Friday, 18 July 2014

Masa-masa indah itu, ketika...??

Setiap orang pasti punya masa-masa indahnya. Dan setiap orang pasti punya masa indah di waktu yang berbeda dan pengalaman yang berbeda juga. Masa gue sd, adalah masa-masa yang paling indah. Karena disitu gue bisa bebas berteman dengan siapa aja, nggak mengenal arti gengsi, dan lain sebagianya. Dan masa-masa itu, paling berarti bagi gue karena, punya banyak teman perempuan. Yah, wajar aja sih, gue masuk pondok, dan semua santrinya cowo. Ke dapur ketemu cowo, ke lapangan bola/basket ketemunya cowo, ke masjid juga semuanya makai peci, nggak ada yang mukena-an. Terkadang ada rasa kesel di dalam hati gue, karena masuk pondok, dan bukannya SMA, layaknya temen-temen gue yang lain. Tapi... yah, gue berusaha menerima segala hal positifnya ketika gue menjadi santri. Toh, gue punya pengalaman yang berbeda dengan temen-temen sd gue lainnya.
Jumat kemarin, jam empat sore gue udah bersiap-siap untuk menghadiri acara reuni sd angkatan gue. Acara yang paling gue tunggu-tunggu sejak lama. Semenjak gue di pondok, gue berharap banget ada acara reunian seperti ini. Saat-saat yang gue tunggu, karena bertemu temen-temen lama. Dan memang, gue lebih berharapnya ketemu sama temen-temen perempuan sih.
Selain gue, ada tiga orang lagi yang satu pondok sama gue. Dan mereka ini juga temen-temen angkatan sd dan pondok gue. pokoknya serasiiih banget deh ya. Gue juga nggak menyangka mereka masuk pondok yang sama dengan gue, dan memang hal ini nggak direncanakan. Keliatannya sih, kita berjodoh, tapi gue nggak mikir gitu. Yaa... mereka cowo, gue juga cowo, nggak mungkin jodoh kan? Yang ngomong ‘iya’, brantem sama gue.
Ketika sampai depan sekolah, gue liat anak seumuran gue, berdiri depan gerbang. Ada dua kemungkinan. Pertama, kalo anak itu temen gue dan memang ikutan reunian ini. Kedua, anak ini adalah anaknya penjaga sekolah. Atau jangan-jangan dia orang yang kebetulan berdiri depan sekolah? Atau jangan-jangan dia anak penjaga sekolah yang mau ikutan reuni juga? Atau jangan-jangan... asudahlah.
Ketika sampai di tempat kumpul, di masjid tempatnya, udah lumayan banyak orang yang berdiri-berdiri disana. Gue maksa otak gue untuk mengingat muka-muka temen sd gue ini. Muka mereka masih familiar di otak gue, tapi gue lupa sama sekali sama nama mereka. Hanya beberapa orang aja yang masih gue inget. Dan lebih inget, nama orangtua mereka ketimbang nama aslinya. Yah... masa-masa gue sd masih sering manggil nama orangtua sih. Benar-benar masa yang menyenangkan. Behahah. Dan mungkin karena faktor kebanyakan baca buku arab, makanya lupa sama temen-temen gue ini. Aah...
Padahal aslinya sih, nggak-nggak gitu juga.
Gilaa.... gue bener-bener kaget liat temen-temen gue. Yang cowo tambah gagah dan keren, dan yang cewe tambah cantik-cantik. Asli. Gue jadi minder sendiri liat temen-temen sd gue yang udah berubah. Padahal dulu mereka masih anakkecil, yang ketika upacara terus ingusnya keluar,kemudian mereka bersihin ingusnya makai dasi yang wajib dipakai setiap hari senin dan selasa. Dan sekarang udah berubah jadi keren-keren gini. Njiiirrr.... Yah, senggaknya sekarang mereka bersihin ingus yang keluar makai saputangan lah. Kerenan dikit, ketimbang makai dasi. Tapi, kenapa masih ingusan juga ya? Tanyakan pada rumput yang bergoyang saja lah.
Setelah sholat maghrib, baru acara makan-makannya dimulai. Acara makan-makan inilah yang sebenernya paling di nanti-nanti oleh gue, dan temen-temen pondok gue. Bukan karena kita nggak pernah makan enak di pondok, tapi kita hanya mau belajar mensyukuri nikmat yang udah diberikan sama Yang di atas. Kalo ada yang masih sisa, kan mubadzir tuh. Tapi kenyatannya adalah kita nggak makan makanan yang ada, tapi sibuk ngbrol bareng temen-temen yang lain. Perut gue serasa udah kenyang, padahal seharian puasa. Nggak usah kagum gitu lah, jadi maluuu.
Salah satu anak yang terkenal di angkatan sd gue, kebetulan temen pondok gue juga. Panggilannya Pepen. Mukanya sebelas-duabelas kayak alm. H. Tile. Dan memang dia yang bikin rusuh ketika acara itu. Bukan rusuh seperti makan semua makanan yang ada secara membabi buta. Tapi, lebih bikin acara ini hidup.
Salah satu kesyukuran gue jadi anak pondok, bisa speak-speak nggak guna. Percuma aja, di pondok gue wajib latihan pidato seminggu tiga kali, makai bahasa-bahasa yang beda lagi, masa ngomong depan gini aja nggak bisa. Berhubung ketua acara yang bikin reunian ini, diem aja, makanya si pepen yang ngomong di depan. Dan gue baru tau, ternyata orang yang berdiri di depan gerbang itu ketua acaranya. Durhaka banget gue -,,,-
Gue agak nyesel juga sih, ketika Pepen itu ngomong di depan. Karena dia ngomong di depan, gue kena bully sama dia. Iya, gue yang dituduh ketika upacara ingusan itu. Kampret memang -,,-. Dan yang paling bikin ancur lagi, ketika dia ngaku kalo semua cewe-cewe yang hadir di reunian itu, adalah mantannya. Busyeeet dia pacaran aja belom pernah, ngakunya punya pacar-pacar yang cantik kayak temen-temen gue itu. Nggak tau diri. Lebih baik nggak tau jalan deh, ketimbang kayak temen gue ini, yang nggak tau diri. Tapi kalo boleh milih, gue nggak mau dua-duanya sih.
Acara dilanjutkan dengan doa bersama, eh sebelum itu ada acara nyanyi bersama. Menyanyikan mars sekolah gue. Sebenernya, Pepen ini disuruh mimpin doa, karena dia anak pondok. Gue dan dua temen gue yang lain juga sih, tapi karena si Pepen ngebet, makanya kita persilahkan dia untuk mimpin baca doa. Tapi malah berakhir seperti itu. udah gitu, Pepen ini nggak hapal marsnya, cuman dibagian reff-nya yang di hapal. Gue dan dua temen pondok gue sih, udah nggak kaget kalo Pepen sifatnya kayak gitu. Dan kayaknya, semua temen-temen gue udah tau kalo dia memang anaknya seperti itu. Iya, rame sendiri.
Dan ini, sebagian foto reuni sd gue
Ankgatan 2006


kelas gue


Ini si Pepen itu. Liat mukanya. Butuh belaian kasih sayang *eeh
Thanks banget buat semua orang yang terlibat dalam acara ini. Semoga suatu saat nanti kita kumpul-kumpul bareng lagi. Dan sukses untuk angkatan gue. Semuanyaa aja deh.

Ini adalah masa-masa terindah dalam hidup gue. Lo sendiri ada cerita tentang masa-masa indah nggak? Share di kotak komentar ya.

Friday, 11 July 2014

Ini namanya Hape canggih!!

Anak muda zaman sekarang, udah nggak asing dengan yang namanya sosial media. Dari yang nulis-nulis status di fb, nge-tweet di twitter, sampai yang ber-narsis ria di Instagram. Nah, apalagi sosial media yang terakhir itu. Menurut gue, Intagram itu adalah sosmed dengan penuh kejutan. Terkadang apa yang di publish disitu nggak sesuai dengan kenyataannya. Di situ, orang yang terlihat biasa-biasa aja, jadi keliatan ‘iih.... unyu’. Tapi ketika ngajak ketemuan, berubah menjadi, ‘iih... munyuk’. *eeh
Gue masih inget perkataan kakek gue dulu. Kalo zaman mereka muda dulu itu udah diwajibkan mengangkat senjata dan berperang melawan penjajah. Zaman sekarang, anak mudanya selalu ‘mengangkat’ gadget dan mewajibkan diri mereka untuk update status tiap saat. Sebagaian dari anak muda, memang ada yang seperti itu. Dan sebagian yang lain, nggak. Kalo gue? yah, gue update status tiap saat sih. Tapi itu pas gue lagi khilaf aja kok. Beneran deh *masang muka se-unyu mungkin* *kemudian pembaca muntah*
Nah dari pada lo bingung beli hape yang mana, mendingan gue saranin lo untuk beli NOKIA LUMIA. Hape ini ber-OS-kan Windows phone.  Dan tampilannya juga dijamin beda dengan OS lainnya. Beberapa kelebihan hape NOKIA LUMIA adalah kameranya. Ini bener-bener canggih. Bagi kalian yang suka moto-moto pemandangan, hape ini cocok banget. Yang suka selfie pun juga bisa menggunakan hape ini. Kalo mau liat perbedaannya dengan hape lain, lo bisa mampir ke youtube, dan bandingkan dengan hape lainnya.
Dan kelebihan lainnya adalah, hape ini anti dengan ‘lag’. Terutama bagi kalian yang memang suka main game, hape ini kalian mau taruh game-game berat sekalipun juga nggak akan ngadat ketika dimainkan. Dan gue udah buktikan sendiri. Mulai dari game Asphalt 8, Amazing Spiderman, dan game Modern Combat. Dengan ram yang hanya 512mb, game yang gue sebutin diatas, nggak mengalami lag. Padahal satu gamenya sendiri kisaran 1gb lebih. Dahsyaatt.


kalian bisa atur ubin-ubin itu sesuka kalian.

Tampilan Live Tiles, memudahkan kita untuk mengetahui pemberitahuan yang masuk kedalam hape kita. Dan ini uniknya dari NOKIA LUMIA. Ini beberapa aplikasi yang biasanya menghiasa Live Tiles di hape NOKIA LUMIA GUE
SOSIAL MEDIA
sumber

Karena gue merupakan salah satu anak yang kepingin gaul, makanya aplikasi kayak gini wajib ada di LUMIA gue. yah, walaupun sekarang gue belum diakui sebagai anak gaul, suatu saat nanti, pasti gue jadi anak gaul. Iya, semoga begitu.
HERE DRIVE+

Aplikasi yang sangat berguna bagi kalian yang sering tersesat. Dan gue udah membuktikannya sendiri. Menurut gue ini lebih baik ketimbang aplikasi google maps, karena ini memang bisa membantu pengendara menuju ke tempat yang ingin di tuju secara offline. Jadi ketika berkendara, aplikasi ini mengeluarkan suara, ‘setelah duapuluh meter, belok kiri’ ‘setelah lima meter, belok kanan’. Kayak gitu contohnya. Bagi kalian yang jomblo cocok banget, buat nemenin jalan. Biar serasa ada yang ngajakin ngbrol. Walaupun sejatinya sih, nggak. *eeh
Tapi kurangnya, HERE DRIVE ini, nggak bisa menuntun gue untuk menemukan jalan keberadaan belahan hati gue yang entah siapa dan dimana. Aiiihh... sedaap
OFFICE

Aplikasi yang nggak akan kalian temukan di OS mana pun. karena dengan aplikasi ini, kalian punya aplikasi microsoft office di hape kalian. Kurang keren apalagi?
MIX RADIO

Kalo ini cocok banget buat kalian yang suka dengerin musik. Jadi di aplikasi ini, kalian bisa mendownload beberapa lagu. Kemudian lagu-lagu itu bisa kalian dengar secara offline. Kalian hanya perlu download satu kali, dan kalian akan menikmati berpuluh-puluh lagu. Dan lagu-lagu yang kalian dengar, akan selalu berubah-ubah. Tiap kali kalian buka aplikasi ini. Cocok untuk buat petualang.
GAMES + XBOX

Berhubung gue suka mainin games, jadi ini hal yang wajib gue taruh di Live Tiles. Dan bedanya dengan OS lain, games kalian dapat tersambung dengan XBOX. Ini untuk beberapa games yang memang khusus di XBOX aja sih. 
Kalo di hape-hape lainnya ada asisten pribadinya, di Windows phone juga begitu. Nama asistennya CORTONA. 

Jadi si CORTONA ini, bisa kalian tanya-tanyain. Mulai dari hal yang nggak penting, sampai hal yang penting sekalipun cortona bisa jawab. Berhubung sekarang lagi musimnya piala dunia, CORTONA sering ditanya tentang tim mana yang akan menang. Dan mulai dari pertandingan semi-final kemarin, semua prediksi yang diberikan CORTONA bener semua. Keren. Kalian juga bisa loh nanya ke CORTONA, ‘kapan aku bertemu dengan jodohku?’ tentunya harus menggunakan bahasa inggris ya. Gue yakinnya sih, CORTONAnya nggak jawab. ITU MAH DERITA LO, MBLOOOO...!! sorry, kebawa suasana.
So, gadget ini cocok banget buat kalian yang ingin tampil beda. Pokoknya yang mau tampil anti-mainstream, beli NOKIA LUMIA deh.
Postingan ini diikut sertakan dalam #Honestly Gue banget Giveaway

Tuesday, 8 July 2014

Apakah hidup memang benar sebuah pilihan?

Salah satu kegiatan yang paling nyaman, menurut gue, untuk dilakukan saat puasa seperti ini adalah dengan menghabiskan waktu dengan mebaca buku. Yah, semua buku. Kecuali buku pelajaran aja sih. Buku pelajaran memang beratnya nggak seberapa, tapi materi yang terkandung didalamnya berat. Berat banget malah. Tapi, kasih sayang aku ke kamu, lebih berat dari itu semua kok. Iya, kamu. Kamu yang lagi baca tulisan ini. Oke, ini yang gue maksud adalah pembaca perempuan, bukan untuk para cowonya.
Selama ini, udah lumayan banyak novel yang gue baca. Dan hampir setiap penulisnya, punya karakter yang berbeda-beda. Ada sebagian buku yang gue beli, ternyata alur ceritanya nggak sesuai yang gue harapkan. Yang gue harapkan bukunya sebagus judulnya, ternyata nggak. Tapi terkadang, buku yang judulnya biasa aja, alur ceritanya keren. Memang sih, terkadang apa yang diharapkan nggak sesuai kemauan. Contoh kecilnya sih, ketika berharap ada cowo/cewe cantik yang khilaf naksir sama diri kita. Tapi nyatanya, mereka hanya menganggap kita teman. Bahkan nggak lebih dari  pesuruh ataupun ojek dadakan. Sakit banget pasti rasanya. Sakitnya tuh disini *megang mata.
Kali ini gue mau mengutip kata-kata yang terdapat di salah satu novel. Bukan mengutip juga sih. Jadi ada beberapa kata-kata di buku ini, yang gue tulis dengan bahasa gue sendiri. Ga tau deh, tulisan gue ini termasuk dalam penulisan review buku atau nggak. Tapi intinya gue hanya menuliskan suatu hal yang gue anggep bener dari tulisan di novel ini. Dan novel ini, resmi jadi salah satu novel favorit yang gue punya.

Dan semoga kalian bisa paham dengan maksud tulisan gue ini. Semoga.
So, this for you guys...
Sebagian orang, setuju dengan pepatah yang berbunyi, ‘Hidup itu adalah sebuah pilihan’. Dan mungkin kebanyakan dari kalian setuju dengan pepetah itu. Tapi menurut gue, ada yang kurang. Yaa, kalimat itu belum selesai seutuhnya. ‘Hidup itu adalah sebuah pilihan, jika Tangan BesarNya mengkhendaki’. Contoh sederhananya seperti ini. Tuhan membekali ikan hanya dengan naluri. Beda dengan manusia, yang diberi tambahan berupa akal. Melalu naluri yang diberikan olehNya, Dia berkomunikasi dengan ikan-ikan tersebut. Dan ikan-ikan itu tidak menuntukan pilihannya sendiri, melainkan Allah yang menunjukkan tikungan arus mana yang harus mereka pilih.
Sama seperti jalan hidup yang kita alami. Tangan BesarNya itu jugalah yang telah membawa kita ke tikungan arus lain. Berbeda dengan arus yang kita harapkan. Bedanya, kita adalah makhluk istimewa yang selain dianugerahi naluri, kita juga dianugerahi berupa akal. Hal itu yang membedakan kita dengan hewan. Dan akal itu jugalah sebabnya, mengapa ketika Allah membelokkan arus hidup kita ke tikungan lain, bukan kepada arus yang kita harapkan, logika kita bersuara.
Kita protes. Kita menggugat keputusanNya yang terasa nggak adil. Karena kita dibawa ke arus yang berbeda dari apa yang kita harapkan. Dan kita, mengarungi arus itu dengan perasaan yang penuh dengan rasa tidak ikhlas, perasaan yang penuh dengan gemuruh ketidakpastian. Tapi, ketika sampai di muara tikungan itu, kita akan terkejut. Kita mendapati muara yang sama dengan apa yang kita bayangkan. Bahkan lebih dari apa yang kita bayangkan sebelumnya.
Mungkin apa yang kita dapatkan selama ini berbeda dengan apa yang diharapkan. Gue pernah merasakan hal itu. Dan semua orang juga pasti pernah merasakan hal itu. Ketika hal yang nggak gue harapkan datang kepada diri ini, gue hanya bisa berusaha untuk pasrah dan mengikuti arus tikungan itu. Berat memang. Tapi di titik itu, tikungan itu, kemudian gue sadari bahwa itu hanyalah jalan lain yang ditunjukkan oleh Allah. Jalan lain, rute yang memutar, lebih jauh memang, tapi pada akhirnya gue pun sampai di muara yang sama; memiliki sahabat yang bisa saling melengkapi, dan sebuah karya yang bisa membuat diri gue bangga. Walaupun saat ini karya gue masih terbatas di buku anatologi sih, tapi itu udah membuat gue bangga sama diri sendiri. Dan gue rasa, kalian pernah mengalami hal itu.
Di buku ini masihada kata-kata yang ingin gue tuliskan dan sampaikan kepada kalian, di postingan selanjutnya. Dan tulisan yang akan gue sampaikan nanti juga ada hubungannya dengan kesendirian. Cocok banget deh buat kalian yang jomblo. Iya, kalian yang baca tulisan ini. Jomblo kan? Nggak punya pacar? Nggak usah ngaku-ngaku punya pacar. Duh, kasian.
Lo juga jomblo, nyeet
Mungkin ini dulu yang gue tulis. Semoga bisa mengambil hikmah dari tulisan gue. Walaupun gue juga nggak yakin sih, tulisan gue ini ada hikmahnya atau nggak. Byee.... kecup manja dari sini. Khusus cewe doang....

Friday, 4 July 2014

FRIENDS OR FOES

Hampir semua orang punya akun sosmed. Entah itu fb, twitter, instagram,path... hampir semua orang punya. Kalo dulu pernah ada sebutan seleb twitter, sekarang udah ada yang baru, namanya seleb instagram. Entah lah, mereka memang ingin terkenal seperti itu, atau memang faktor ketidaksengajaan.
Banyak orang, lebih seneng kenalan dari jejaring sosial. Dan memang terbukti lebih mudah, ketimbang kenalan di dunia nyata. Dan hal ini, berarti besar untuk orang-orang yang memang pemalu. Meraka rubah karakter mereka yang tadinya pemalu, menjadi orang yang berani, berusaha stay cool, pokoknya jadi manusia super keren dimata orang lain. Khususnya terhadap lawan jenisnya. Dan mereka lebih percaya untuk menceritakan pengalamannya kepada orang yang nggak pernah ditemuinya sama sekali. Bukan kepada para sahabat-sahabatnya, ataupun keluarga yang memang berada disekitar mereka.
Gue kangen banget, sama temen-temen gue. Cerita bareng, ketawa bareng, sedih bareng. Dan itu kita lakuin bersama-sama. Nggak hanya terbatas di dunia maya. Tapi sayangnya, hal itu udah nggak bisa lagi. Mereka mempunyai kesibukkan masing-masing. Punya urusan yang lebih penting, ketimbang memikirkan temannya. Bahkan, sahabatnya sekalipun.

Mungkin, memang gue yang terlalu berharap sama mereka. Berharap, agar mereka selalu ada untuk gue. Begitu juga sebaliknya. Gue ingin selalu berada diantara orang-orang yang gue sayang. Tapi, memang takdirnya udah begini. Kita memang punya kehidupan masing-masing.
Bahkan ada temen yang udah gue percaya sepenuhnya sama dia, dan sekarang dia berubah. Entah dia berubah karena apa. Yang jelas, dia sekarang berteman dengan memikirkan untung dan ruginya. Padahal sebelumnya, dia orang yang peduli terhadap temannya. Lebih memilih berkumpul dengan teman-temannya. Rela jauh-jauh pergi dari rumahnya, untuk singgah di rumah gue. Hanya untuk sekedar cerita ataupun main game bareng. Dan memang pintu rumah gue selalu terbuka untuk dirinya. Dan sekarang kisah itu hanya menjadi cerita lama dalam kehidupan gue. Karena hal itu nggak pernah terjadi lagi.
Pernah juga, gue punya sahabat perempuan. Baik, selalu ada ketika gue butuhkan, dan selalu berusaha mengerti diri gue. Begitupun sikap gue terhadapnya. Dengan semangat, gue akan membuat diri gue sekonyol mungkin, dan membuat dia kembali tertawa, tersenyum riang kembali. Jauh dalam lubuk hati gue yang paling dalam, gue nggak ingin kehilangan sinar dari senyumannya.
Tapi takdir berkata lain.
Orang baru muncul di kehidupan kita berdua, dan membuat semua yang telah tersusun rapi menjadi hancur berkeping-keping tanpa sisa. Persahabatan yang telah kita bangun, janji-janji yang telah dibuat, seolah nggak ada artinya lagi. Orang itu merebut sahabat gue. Jauh meninggalkan gue, yang hanya bisa menatap punggung sahabat gue. Dan gue nggak habis fikir, dengan sahabat gue sendiri. Dia lebih memilih orang baru dalam kehidupan kita, ketimbang gue sahabatnya. Entah apa salah gue, sampai dia meninggalkan gue seperti ini.
Dan tibalah saat ini. Kehidupan gue yang sekarang. Merasa kesepian di tengah kebisingan. Merasa seorang diri di tengah keramaian. Jauh dari orang-orang yang gue sayang. Sekarang ini, gue sedang diliputi krisis kepercayaan terhadap orang lain. Gue ingin duduk bersama orang yang gue sayang, menghabiskan waktu untuk bercerita dan mendengar cerita temen gue. Tapi... yah, semua ini memang sudah direncakan olehNya. Gue hanya berharap, hati gue diluaskan agar semua hal yang gue alami, bisa diterima dengan lapang dada dan ikhlas sepenuhnya.
Gue punya kenalan dari dunia maya. Perempuan. Entah jin mana yang merasuk tubuh dia, dan mempercayai diri gue untuk mendengarkan segala keluh kesahnya. Hati gue yang memang udah tertutup untuk orang lain, perlahan kembali terbuka. Gue memang baru sekali ketemu sama dia, tapi sering cerita banyak hal. Sebenernya ini hanya persoalan waktu, sampai salah satu diantara kita pergi meninggalkan yang lain. Tapi jujur, gue nggak ingin ditinggalkan lagi. Yah, walaupun pada akhirnya, PASTI salah satu diantara kita ada yang pergi. Gue akan berusaha jadi teman yang terbaik untuk dirinya. Akan selalu ada untuknya, ketika dia kesepian. Akan selalu berusaha ada untuk lo kok. Tapi, maafin ya, kalo gue sering bikin lo kesel. Entah dari becanda gue, ataupun sikap gue yang berusaha cuek. Gue nggak akan maksa lo untuk cerita, disaat lo memang butuh teman untuk cerita, gue akan ada untuk lo.

Thursday, 3 July 2014

Supaya Ramadhan tambah seru!!

Waktu berlalu begitu cepat. Nggak terasa, sekarang udah memasuki bulan Juli aja. Padahal baru kemarin rasanya bulan Juni. Cepet banget memang. Dan bersyukur banget, di bulan ini bertepatan dengan bulan Ramadhan juga. Bulan dimana, dibukanya pintu keberkahan, pintu ampunan. Luar biasa memang di bulan Ramadhan. Tapi hanya satu pintu yang kurang. Pintu hati kamu yang tak kunjung membukakan agar diriku bisa menemanimu. Aiih... sedaaap. Yang mau muntah tahan.
Bulan ramadhan kali ini, mungkin bulan Ramadhan paling sempurna untuk keluarga gue. Secara, gue dan adik gue, ketika awal-awal Ramadhan dihabiskan di pondok. Dan baru kali ini, lengkap semuanya. Alhamdulillah.
Puasa di pondok dan di rumah, punya perbedaan yang sangat signifikan untuk diri gue. Ketika gue puasa di rumah, pasti berat badan gue nambah. Itu pasti. Jadi ketika libur telah selesai, dan para santri-santri kembali ke pondok, celana bahan gue selalu kesempitan ketika gue pakai. Itu pasti. Berbeda ketika gue puasa di pondok.
Ketika itu, perpulangan pondok gue bertepatan di pertengahan bulan Ramadhan. Kalo liat badan gue, pasti lo kasihan. Liat badan gue yang kurus. Ini kurus yang versi gue. Kalo menurut orang lain sih, badan gue tetep aja subur.
SUBUUUURRR.... INI KAN GAYA KAMUUU
Yah, gue sih nggak percaya sama orang lain. Lagi pula, kan yang ngejalanin hidup kan gue, bukan mereka. Ah.. semasa bodo deh. Lagi pula, kalo gue percaya sama mereka, rukun iman gue nambah. Nggak deh, makasih. Rukun iman gue cukup enam aja.
Dan saat itu, yang menjemput gue adalah nyokap. Ketika turun dari bis, nyokap gue masih belum sadar, kalo dari tadi anaknya melambai-lambaikan tangan. Masih tetep nggak ngeh. Baru, ketika gue berdiri didepannya, baru nyokap sadar kalo yang berdiri didepannya adalah anaknya. Aah... tragis.
Bulan Ramadhan kali ini, gue lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Udah jarang jalan-jalan keluar. Kalo pun jalan keluar juga, bakalan sendirian. Kan nggak ada... ah, nggak usah di lanjutin juga. Bikin nyesek doang.

Nah, ini target gue di bulan puasa kali ini. Gue juga nggak tau siapa yang buat gambar ini, tapi beribu-ribu ucapan terimakasih, untuk dia yang membuat gambar ini. Senggaknya, kita punya target yang harus dituntaskan di bulan puasa kali ini. Puasa tahun ini, harus lebih baik lah, ketimbang bulan puasa tahun lalu. Coba kita menyendiri sebentar, mengingat betapa banyak kesalahan yang telah di perbuat. Lebih banyak menghabiskan waktu bersama temen, dan bersama hal-hal yang nggak penting lainnya, menghabiskan waktu, tenaga, dan fikiran, untuk peduli kepada orang yang salah. Serta lupa akan kewajiban kita kepadaNya.
Gue punya beberapa saran, untuk kalian di bulan puasa seperti ini. Yah, mungkin nggak terlalu bermanfaat sih, siapa tau kalian khilaf dan melakukan saran gue. Who know’s?
Jujur, diri gue pribadi, kalo misalnya menghabiskan seharian untuk baca Al-Qur’an, mungkin nggak akan kuat. Perlu beberapa refreshing, supaya otak bisa relaks, dan semangat lagi untuk baca al-qur’an.
So, check it out, guys...
1. Baca Al-Qur'an
Nah, kalo ini nggak usah gue jelasin deh. Pasti udah tau semua manfaatnya. Dan pasti tau dong, kalo pahalanya bakalan di lipat gandakan di bulan Ramadhan. Nah, yang satu ini, kudu nggak boleh dilewatin. Buka akun sosmed, bacaain TL mantan aja kuat, masa baca Al-Quran aja nggak mampu?
2. Nonton film
Di tahun ini, banyak banget film-film keren yang harus di tonton. Kalo nggak bisa nonton di bioskop, ya bisalah download di internet. Salah satu mood booster gue, ya nonton film ini. Biasanya setelah gue nonton film, gue jadi semangat lagi. Apalagi yang gue tonton siksa alam kubur.
Gue punya beberapa film rekomendasi yang mungkin kalian suka. Beberapa film barat dan Indonesia. Sedangkan film korea, gue nggak punya rekomendasi untuk kalian, karena gue sendiri nggak suka sama film begituan. Jujur, gue paling males sama film korea. Tapi kalo terpaksa sih... apa daya.
Dan ini listnya:
·         The Raid 2
·         Luntang-lantung
·         Marmut merah jambu
·         Transformer 4
·         The Amazing Spiderman 2
·         Wolvrine
·         Man of steel
3. Baca buku
Buku yang gue maksud disini adalah buku novel, komik ataupun sejenisnya. Gue nggak menyarankan kalian baca buku Fisika atau Kimia, karena hanya bikin perut kalian laper. Pengalaman gue baca buku seperti itu, sepuluh menit kemudian lapar. Yah, otak gue kalo terlalu lama dibuat mikir jadi laper sih.
Dan ini beberapa buku yang saat ini gue baca

4. Blogging
Nah, ini bagi kalian yang memang punya blog. Waktu puasa gini paling enak untuk otak-atik blog. Mulai dari bikin target posting tulisan di bulan Ramadhan, sampai ganti template. Di bulan-bulan kemarin, gue nggak aktif di blog, karena memang ada kesibukkan di dunia nyata. Jadi, bulan ini sebagai ajang pembalas dendam gue, untuk menulis di blog. Gue menargetkan, untuk posting lima tulisan di Ramadhan ini. Bagaimana dengan kalian?
Template blog juga baru gue benahin kemarin. Bersyukur, karena temen gue yang baik membantu gue. Lebih tepatnya sih, gue dikasih template sama dia. Baik banget memang. Semoga orangnya makin cakeep deh. Hahah
Hal-hal ini hanya berlaku ketika gue liburan. dan nggak akan pernah mungkin gue lakukan di pondok, kecuali baca Al-Qur'an. Mungkin hanya saran-saran ini yang bisa gue berikan. Kalo ada yang mau nambahin saran, bisa tulis di kotak komentar yak. Byee...