari libur untuk semua orang yang tinggal di negri Piramid. Kayak jumat pagi kemarin. Jadwal gue adalah olahraga bareng almamater pondok gue dulu. Judulnya sih ‘IKPM sehat’. IKPM itu singkatan dari Ikatan keluarga pondok modern. Itu nama almamater pondok gue disini. Mottonya sih, ‘Di badan yang sehat terdapat sedikit lemak’. Secara nggak langsung, mottonya nyinggung perasaan gue. Kayak ngajak brantem gitu lah. Untung yang bikin motto itu, senior gue. Coba yang bikin seangkatan sama gue. Heemm.... nggak gue apa-apain sih. Paling bilang, ‘Heemm’ doang depan mukanya. Gue ngomongnya pas nyeruput kuah soto lagi. Enak banget itu pasti mukanya. Bakalan GURIH.
Mottonya itu loh, ngajak brantem
Lagi pula jadi orang yang gemuk itu nggak ada salahnya kok. Ketika orangtua ngirimin uang buat lo, kemudian mereka bertanya tentang uang yang dikirim,
‘Duit yang mamah kirim buat apa, nak?’
‘Buat ini, mah. Liat aja sendiri’ *sambilnunjukperut.
Tuh kan. Ketjee nggak alasan gue?
Okeh, balik ke topik.
Sebenernya undangan buat olahraga itu, buat semuanya. Semua anak-anak almamater gue. Tapi yah kayak gitu. Yang dateng hanya segelintir orang aja. 

Cuman segini yang dateng
Padahal santri gue lebih banyak dari gambar ini

Gue terkadang heran, waktu libur kayak gini mereka malah sibuk belajar. Acara olahraga kayak gini, nggak dilakuin tiap minggu juga. Yah, mungkin emang mereka lagi mau fokus aja. Mungkin. Toh, kita emang nggak bisa maksa kehendak orang lain kan? Sekalipun itu temen deket. Tapi terkadang gue kagum sama mereka. Yang bisa mengikuti kata hatinya untuk belajar, ketimbang mengikuti ajakan temennya untuk olahraga. Ngefans gue.
Olahraga hari itu di tutup dengan sebuah kenangan. Kenangan gue main futsal dan membuat dua orang terkapar di lapangan. Dan kenangan bermain basket, lalu membuat satu orang terkapar juga dilapangan. Setalah bolanya berhasil gue blok. Sampai badan pemainnya jatoh di lapangan. Antara seneng, bahagia, dan iba jadi satu.
Mukanya nggak biasa kan ya? karena dia yang bikin mottonya

Banyak kan?
Tapi yang olahraga segini doang
Kalo di komentatorin, mungkin bakalan kayak gini,
“Yah, pemain musuh menerima operan bola dari temannya. Satu orang ditipu, dua orang berhasil diltipu juga. Astagfirullahaladzim. Istighfar, nak. nggak boleh nipu orang. Dosa. Masuk neraka loh. Oh dia jomblo kayaknya sodara. Nggak heran juga sih. Okeh, sekarang kita fokus ke lapangan lagi. Dia masih membawa bola. Sekarang dia hanya berhadapan dengan satu orang untuk mencapai ring lawan. Lompatan yang indah. Dia lay up, tapi apa yang terjadi... dengan mudah, musuh menghentikan bolanya. Aah.. sayang sekali. Hanya dengan satu tangan orang itu bisa mem-blok. Sampai jatuh. Pemain yang membawa bola itu jatoh sodara...  Wahahah... rasain!! Pantat duluan lagi yang jatoh. Sakit tuh pasti. Wahahahah!!! Oper makanye!! Jomblo sih. Hahahah”
Eer... komentatornya agak kejam emang.
Kebetulan gue yang berdiri dibawah ring. Depan gue yang mau nge-lay up
Selesai olahraga, gue masih kefikiran tentang sesuatu. Bukan mereka. Orang-orang yang sukses gue bikin cidera kakinya. Bukan. Tapi mereka, temen-temen gue yang bisa megang prinsip yang dipunya, tanpa terpengaruh sama omongan orang lain. Sedangkan gue sampai saat ini, masih terpengaruh dengan perkataan orang lain. Mau kuliah tapi nggak ada temennya, ujungnya tidur lagi. Mau belajar tapi temen ngajak makan, ujungnya ikutan makan. Padahal udah makan sebelumnya.
Gue bener-bener tertampar dan seolah baru sadar sekarang. Tertampar dengan mereka. Temen-temen gue yang bisa megang prinsipnya itu. Pengen gue peluk jadinya. Sejatinya kesuksesan seseorang itu memang diciptakan oleh diri sendiri. Bukan dari orang lain. Contohnya gini. Seandainya diri lo gagal naik kelas, apa temen lo bakalan tetep di kelas yang sama, bareng lo? Padahal dia naik kelas? Nggak mungkin. Mau mengatas namakan sebuah persahabatan? Dia punya orangtua. Dan kewajibannya adalah membahagiakan kedua orangtuanya lah. Kalo sahabat, bakalan ngajak temennya untuk belajar bareng. Senggaknya, dia bakalan nyindir temennya yang males kuliah dengan dp BBMnya, yang nunjukin dia duduk di depan dosen.
Yah, semoga kita semua bisa jadi orang-orang yang megang teguh prinsip dan nggak ikut perkataan orang lain. Sama halnya kayak cinta sih. Kalo kata orang lain pacar gue nggak cantik, tapi gue akan selalu bilang dia cantik. Dia akan selalu menjadi wanita yang sempurna dalam hati gue.
Eer... sebenernya temen gue nggak ada yang bilang kayak gitu ke gue sih.
Kan lo yang JOMBLO, nyiit...
*mati

Monday, 17 November 2014

Aku, kamu, Piramid

Minggu kemarin jadwal gue adalah jalan-jalan. Bahasa halusnya, menjelajahi setiap bangunan dan tempat-tempat bersejarah yang ada di Mesir. Bahasa kerennya, travelling gitu lah.  Tapi niat aslinya sih jalan-jalan aja. Jalan-jalan berhadiah sih. Yah, selain buat nambah pengalaman dan sedikit pengetahauan tentang tempat bersejarah yang ada di Mesir, siapa tau gue nemu cewe yang khilaf suka sama gue. Siapa tau kan? Namanya juga manusia, yang bisa dilakukan hanya usaha dan doa. Aiiih sedapp.
Perjalanan pertama, menuju salah satu keajaiban yang ada di dunia. Salah satu bangunan bersejarah yang hanya ada di Mesir. Bangunan istimewa bagi penduduk Mesir. Apalagi kalo bukan Piramid dan Spinx. Tapi tetep kamu kok yang istimewa di hati aku. Emuuach.
Gilani pek

Perjalanan ini di adakan oleh almamater sekolahan gue. Almamater SMA, lebih tepatnya. Err… bukan SMA juga sih,tapi pondok. Iya pondok pesantren. Berhubung jumlah para lulusan pondok gue banyak di Mesir, makanya ngadain jalan-jalan kaya gini. Kalo gue liat promonya, mulai dari promo di sosmed dan tulisan di bannernya, pasti ada tulisan #ArmadaJelajahKairo. Kalo menurut gue sih kurang. Seharusnya di tambahin #PariwisataBerhadiah #JalanJalanDiKairoMen #JalanJalanBertemuJodohMen #HarusDapetJodoh #AkuKamuCinta #ParaTunaAsmaraMencariCintaah #AqwuuhCayanggKamooeh.
Eer… emang agak bikin sedikit mual dan menjijikan sih tulisan yang terakhir.
Sebelum perjalanan di mulai, para senior-senior udah memperingatkan bahwa nanti di Piramid nggak usah sok akrab sama orang Mesir. Jangan ada yang mau diajak foto bareng. Jangan naik onta sebelum bilang sama seniornya. Abaikan aja orang-orang Mesir yang sok akrab di piramid nanti. Yang terakhir itu, gue udah kebal kok. Udah kebal diabaikan. Tisu mana tisu...!! Semua larangan itu di karenakan akan menguras kantong. Diajak foto bareng, ujung-ujungnya si orang Mesirnya minta uang. Naik onta, yang seharusnya bayar sekitar tiga pond, bakalan di naikkin sampe seratus pond. Kejam banget. Jomblo sih, makanya kejam mereka.
Kan yang jomblo itu elo, cuut
Karena para senior-senior peduli dan sayang terhadap para juniornya, makanya mereka memperingatkan tentang hal itu. Mulai sebelum keberangkatan, di bis, sampai di Piramidnya, senior-senior gue selalu mengingatkan. Lama-lama gue cium juga nih senior gue.
Perjalanan di mulai sekita jam delapan pagi. Tujuannya adalah Piramid di Giza. FYI, di Giza terdapat tiga piramid berukuran besar. Satu patung spinx. Dan tiga piramid berukuran kecil. Piramid-piramid kecil itu katanya sih, pemerintah yang bangun. Tiga piramid yang besar, yang gue lupa namanya ini, sebelumnya tertimbun tanah, dan baru ditemukkan. Informasi yang gue dapet dari senior yang merangkup sebagai tour guide, piraimid ini udah kebagun ratusan tahun yang lalu. Yah sebelum ada Nabi Musa. Kalo nggak salah denger gitu sih. Dan semua bangunan ini murni dibangun oleh orang zaman dulu. Mulai dari bawa batunya, dari sungai sampai ke Giza, sampai nyusunnya juga, semua dilakuin oleh manusia. Ukuran batunya juga subhanallah. Panjangnya kira-kira dua sampai lima meter. Lebarnya… pokoknya lebih lebar dari badan gue lah. Kayak gini nih bentuknya.
Keliatannya aja kecil, tapi gede banget.
Kagum, takjub, semuanya jadi satu. Alhamdulillah, gue masih diberi kesempatan untuk bisa melihat bangunan Piramid. Salah satu kejaiban dunia. Gue juga nggak kebayang, badan-badan orang dulu tuh segede apaan. Bisa bawa batu segede gini.
Sekarang lebih baik gue tunjukkin gambar-gambarnya aja deh ya. Selain bikin iri, siapa tau kalian bermimpi buat berkunjung kesini. Percaya aja deh, terkadang mimpi-mimpi gitu akan terwujud.
Makan risol di Piramid itu, sesuatu banget

Lagi khilaf narsis


Kenapa ontanya yang narsis _ _"
Piramid kecil yang gue maksud, yang ada di sebelah kanan itu. Piramid setengah jadi
Setelah puas foto-foto di Piramid, rombongan gue beranjak ke Spinx. Sayangnya, di Giza patung Spinxnya sisa satu dan yang satu lagi hanya sisa kakinya doang. 

Patungnya yang KANAN!!
Tour guide gue yang nggak lain senior gue bilang, kalo patung Spinx ini punya hal yang menarik. 
“Kalian tau kan, kalo patung Spinx ini bermuka manusia dan berbadan singa? Tapi bukan itu aja yang menarik dari Spinx. Ternyata patung Spinx ini nggak punya hidung loh. Kasian banget kan, dia udah ratusan tahun tapi nggak bisa nafas. Hahahaha…. Ha… Ha…”
Sedih gue liat ekspresi senior gue. Semoga dia cepet dapet jodoh. Amiin. Gue juga nggak tau sih, hubungannya patung Spinx sama istri. Tapi, senggaknya kalo pun ke depannya nanti masih tetep garing, istrinya bisa dipaksa buat ketawa

Monday, 10 November 2014

Someone like you


Senyuman bibir manis itu menghiasi wajah indah seorang gadis. Wajah seorang gadis yang terdapat di layar ponselku. Seorang gadis yang sampai kapan pun, tidak akan pernah bisa ku lupakan dari ingatanku. Gadis berkerudung yang memiliki senyuman indah dan memiliki sepasang bola mata yang memberikan sebuah kehangatan.
Dinginnya malam, membuat rasa rindu ini muncul dua kali lipat. Rindu yang akan selalu muncul, ketika diriku melihat wajahmu di balik layar ponselku. Aku benci untuk mengakui ini. Tapi aku sungguh ingin melihat dirimu tersenyum sekali lagi. Senyuman yang akan selalu memberikan sebuah kehangatan dan rasa nyaman.
***
‘Hei, lo Arul kan? Sorry ya tadi lama. Gue abis ujian TOEFL, jadinya agak telat. Sorry ya’
‘Oh, nggak apa-apa. Gue juga baru dateng kok. Lo Rani kan ya?’
‘Iya gue Rani. Salam kenal ya, Rul. Sekarang gue traktir deh. Sebagai permintaan maaf gue, karena telat dateng. Hihi’
Hari itu, pertama kalinya aku melihatmu secara langsung. Melihat senyuman indah yang terlukis dari bibirmu. Dan tentu saja aku melihat sepasang bola mata indah milikmu itu. Sepasang mata berwarna kecokelatan milikmu, yang selalu memberikan kebahagiaan bagi orang lain yang meilhatmu. Demi apapun juga, aku tidak akan pernah mengizinkan orang lain membuat dirimu terluka. Terlebih, membuat mata indahmu itu mengeluarkan air mata.
***
“Ran, bentar lagi gue sampe di PIM”
“Gue udah di gramednya ya, rul. Kalo udah sampe langsung ke gramed aja oke”
“Siap nyonyah. Heheh.”
“Iih, apaan sih lo, Rul”
Tut. Sambungan telefon itu terputus.
Dua minggu setelah pertemuan pertama, aku mengajakmu lagi untuk bertemu. Sebetulnya tidak perlu waktu lama bagiku untuk merasakan rindu terhadapmu. Aku selalu rindu dengan senyumanmu itu.
Mungkin saat itu, Allah mendengarkan dan langsung mengabulkan sebuah permohonanku. Permohonan agar diriku bisa melihat senyuman milikmu lagi. Egois memang. Tapi senyumanmu layaknya candu yang memberikan rasa nyaman bagiku. Aku ingin menikmati senyumanmu  sekali ini saja. Menikmati senyumanmu lebih lama lagi.
Senyummu, tertawamu, caramu bercerita tentang keseharianmu, serta kepercayaanmu terhadapku untuk mendengarkan segala ceritamu, merupakan sebuah kebahagiaan yang tidak bisa aku jelaskan. Aku terlalu takut untuk menghancurkan semua hal yang telah kubangun bersama dirimu. Aku hanyalah pecundang yang tidak bisa mengungkapkan perasaan ini terhadapmu.
***
Sudah enam bulan berlalu,sejak kepergianmu. Tidak ada lagi senyuman indah yang bisa ku lihat dari bibir indahmu. Terkadang kodrat sebagai lelaki yang seharusnya selalu tegar dalam segala hal, sering kali aku langgar. Akan selalu terselip namamu dalam doaku. Akan selalu terucap namamu di setiap sujudku. Yang hanya bisa aku lakukan saat ini adalah mendoakan untuk kebahagiaanmu. Walaupun itu bukan bersamaku.
Pertemuan kedua kita di Pondok indah mall itu menjadi pertemuan terakhir bagi kita.
‘Rul, gue pamit ya’
‘Lah, lo emangnya mau kemana? Kan gue baru sampe’
‘Bukan itu maksud gue, Rul. Hahah. Lo inget nggak, kalo gue pernah ikut ujian TOEFL?’
‘Oh, iya gue inget. Yang gara-gara itu, lo terlambat dateng kan?’
‘Betul banget. Itu salah satu persyaratan kuliah gue, Rul. Gue bakalan lanjut kuliah di luar negri. Maaf ya, Rul. Gue baru bisa ngasih tau kabar ini ke lo’
‘…’
‘Hihih, sorry ya, Arul. Terimakasih untuk dua minggu ini. Walaupun gue baru kenal, tapi gue seneng banget kok bisa kenal lo’
‘…’
‘Kita masih bisa hubungan kok, Rul. Muka lo biasa aja dong. Hahah. Lucu tau kalo liat muka lo kayak gitu’
‘Kita masih akan temenan kan, Ran?’
‘Iya, Rul. Sekarang dan untuk selamanya.’
Walaupun sebenarnya diriku masih belum bisa menerima kepergianmu, tapi aku tau suatu saat nanti, cepat atau lambat aku akan mengalami fase ini. Tapi aku tidak akan pernah menyangka kalo akan mengalami hal ini secepat seperti ini. Aku masih ingin bersamamu lebih lama lagi. Aku ingin lebih lama melihat senyumanm itu lagi. Aku ingin lebih lama bersamamu.
When you said your last goodbye
I died a little bit inside
I lay in tears in bed all night
Alone without you by my side

Lagu Kodaline yang berjudul All I want menjadi lagu favoritku saat ini. Sudah tidak terhitung berapa seringnya, lagu itu menghiasi earphoneku.Walaupun aku membenci merindukanmu, yang berarti aku hanya akan mengingat masa lalu lagi. Tapi di lain sisi aku menyukai itu. Aku bisa merasakan lagi senyuman indahmu. Aku bisa merasakan tawamu lagi. Aku bisa merasakan semua hal, ketika diriku bersamamu lagi. Aku bisa merasakan bahwa dirimu ada disampingku.
Terkadang cara untuk mencintai seseorang adalah dengan melepaskannya. Dengan melihatnya bahagia, walaupun bukan bersama diri kita lagi. Mendoakannya adalah salah satu cara termudah untuk mencintainya. Dirimu akan selalu ada dalam ingatanku. Terimakasih untuk semuanya. Aku akan selalu mendoakan dirim dari sini. Semoga kamu baik disana. Dan aku harap, seseorang yang bersamamu saat ini, senantiasa menlindungi dirimu. Dan menjaga senyuman indah itu selalu ada.
Cause if I could see your face once more
I could die a happy man I’m sure


sumber: http://widehdwall.com/

Thursday, 6 November 2014

November istimewa

Dalam setahun, terdapat dua belas bulan. Dan bulan November menjadi bulan favorit gue setelah bulan Ramadhan. Semua orang pasti tau kalo bulan Ramadhan itu adalah bulan puasa. Bulan yang melipat gandakan sebuah amal kebaikan. Tidurnya orang puasa itu dapet pahala. Makanya, gue seneng banget tidur. Tapi terlepas dari itu semua, bulan Ramadhan menjadi salah satu bulan favorit gue, karena di bulan itu lah, para santri pulang ke rumah. Di bulan itu lah, gue bisa makan buatan nyokap gue. Di bulan itu lah, gue bisa memperbaiki gizi gue. Dan di bulan itu juga,  gue dan temen-temen pondok gue bisa kumpul bareng dan ngomongin orang pacaran yang duduk di sebelah kita,
Subhanallah, itu cewe, cantiknya kebangetan
Astagfirullah, cakep-cakep gitu, ternyata hewan peliharannya serem juga ya
Yaa Allah, itu pacarnya?! Gila..!! masih gantengan gue kali ketimbang tuh peliharaan. Eh, tuh cowo maksudnya
Tentunya, omongan itu semua menggunakan bahasa arab. Kalo pake bahasa Indonesia, mungkin sekarang gue nggak nulis hal ini.
Bulan ini adalah awal masuk musim dingin di Mesir. Lo nggak percaya kalo disini ada musim dingin? Kita tukeran deh yuk. Setiap malem, harus pake selimut kalo nggak mau kedinginan. Meskipun udah make jaket, dinginnya akan tetep terasa. Apalagi yang JOMBLO *Capslock mode on, pasti bakalan ngerasain dingin yang lebih. JOMBLO sih lo!!! Selimut yang digunain disini juga berbeda dengan yang ada di Indonesia. Yah, lo bayangin aja, bulu dada orang Mesir aja lebih tebel dari punya orang Indonesia. Apalagi selimutnya??!
Err... gue juga masih nggak tau, apa korelasi antara bulu dada sama selimut sih.
Hari selasa kemarin, gue disibukkan dengan berbagai macam kegiatan almamater. Dari pagi sampe sore. Dan baru ketika malam hari, gue sampe di daerah perumahan tempat tinggal yang gue tempatin. Sebelum pulang, kita berencana untuk istirahat dulu di salah satu... yaah, anggep aja cafe gitu. Kalo di Indonesia bakalan sering nemuin banyak angkringan dan di penuhi orang-orang sibuk yang sedang menikmati secangkir kopi. Di Mesir beda. Disini nggak ada yang bilang ‘ngopi yuk, bro’ yang ada itu kayak gini ‘ngasob yuk, qaqa’. *ini kode, biar dibayarin sama senior. Ngasob itu setau gue adalah minum air tebu. Nggak hanya tebu, tapi di tempat ini, dijual jus juga. Iya, kalian nggak salah baca dan gue emang bener ganteng kok. Seriusan.
Nggak nyambung, nyet
Selepas dari acara ngasob together, gue di tarik adek gue menuju sebuah restoran. Iya, adek kandung gue.  Alhamdulillah, gue pergi ke Mesir bareng adek kandung sendiri dan bukan adek-adek an. Jujur aja saat itu, gue udah nggak tahan dengan dinginnya kota Cairo. Tapi karena dipaksa sama adek sendiri, gue nggak bisa nolak. Apalagi ketika gue hendak meninggalkan restoran, mata adek gue sampe berkaca-kaca. Gue juga kurang tau, kapan adek gue suka makan kaca jendela (?).

Kecee kan
Hari ini, hari yang kau tunggu

Bertambah satu tahun, usiamu

Bahagialah slalu
Lagu Jamrud terdengar di seluruh restoran dan seketika itu juga, adek gue membawa sebuah kue ulang tahun. Sedih, bahagia, bangga, campur jadi satu. Ini perdananya gue ulang tahun dan dibawain kue kayak gini. Terlebih sama adek gue sendiri. Ketika adek gue bawa kue, samar-samar ada suara yang berkata,
‘Ciyeee yang jomblo selama dua puluh tahun. Selamat ya’
GUE TUSUK PAKE GUNTING KUKU, TAU RASA LO, SOF!!
Oke, sorry. Tadi kebawa suasana.
Thank you so much, dear


Acara makan-makan kue ini berakhir dengan berakhirnya gue di’eksekusi’oleh para temen-temen Mumtaza. Ketika hendak foto bareng, rambut keceeh ini, harus rela diceplokin telor. Dan ketika itu ada anak kecil arab yang berbicara di samping gue,
Anak kecil: Yaa sohbi, yaa sohbi  (hooi, bang)
Gue: *nengok ke samping
Anak kecil: hahaha
PUKULAN BEDUG MANA?? PEKULUAN BEDUG DIMANA?!! GUE KETOK JUGA TUH HIDUNG BIAR NGGAK SONGONG LAGI LO!!!   
 Ternyata temen-temen gue nggak puas hanya dengan nyeplok telor. Ketika pulang, mereka dengan membabi buta dan tanpa ampun, melempari gue dengan terigu. Lemparnya bener-bener semangat. Udah kayak orang lagi ngelempar jumroh, pokoknya. Semangat banget.


Penderitaan gue nggak hanya disitu aja.
Malam berikutnya gue dikasih kejutan lagi dari temen-temen almamater. Dikejutkan lagi dengan kue ulang tahun. Karena kejadian kemarin, mulai dari diceplokin dan dilempar terigu masih teringat jelas dalam otak gue. Teradang, gue suka horor sendiri kalo liat temen-temen gue. Yah, muka mereka memang susah untuk diajak berdamai. So, gue jaga jarak dengan mereka. Dari pada harus berakhir dengan ceplokan telor lagi.

Mukanya songong. Emangnya gue peduli?

Bersyukurnya hanya sisa kue yang kena kepala gue. Kue itu, campuran dari telor dan terigu. Intinya sama aja sih. Sebelum kena kue, gue udah berusaha kabur. Tapi apa daya. Pada akhirnya gue sukses jatoh di jalan, di ketawain orang Mesir, dan temen-temen dengan semangat lempar sisa kue ke kepala dan muka. Mereka pun tertawa bahagia. Bahagia, melihat temennya ini terdampar di jalanan. Udah kayak badak terdampar di lautan. Pokoknya tragis.

Thanks so much, bro and sis

Sunday, 2 November 2014

Hari pertama Orientasi Mahasiswa Baru di Mesir

Kewajiban pertama yang di jalankan oleh para mahasiswa baru, apalagi kalo bukan Orientasi Mahasiswa Baru (ORMABA). Meskipun saat ini gue kuliah di Mesir, tetep aja ada acara kayak gini. Sebenernya bukan ORMABA kayak di Indonesia juga sih. ORMABA disini lebih untuk memperkenalkan sejarah dan kebudayaan yang dimiliki negri Mesir. Negri yang memiliki julukan seribu menara. Negri yang memiliki sejarah tentang Firaun. Negri yang mempunyai sungai terpanjang di dunia. Dan, semoga di negri ini, gue bisa menemukan belahan jiwa gue. Emm.. yah, kalo pun bukan belahan jiwa, semoga aja ada cewe khilaf yang naksir gitu.

Bersyukurnya menjadi mahasiswa perantauan, punya banyak temen baru dari berbagai penjuru negri. Hal itu juga yang menyadarkan gue, ternyata hitamnya orang Indonesia itu jauh lebih ‘baikkan’ di bandingkan dengan negara-negara lain. Entah kenapa, gue bahagia banget nulis kata-kata barusan. Dan para senior-senior yang lebih dulu tinggal di negri ini, juga akan lebih banyak berbagi pengalamannya kepada para junior-juniornya. Biasanya sih, sering dibeliin makanan khas Mesir dan di bayarin ongkos naik bis. Kalo cewe, gue peluk juga nih senior-seniornya. Ketika acara Orientasi Mahasiswa baru, senior sini juga nggak ada yang nyuruh,
"Sekarang kalian jalan jongkok muterin Piramid"
Yang ada tuh kayak gini,
"Kamu udah makan belum? Minum dulu nih, seret kan? ini tisunya, ada bekas sisa makanan di bibir kamu tuh"
Sayangnya yang bilang gitu adalah senior cowonya.
*Kemudian ada hening yang panjang... Panjang banget...
Hari pertama orientasi mahasiswa baru, terletak di Meeting hall fakultas Ushuluddin. Perjalanan dari tempat tinggal gue ke tempat itu terbilang cukup jauh. Sekitar satu bulan, lah.
Yee kalii dah, nyet
Lupakan bayangan para mahasiswa ber-sepeda ria di jalanan yang bersih sambil mendengarkan lagu sakitnya tuh disini versi Mesir. Kemudian mata ini disajikan berbagai bunga-bunga berguguran, dan telinga ini mendengarkan nyanyian merdu dari suara burung-burung. Jangan bayangkan hal itu terjadi disini.
*err.... ngeri jugasih kalo bayangin orang arab nyanyi lagu sakitnya tuh disini, sambil megangin dada. Emm.. megangin bulu dada mereka sih lebih tepatnya.
Lupakan tentang itu semua. Kenyataannya, gue dan seluruh mahasiswa dari Indonesia harus desak-desakkan naik bis delapan puluh coret bersama orang-orang Mesir, Nigeria, dan sebagainya. Yang tentunya, ukuran badan mereka jauh lebih besar dari orang Indonesia. Dan pada akhirnya, muka kita sejajar dengan ketek mereka. 

Terlebih hidung dan bulu dada mereka. Dan sejauh mata ini memandang, hanya terdapat hamparan padang pasir. Dan kuping ini akan sering mendengarkan ‘ala gambik, yaa astoh anzil huna yaa astoh, lau samah ‘akuuuh cintaaa kamuu Fauziii. Muahh muaahh muaah’ kalimat pertama dan kedua, itu yang biasanya di ucapin penumpang buat nyuruh supirnya berenti. Emm... kalo kalimat yang terakhir itu, angan-angan gue aja sih. Yaa, mungkin aja setelah baca tulisan ini, ada yang manggil gue kayak gitu. Mungkin. 
Sampainya di meeting hall, hampir seluruh bangku-bangku udah terisi penuh. Sebenernya gue kurang semangat juga sih ikutan beginian. Soalnya ketika gue kuliah di Indonesia, udah pernah ngerasain hal kayak gini. Tapi ternyata dugan gue kalo acara ORMABA itu nggak enak, salah. Gue baru sadar, ternyata acara ORMABA kayak gini dengan secara nggak langsung , mengumpulkan seluruh mahasiswa dari Indonesia untuk berkumpul dalam sebuah ruangan. Perjuangan gue pergi naik bis tadi pagi, mulai dari desak-desakan sama orang arab, cium bau keringet mereka, dan liat bulu dada mereka yang berlomba-lomba keluar dari kemeja , terbalaskan semua. Sekarang gue bisa ketemu dengan semua mahasiswa-mahasiswi Indonesia. Mahasiswi-mahasiswinya cantik-cantik lagi.

Eemm... sebenernya gue nggak terlalu semangat liat para cowo-cowonya sih. Gue lebih semangat liat cewe-cewenya. Yah, selama tujuh tahun gue di pondok emang nggak pernah ngerasain satu ruangan sama cewe sih. Tragis yak?
 *Tisuu mana tisuuu!!!
Orientasi hari ini tentang perkenalan kampus yang di sampaikan oleh staff kampusnya sendiri. Mulai dari jurusan-jurusan yang ada disini, pengenalan tentang Tallaqi, bagaimana pembagian agar perkuliahan dan tallaqi bisa berlangsung lancar. Yang terakhir itu sebenernya pertanyaan yang ditanyain temen gue sih. Yah, temen gue itu emang terkenal sebagai orang yang rajin dalam mengajukan berbagai pertanyaan. Dan tentunya semua itu disampaikan dan ditanyakan dengan bahasa arab.
*yee kali pake bahasa sunda, nyet
Untuk hari-hari ORMABA selanjutnya, gue akan cerita di cerita berikutnya yak... Masih banyak keseruan dari kegiatan ORMABA di Mesir.

sumber foto: http://aldiansahprayogi.blogspot.com/2010/07/taukah-kamu-cara-menghilangkan-bau.html