Sunday, 31 August 2014

Sosok idola yang baik untuk di contoh

Sekarang ini lagi heboh ngebahas seorang mahasiswi UGM pascasarjana fakultas hukum. Mahasiswi cantik, yang sayangnya kelakuannya nggak secantik penampilannya. Yah, mungkin dia lagi khilaf aja, sampai menghina kota Yogyakarta. Kota yang paling banyak sejarahnya menurut gue. Kota yang terkenal dengan Malioboro, Bakpia patuk, Gudeg, Trans jogja, sampai orang-orangnya yang amat sangat ramah, dan masih banyak hal lagi. Tapi kamu lebih jauuh ramah kok, kamu lebih baik, iya kamu yang lagi baca tulisan ini :*.
Seperti yang gue tuliskan diatas, wanita cantik belum tentu hatinya secantik rupanya. Tapi memang nggak bisa dipungkiri sih, cowo itu liatnya dari muka jatoh ke hati. Tapi tetep aja, kalo udah lama kenal, dan akhirnya tau, kalo hatinya itu nggak seindah rupanya, juga bakalan ditinggal pergi. Bukan ditinggal pergi sih, tapi yah... mungkin si cowonya nggak jadi naksir lagi. Dan sepertinya, bukan hanya cowo aja yang berfikir seperti itu, para perempuan mungkin juga berfikiran seperti itu. Mungkin. Maka dari itu, bagi kalian yang semua merasa jelek, nggak usah minder. Siapa bilang, cowo jelek nggak bisa dapet cewe cantik? Nothing immposible. Sebenernya kata-kata ini, untuk motivasi diri gue sendiri sih.
Saat ini mahasiswi yang gue sebutkan diatas tadi, nggak pantas untuk dicontoh sifatnya. Yah, sifatnya yang kemarin bikin heboh itu. Tapi gue yakin, dia punya beberapa sifat yang memang patut untuk dicontoh. Walaupun saat ini, gue juga nggak tau sifat baiknya. Bukankah setiap manusia memang memiliki kelebihan dan kekurangan? Tapi kamu beda. Iya, segala kekurangan yang kamu punya itu, hanya menjadi nilai yang lebih di mataku :*
*lama-lama gue ngerasa gila, sayang-sayangan sama blog -,,-
Kalian punya sosok idola? Seseorang yang menjadi panutan kalian dalam berbagai hal. Mulai mencontoh sifat baiknya, sifat ramahnya yang suka berbagi dengan sesama, sampai mencontoh sifatnya yang pantang menyerah. Kalian punya?
Sekarang ini, gue mulai mencari seorang yang memang pantas untuk menjadi panutan bagi diri gue. Orangtua? itu udah pasti. Mereka jadi panutan bagi diri gue. Pantuan agar menjadi lebih baik, dan harapan orangtua gue terhadap diri gue dan adik-adik gue, adalah harus menjadi lebih baik dari mereka. Yah, semua orangtua pasti berfikiran seperti itu. Walaupun itu nggak mudah, tapi akan gue lakukan. Selagi orangtua meridhai, pasti ada jalannya. Terlebih doanya seorang ibu. Doa yang paling manjur.
Sosok idola gue, adalah temen gue sendiri. Sebenernya dia ini adalah seorang yang pernah gue taksir dulu sih. Seorang cewe sederhana, dengan sikap sederhana, dan jakun yang mempesona. Dia selalu menggunakan kjilbab, sikapnya ramah, selalu menjadi diri sendiri, dan banyak cowo-cowo yang naksir terhadapnya. Cewe idaman sih, menurut gue. Rasa suka, juga rasa kekaguman gue ini terhadapnya, selalu gue sembunyikan. Yah... dia nggak perlu tau tentang rasa ini juga sih, cukup hanya gue dan Yang Diatas sana aja yang tau tentang rasa ini. Yeah, i’m secret admirer
Gue paling nggak kuat kalo liat senyum. Seolah senyumannya mengajak berumahtangga.

Yah, semua orang juga tau, belum tentu orang yang berkrudung itu baik/sholehah, dan belum tentu juga orang yang nggak berkrudung itu jahat. Tapi, menurut gue sih, wanita sholehah itu akan menggunakan jilabab. *sedappp
Gue terinspirasi banyak hal oleh temen gue yang satu ini. Dia setahun lebih muda dari gue, tapi sifatnya lebih dewasa.  Malu banget gue sama dia. Dan dia juga, yang memotivasi diri gue menjadi lebih baik. Dengan denger suara dia aja, gue langsung bisa intropeksi diri. Dengan denger suara dia aja, gue jadi lebih semangat buat ibadah, mulai dari sholat sunnah, sampai puasa senin-kamis. Bahkan gue pernah puasa senin-kamis, saking nggak kuatnya, gue makan di hari rabu *kemudian ada heninggg yang panjang. Dan denger suaranya aja, gue langsung menyesali berbagai dosa yang telah gue kerjakan. Seolah dengan suaranya aja, gue langsung inget akhirat. DAHSYAT banget pokoknya.
*anak alay pun mulai teriak, lalala-yeyeye
Gue sempet merasa kalo ini semua mimpi. Karena bisa-bisanya seorang manusia seperti gue, punya temen layaknya bidadari surga. Gue sampai cubit-cubit pipi keras-keras, dan juga nampar-nampar pipi nggak kalah kerasnya. Gue baru sadar, kalo pipi yang gue cubit dan juga tampar itu, adalah pipi adek gue. Pantes, adek gue tiba-tiba nangis.

Contoh idola gue yan lainnya adalah Abimana Arya. Sebagaimana yang kita ketahui, dia adalah salah seorang aktor Indonesia. Salah satu film yang diperankannya adalah Republik Twitter. Dari film itu, gue kagum sama perannya. Dia bisa bersikap tenang dalam berbagai situasi. Dan selain sikap tenangnya, dia selalu ramah terhadap orang lain, dan selalu tersenyum. Entah, di kenyataannya seperti itu atau nggak, tapi menurut gue sih, memang sifat aslinya kayak gitu. Kalem.
Yah, tapi setelah nonton film itu, gue punya mimpi yang terlalu besar. Dapet kenalan cewe cantik dari twitter, bahkan sampai jadian. Ahh... kapan gue punya ya? Gue tau sih, kalo hal ini sepertinya mustahil bagi gue. Tapi... nggak ada salahnya kan berharap? Sama halnya harapan aku, yang selalu ingin terus berada di samping kamu. Muaaah :*.
*astaghfirrr.... gila beneran kayaknya nih gue.
So, mereka itu adalah beberapa idola gue. Kalo idola kalian siapa? Jangan bilang, ‘kamu. Iya, kamu yang punya blog Mahasantri ini’. Gue tabok.

Sunday, 24 August 2014

Sebuah kesepian dan arti sempurna

Setiap orang pasti pernah merasakan kesepian. Yeah, termasuk gue sendiri.
Mungkin, sebagian orang memilih untuk menyendiri dari keramaian, dari ruang lingkup teman-temannya. Kalo gue sendiri sih, yah... memang karena mereka meninggalkan gue. Mereka itu, adalah orang-orang yang gue anggep temen deket, atau yang sering disebut sebagai sahabat.

Flashback dikit. Pertama kali kehilangan seorang teman, ketika temen cewe gue, memiliki seorang pacar. Mungkin kesalahan gue juga sih, karena keseringan cerita sama dia, dan ketika di tinggal, gue bingung harus cerita ke siapa. Dan pada akhirnya, gue lebih suka menuliskan rangkaian-rangkaian kata di blog gue ini.
Agak, heran juga sih dengan anak muda zaman sekarang. Pacarannya seperti akan benar-benar berakhir di pelaminan. Padahal masih sering ngerepotin orang lain. Yah, sayang-sayangan boleh aja, tapi nggak usah lebay juga keleeuus. Nggak usah sayang berlebihan. Kalo sayang berlebihan, diri lo sendiri yang akan sakit ...? udah tau kan jawabannya? Terlebih gara-gara pacaran, sampai harus melupakan teman sendiri. Bahkan teman dekat sekalipun.
Hal berikutnya masih masalah pertemanan juga. Kalo tadi sahabat gue yang perempuan, sekarang yang cowo. Gue udah menganggap dia sebagai sohib baik buat gue. Berbagi pengalaman yang gue dapatkan, gue cerita kepada temen gue ini. Sampai seluruh temen perempuan yang gue punya, gue kenalin sama temen gue yang satu ini. Kebetulan, lagi nggak ada kerjaan aja sih. Bahkan kepada seorang cewe yang gue taksir, gue kenalin sama temen gue ini. And finally, cewe yang gue taksir lebih deket sama temen gue ini, dan menjauh dari gue. Nyesek? Sakit hati? Dikit sih. Gue lebih rela, kehilangan cewe yang gue taksir, ketimbang temen gue ini. Cuman naksir doang. Nanti, seiring berjalannya waktu, juga bakalan ilang rasa itu. Yah, dan kalo pun temen gue ini bisa jadian dan lebih bahagia dengan cewe itu, gue juga akan turut seneng.
Tapi seiring berjalannya waktu. Gue mulai sadar. Selama ini, dia hadir di kehidupan gue, ketika ada butuhnya aja. Dan gue baru paham, kalo sebenernya dia nggak peduli sama sekali dengan gue. Mungkin banyak dari kalian yang mengalami hal ini. Seorang teman yang kalian fikir adalah sahabat kalian, ternyata hanyalah seorang yang datang ketika butuhnya aja. Pernah ngerasain?
Penyebab kesepian yang lain, adalah ketika itu gue punya seorang teman cewe cantik, tinggi, kulit putih, baik hati, krudungan, pokoknya kayak model-model gitulah. Terkadang gue merasa orang yang paling mengenal dirinya, dan terkadang pula, gue merasa menjadi orang asing ketika bersamanya.
Kita suka cerita satu sama lain. Dan ini adalah, moment gue merasa menjadi orang yang bener-bener mengenalnya. Dengan senang hati, gue akan mendengarkan segala keluh kesahnya. Kapan pun itu. Karena hal itu, yang bikin gue merasa memang benar-benar memiliki seorang teman. Merasa, kalo temen gue ini percaya untuk berbagi cerita kepada gue. Sweet memory.
Ketika dia sedih pun, gue akan rela bertindak konyol agar dirinya tertawa lepas. Kembali tersenyum lagi. Gue nggak kuat kalo liat cewe cantik ngambek ataupun nangis. Rasanya tuh.... jijik-jijik gimanaaa gitu. Air mata keluar, ingus pun ikut keluar, sambil ngacak-ngacak sampah. Ga jauh beda sama kucing lah. Lebih enak liat cewe tersenyum, ketawa lepas, kayak jalan di pantai gitulah. Terlebih lagi, kalo senyumannya itu tertuju untuk diri gue. Sama halnya senyuman kamu ke aku. Iya, kamu yang lagi baca tulisan ini.
Tapi.... segala hal yang kita kira baik, bisa jadi hal buruk di mata orang lain. Sifat konyol yang gue harap bisa membuat dia kembali tersnyum, malah di sindir. Padahal ketika gue lakukan hal konyol itu, dia memang benar-benar kembali tertawa lepas lagi. Nggak ada raut kesedihan lagi di matanya. Tapi tetep aja, pada akhirnya, niatan baik yang gue lakukan, hanya menjadi sebuah prilaku buruk di matanya. Hal ini lah, yang membuat diri gue seolah menjadi orang asing ketika bersamanya. Padahal, sudah dua tahun gue dan dia berteman. Dan dia masih melihat niatan baik gue itu, sebgai prilaku yang buruk.
Apakah dia ingin mencari seorang teman yang sempurna? Sebenernya, definisi sempurna seorang teman itu seperti apa sih?
Dari novel berjudul 'Hai Luka', gue nemuin arti dari sempurna, dan gue pribadi setuju dengan artinya. Arti sempurna yang sesungguhnya, adalaha ketika kita bisa menerima segala kelebihan dan kekurangan yang di miliki oleh orang lain.

Kalo menurut kalian, arti sempurna itu seperti apa?

Friday, 15 August 2014

Ucapan terimakasih kepada group ini

Banyak hal yang dapat membuat seorang yang tadinya diliputi rasa sedih, rasa kesepian di tengah keramaian, dan lain sebagainya, menjadi tersenyum kembali, menjadi bahagia kembali. Dan mungkin salah satu alasanku selalu tersenyum, adalah karena kamu. Iya, kamu yang lagi baca tulisan aku ini. Muacchhh...
Salah satu hal yang membuat seorang blogger personal bahagia, dan lebih semangat untuk menulis, adalah komentar. Yah, hal simpel, tapi berarti banget bagi seorang blogger personal. Mungkin bukan hanya blogger personal aja, tapi semua blogger pasti seneng, ketika ada orang yang mau menyempatkan menulis komentar di blognya. Itu sama aja, kalo ada yang membaca tulisan kita, dan ada yang mengharagainya. Dan mungkin aja, tulisan yang menurut lo nggak ada gunanya itu, ternyata bermanfaat bagi orang lain. Mungkin aja kan? Yah, walaupun sampai sekarang belum ada yang bilang tulisan gue bermanfaat sih. Tapi suatu saat nanti. Iya, suatu saat nanti. Semoga aja tulisan ini ada manfaatnya.
Blogger Energy. Group blogger personal, yang mempunyai peran penting dalam hidup gue sebagai blogger. Group yang mengajarkan gue tentang dunia blog dari nol sampai sekarang. Group yang telah mengenalkan gue kepada orang-orang yang memiliki hobi sama seperti diri gue. Group yang pernah gue ikuti acara kopdarnya, ketika regional gue ngadain acara kopdar. Dan group ini juga, yang selalu bikin gue tambah semangat, karena para member-membernya lah, blog gue penuh dengan komentar-komentar.
Saat ini, memang gue nggak seaktif ketika awal-awal gue bergabung dengan group ini. Dan gue pribadi, memang kurang mengetahui member-member angkatan baru. Ya itu disebabkan karena gue sendiri yang kurang aktif sih. Tapi kalo coba flashback, gue kangen sama member-member yang udah sepuh. Yang ngajarin gue banyak hal. Contohnya aja bang Rinem. Blogger asal banyuwangi, yang mudah bergaul. Karena memang usia gue dan dia, terpaut lumayan jauh sih. Kemudian, Gitta. Sekarang dia masih lumayan aktif sih, tapi kalo dibandingkan ketika di awal-awal gue gabung, dia blogger paling rame. Mungkin setiap orang yang nulis di wall group, selalu ada komen darinya. Dan yang terakhir, bang Bayu, salah satu ranger Blogger Energy. Kalo dulu, dia malah pernah bikinin gue template. Terkenang banget. Masih banyak sih, tapi gue udah mulai lupa nama-nama mereka. Yah, namanya juga jomblo manusia.
Bertambahnya waktu, bertambah juga para member Blogger Energy. Gue salut dan iri sebenenya dengan para member-member yang baru. Selain tulisan mereka yang udah bagus, template blognya juga nggak kalah bagus sama tulisannya, dan satu hal yang bikin tambah iri, adalah mereka udah menggunakan domain. Sedangkan gue? hal ini sebenernya memotivasi gue, untuk selalu berusaha agar lebih baik lagi dari mereka. Akan tetapi....  Yah, iman seseorang aja kadang naik dan kadang juga turun, apalagi semangat nulis. Kadang semangat, dan kadang males. Yah, ini lah buruknya gue. Udah tau kalo tulisannya masih jauuh banget dari bagus, dan menghibur, tapi masih aja males-malesan. Pantesan aja sampai saat ini belum nemu belahan hati, karena masih aja males nggak mau nyari.
Err...rr... agak nggak nyambung sih, tulisan gue yang terakhir itu. Pura-pura paham aja.
Selama dua tahun gabung di Blogger Energy, udah tiga kali, gue ikut acara kopdar. Pertama dan terakhir di Jakarta, dan yang kedua di jawa timur. Kopdar pertama gue, buruk. Buruk banget, bad memory. Ketika itu, gue memang baru-barunya keluar dari pondok. Yah, sebuah pondok, yang isinya lelaki semua. Dan mata gue, memang masih belum terbiasa untuk melihat makhluk seksiih aja sih. Yah, lama-kelamaan juga akan terbiasa kok. Aku akan terbiasa mencintai kamu. Iya, kamu. Kamu yang cantik itu.
Dan kalo mau tau cerita kopdarnya, bisa di baca disini dan disini. Untuk kopdar ketiganya, belum sempet di tulis.
Nggak terasa udah dua tahun, gue gabung dengan group ini. Group blogger yang telah mendidik gue, menjadi lebih baik dari yang sebelumnya. Kalo sebelum gabung, tulisan gue ancur se-ancur-ancurnya tulisan, sekarang udah nggak. Nggak terlalu ancur lah. Yah, minimal ketika orang lain baca tulisan gue ini, paham dengan apa yang gue maksud.
Group ini telah menjadi wadah bagi gue, untuk merajut impian gue sebagai seorang penulis. Di ulang tahunnya tahun lalu, group ini mengadakan sebuah lomba menulis. Yang nantinya, dari sekian banyak naskah yang masuk, akan diseleksi, kemudian menjadi sebuah buku. Bersyukur banget tulisan gue bisa memeriahkan isi buku tersebut. Yap, dari sekian banyaknya naskah yang masuk, tulisan gue bisa tembus ke duabelas besar. Ke duabelas cerita yang diterbitkan menjadi sebuah buku.
Hal itulah yang menjadikan group ini berarti banget untuk diri gue. Karena group inilah, gue bisa punya sebuah karya, dan menjadi terkenal. Walaupun sebatas di keluaga aja sih. Dan semoga aja, suatu saat nanti, gue bisa memperkenalkan group  Blogger Enegry, lebih terkenal dari saat ini. Tentunya dengan karya gue. tunjukkin kalo anggota group ini, karyanya nggak bisa dipandang sebelah mata. Dan semoga aja, hal ini dipunyai oleh para anggota-anggotanya. Yeaaah!!! Kita balas dengan karya.
Harapannya di ulang tahun ini, semoga Blogger Energy menjadi lebih baik lagi, para anggota-anggotanya makin kompak. Nggak apa-apa walaupun jumlah anggotanya masih berjumlah ratusan. Tapi kalo dari ratusan itu kenal dan becanda bareng, bukankah hal itu asyik? Terlebih lagi, kalau semua anggota-anggota yang makhluk seksiiih (baca: cewe) deket sama gue. Sering bercanda bareng gue, jalan bareng gue, rangkul-rangkulan bareng gue, pasti akan jauuuh lebih asyik. Bener kan?? Apalagi sampai ada yang jadian sama gue, ahhh... keren banget.
"Tulisan ini sebagai bentuk ucapan terimakasih kepada group ini" 

Semoga aja tulisan ini, bisa mewakilkan rasa bahagia dan bangga gue terhadap group Blogger Energy. Dan semoga aja kalian bisa menangkap maksud dan tujuan dari tulisan ini. Terlebih lagi, bagi kalian. Iya, kalian makhluk seksiih yang baca tulisan ini. Semoga kita bisa jadian ya *Eh.

Thursday, 7 August 2014

Sebuah impian indah

Sebelumnya mau ngucapin, mohon maaf lahir dan batin. Walaupun lebaran udah semingguan lebih, tapi sekarang kan masih bulan syawaal. Mohon maaf banget buat semua temen-temen blogger dan juga temen-temen gue di kehidupan nyata gue. maafin kalo gue belom bisa jadi teman yang baik untuk diri kalian, maafin yaah.
Semua manusia itu pasti punya mimpi. Entah itu anak kecil, sampai anak labil. Kalo dulu ketika kita masih sekolah dasar atau di bangku taman kanak-kanak, terkadang kita mempunyai impian yang besaar banget. Entah itu jadi polisi, dokter, pengusaha, pendamping hidup kamu, iya kamu yang baca tulisan ini. Tapi setelah berkembangnya umur, manusia mulai melupakan impiannya ketika masih kecil. Yaah... mungkin bagi sebagian orang, masih ada yang tetap semangat sampai saat ini, untuk mewujudkan impian masa kecilnya. Tapi menurut gue, seiring bertumbuhnya umur seseorang, maka impiannya ketika dia masih kecil, perlahan mulai menguap.... dan akhirnya hilang begitu aja.
Sekarang, gue mau berbagi pengalaman tentang beberapa mimpi-mimpi gue. Semoga aja tulisan kali ini ada manfaatnya. Iya, semoga aja tulisan kali ini nggak menghina kaum-kaum yang buta akan belaian kasih sayang.
Dulu, ketika masih sd gue ngebet banget untuk jadi seorang polisi. Kayaknya keren aja gitu, kalo jadi polisi. Punya seragam, disegani masyarakat, bisa menghukum orang. Yah, mungkin saat ini salah satu hukuman yang sering kita lihat, yang diberikan polisi adalah berupa surat tilang bagi pengendara yang ‘nakal’. Itu salah satu hal baik yang dilakukan agar masyarakat nggak mengalami hal buruk di perjalanan. Tapi, yaaa sekarang ada aja sih, polisi yang emang sengaja nyari-nyari kesalahan pengemudi, untuk menambah ‘uang saku’ mereka.
Impian gue itu perlahan mulai hilang, ketika gue lulus dari sd.
Ketika gue masih di pondok, gue sering banget denger kalo mimpi-mimpi itu seharusnya ditulis di atas kertas. Agar kelak nanti, kita bisa lihat kalo apa yang kita tuliskan di kertas itu, telah kita capai semua. Jujur aja, gue sebagai anak pondok, nggak pernah memimpikan jadi ustad atau kyai. Gue sadar diri aja sih, kesalahan gue masih banyak dan ilmu yang gue punya masih dikit. Dikit banget malah. Sedikit harapan yang aku punya untuk bisa memilikimu. Iya kamu, yang cantik itu. nggak usah noleh, orang yang aku maksud kamu. Iya, kamu. YANG GUE MAKSUD ITU, ELOO!! WOOYY... ELUU. IYA ELOO. AH ELAH. Sorry, kebawa suasana.
Sebelum gue aktif ngeblog seperti saat ini, gue pernah mimpi untuk bisa nerbitin sebuah buku. Sebuah karya yang memang murni ketikan gue di ms. Word. Mimpi itu muncul, ketika gue baca buku karya dia di pondok. Bukan yang novel, tapi yang komik. Dan memang harus ngumpet-ngumpet buat baca komik itu. Sampai ketahuan sama bagian kemanan, komik gue bakalan di bakar. Itu juga kalo gue ketemu bagian kemanan yang masih baik hatinya. Kalo yang galak, harus say ‘good bye’ sama rambut dan say ‘good bye’ sama seluruh kegiatan olahraga. Orang botak di pondok gue, memang haram hukumnya untuk olahraga. Yah, mungkin takutnya, pondok gue dianggep perguruan sholin yang ngajarin silat, bukannya baca-baca kitab arab. Mungkin. Nggak tau juga sih. Tapi initinya, kalo orang botak olahraga bakalan dapet dosa. Secara, itu kan haram buat orang botak.
Ketika gue lulus, dan masih dalam masa pengabdian, (P.S:pondok gue mewajibkan bagi yang lulus untuk mengabdi kepada pondok, entah itu jadi guru dan mengajar santri lagi,atau kuliah, ataupun dagang) gue nyoba buat ikutan lomba yang diadakan oleh komunitas blogger. Bukan komunitas sih, bagi gue itu adalah keluarga gue di dunia blog, yang ngajarin gue segala macem tentang blog dari nggak tau apa-apa sampai saat ini. Gue coba-coba kirim. Beruntung ketika penyaringan pertama, tulisan gue lolos ke duapuluh lima besar, dari lima puluh lebih pesertanya. Seneng banget. Dan ketika itu, tulisan yang sekiranya memang harus diperbaiki, dari segi tulisannya, bahasanya, harus di revisi. Termasuk tulisan gue juga.
Sampai hampir tiga bulan lebih, ranger, sebutan admin komunitas gue, nggak ngasih kabar tentang lomba ini. Dan alhamdulillah, penantian gue nggak sia-sia. Ketika itu, gue iseng buka-buka group, dan nggak sangka ternyata pengumumannya udah keluar. Ketika baca nama-nama yang lulus, gue liat ada nama gue nyempil di nama-nama pemang. Yap, tulisan gue beruntung lolos ke duabelas penulis, yang tulisannya akan diterbitkan. Seneng, bangga, pokoknya campur aduk lah.

Kalo kalian liat arsip blog gue bulan juni, disebelah kanan, tulisan gue bulan itu cuman dua. Yah, ketika itu gue memang lagi sibuk-sibuknya buat masuk universitas yang gue impikan sejak gue di pondok. Dan termasuk salah satu impian yang gue tuliskan di kertas. Tahun lalu, sebenernya gue udah daftar di universitas itu. Tapi karena ada suatu hal, sampe ujian itu dibatalin. Dan gue harus sabar dan harus ikhlas menunggu sampai pembukaan ujian itu dibuka lagi. Yah, sampai saat ini.
Alhamdulillah usaha keras gue, serta doa dan restu dari orangtua membuahkan buah hasil yang menyenangkan. Gue lulus di ujian pertama, dan lulus juga di ujian kedua. Di ujian kedua ini, pengujinya langsung dari universitasnya, jadi agak nervous buat menghadapinya. Terlebih, ada satu soal yang gue nggak bisa jawab. Satu soal yang bikin gue strees, takut bikin gue nggak lulus. Dan mungkin, memang semua ini berkat doa dari orangtua. Akhirnya bisa bikin gue lulus. Jangan pernah ngeremehin doa orangtua. Terlebih doa seorang ibu. Catet!
InsyaAllah kalo nggak ada halangan, Akhir september gue berangkat. Minta doanya aja ya.

So, kesimpulan yang bisa diambil dari tulisan gue, jangan pernah meremehkan impian lo. Mungkin aja, hidup lo yang saat ini memang berdasarkan apa yang lo impikan ketika dulu. Yakin aja deh, kalo mimpi-mimpi lo akan terwujud. Tuhan itu nggak tidur, dia pasti denger kok keluh kesah hambanya. Apalagi keluh kesah jomblo. Jakarta sering banjir, yah... karena yang jomblo selalu doain supaya tiap malam minggu hujan. Yang terakhir itu sih, menurut gue aja sih. Oh iya, dan jangan pernah buat meremehkan doa ibu kalian. Itu doa paling ampuh banget. Kalopun impian lo belum terwujud, pasti Tuhan punya rencana lain. Baca tulisan gue yang ini, mungkin bisa membantu.

Tulis penglaman kalian dengan mimpi-mimpi kalian di kotak komentar ya!!