Tuesday, 25 November 2014

Tentang Aku, Namamu dan Sang pencipta

Dingin ini tidak seperti biasanya. Dingin di Negara orang lain itu jauh berbeda dengan dingin yang ada di negri sendiri. Terlebih di Negara yang di dominasi oleh gurun pasir dan matahari yang terik. Hujan ini hanya akan turun setiap sekali atau dua kali dalam setahun. Dan hujan ini membuatku teringat dengan senyumanmu.
Perasaan ini muncul lagi. Benci untuk mengakuinya, tapi diri ini sedang mempunya perasaan yang lain. Perasaan yang sebelumnya telah ku kunci rapat-rapat, bahkan tidak ada yang bisa menyentuhnya. Perlahan dan pasti mulai terbuka sejak aku melihat senyuman itu. Entahlah. Apakah ini hanya sebuah perasaan seseorang pria yang kagum dengan kecantikan seorang wanita atau perasaan lainnya? I don\t know.

http://meetville.com/

Tidak mungkin. Seharusnya perasaan ini harus kubuang jauh-jauh. Dan memang sebaiknya seperti itu. Perasaan ini cukup hanya aku dan Allah saja yang mengetahui. Tidak perlu orang lain mengetahui perasaan ini.
Namamu akan selalu ada dalam bait-bait doaku kepadaNya. Akan selalu terselip dalam dialogku bersama Allah. Cukup sajadah ini saja yang menjadi saksi bisu. Antara aku, namamu, dan Allah. Aku memang pengecut. Pengecut, karena hanya memendam perasaan ini seorang diri. Karena aku lebih menikmati mengagumimu dari jauh. Menikmati senyuman indahmu, lebih tepatnya. Aku tidak ingin kehilangan senyuman indah itu. Aku terlalu pengecut untuk kehilangan dirimu.

your admirer

4 comments:

  1. gue juga sering jadi secret admirer, apalagi orang yang ditaksir pacar orang :/
    tapi ada saat dimana secret admirer bosan dengan mencintai satu arah. jangan jadi pecundang bro.. jika dia orang yang tepat, ungkapkan saja :D

    ReplyDelete
  2. Jangan....ji....
    Fokus...fokus...
    Ingat ke niat awal...
    Gpp tetep jd secret admire ajeh...klo ituh bisa memotivasi elo .... ;)

    ReplyDelete

Eettt..... Mau kemana?
Komen dulu dong okeee :))