Monday, 10 November 2014

Someone like you


Senyuman bibir manis itu menghiasi wajah indah seorang gadis. Wajah seorang gadis yang terdapat di layar ponselku. Seorang gadis yang sampai kapan pun, tidak akan pernah bisa ku lupakan dari ingatanku. Gadis berkerudung yang memiliki senyuman indah dan memiliki sepasang bola mata yang memberikan sebuah kehangatan.
Dinginnya malam, membuat rasa rindu ini muncul dua kali lipat. Rindu yang akan selalu muncul, ketika diriku melihat wajahmu di balik layar ponselku. Aku benci untuk mengakui ini. Tapi aku sungguh ingin melihat dirimu tersenyum sekali lagi. Senyuman yang akan selalu memberikan sebuah kehangatan dan rasa nyaman.
***
‘Hei, lo Arul kan? Sorry ya tadi lama. Gue abis ujian TOEFL, jadinya agak telat. Sorry ya’
‘Oh, nggak apa-apa. Gue juga baru dateng kok. Lo Rani kan ya?’
‘Iya gue Rani. Salam kenal ya, Rul. Sekarang gue traktir deh. Sebagai permintaan maaf gue, karena telat dateng. Hihi’
Hari itu, pertama kalinya aku melihatmu secara langsung. Melihat senyuman indah yang terlukis dari bibirmu. Dan tentu saja aku melihat sepasang bola mata indah milikmu itu. Sepasang mata berwarna kecokelatan milikmu, yang selalu memberikan kebahagiaan bagi orang lain yang meilhatmu. Demi apapun juga, aku tidak akan pernah mengizinkan orang lain membuat dirimu terluka. Terlebih, membuat mata indahmu itu mengeluarkan air mata.
***
“Ran, bentar lagi gue sampe di PIM”
“Gue udah di gramednya ya, rul. Kalo udah sampe langsung ke gramed aja oke”
“Siap nyonyah. Heheh.”
“Iih, apaan sih lo, Rul”
Tut. Sambungan telefon itu terputus.
Dua minggu setelah pertemuan pertama, aku mengajakmu lagi untuk bertemu. Sebetulnya tidak perlu waktu lama bagiku untuk merasakan rindu terhadapmu. Aku selalu rindu dengan senyumanmu itu.
Mungkin saat itu, Allah mendengarkan dan langsung mengabulkan sebuah permohonanku. Permohonan agar diriku bisa melihat senyuman milikmu lagi. Egois memang. Tapi senyumanmu layaknya candu yang memberikan rasa nyaman bagiku. Aku ingin menikmati senyumanmu  sekali ini saja. Menikmati senyumanmu lebih lama lagi.
Senyummu, tertawamu, caramu bercerita tentang keseharianmu, serta kepercayaanmu terhadapku untuk mendengarkan segala ceritamu, merupakan sebuah kebahagiaan yang tidak bisa aku jelaskan. Aku terlalu takut untuk menghancurkan semua hal yang telah kubangun bersama dirimu. Aku hanyalah pecundang yang tidak bisa mengungkapkan perasaan ini terhadapmu.
***
Sudah enam bulan berlalu,sejak kepergianmu. Tidak ada lagi senyuman indah yang bisa ku lihat dari bibir indahmu. Terkadang kodrat sebagai lelaki yang seharusnya selalu tegar dalam segala hal, sering kali aku langgar. Akan selalu terselip namamu dalam doaku. Akan selalu terucap namamu di setiap sujudku. Yang hanya bisa aku lakukan saat ini adalah mendoakan untuk kebahagiaanmu. Walaupun itu bukan bersamaku.
Pertemuan kedua kita di Pondok indah mall itu menjadi pertemuan terakhir bagi kita.
‘Rul, gue pamit ya’
‘Lah, lo emangnya mau kemana? Kan gue baru sampe’
‘Bukan itu maksud gue, Rul. Hahah. Lo inget nggak, kalo gue pernah ikut ujian TOEFL?’
‘Oh, iya gue inget. Yang gara-gara itu, lo terlambat dateng kan?’
‘Betul banget. Itu salah satu persyaratan kuliah gue, Rul. Gue bakalan lanjut kuliah di luar negri. Maaf ya, Rul. Gue baru bisa ngasih tau kabar ini ke lo’
‘…’
‘Hihih, sorry ya, Arul. Terimakasih untuk dua minggu ini. Walaupun gue baru kenal, tapi gue seneng banget kok bisa kenal lo’
‘…’
‘Kita masih bisa hubungan kok, Rul. Muka lo biasa aja dong. Hahah. Lucu tau kalo liat muka lo kayak gitu’
‘Kita masih akan temenan kan, Ran?’
‘Iya, Rul. Sekarang dan untuk selamanya.’
Walaupun sebenarnya diriku masih belum bisa menerima kepergianmu, tapi aku tau suatu saat nanti, cepat atau lambat aku akan mengalami fase ini. Tapi aku tidak akan pernah menyangka kalo akan mengalami hal ini secepat seperti ini. Aku masih ingin bersamamu lebih lama lagi. Aku ingin lebih lama melihat senyumanm itu lagi. Aku ingin lebih lama bersamamu.
When you said your last goodbye
I died a little bit inside
I lay in tears in bed all night
Alone without you by my side

Lagu Kodaline yang berjudul All I want menjadi lagu favoritku saat ini. Sudah tidak terhitung berapa seringnya, lagu itu menghiasi earphoneku.Walaupun aku membenci merindukanmu, yang berarti aku hanya akan mengingat masa lalu lagi. Tapi di lain sisi aku menyukai itu. Aku bisa merasakan lagi senyuman indahmu. Aku bisa merasakan tawamu lagi. Aku bisa merasakan semua hal, ketika diriku bersamamu lagi. Aku bisa merasakan bahwa dirimu ada disampingku.
Terkadang cara untuk mencintai seseorang adalah dengan melepaskannya. Dengan melihatnya bahagia, walaupun bukan bersama diri kita lagi. Mendoakannya adalah salah satu cara termudah untuk mencintainya. Dirimu akan selalu ada dalam ingatanku. Terimakasih untuk semuanya. Aku akan selalu mendoakan dirim dari sini. Semoga kamu baik disana. Dan aku harap, seseorang yang bersamamu saat ini, senantiasa menlindungi dirimu. Dan menjaga senyuman indah itu selalu ada.
Cause if I could see your face once more
I could die a happy man I’m sure


sumber: http://widehdwall.com/

3 comments:

  1. Cieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee ehm, ehem ehem, kalau ada 5 cewek 1 ditembak oleh fauzi pasti bakal nolak. tenang masih ada 4 lagi yang bakal nolak lagi. hahahahahahahaha

    #kiding

    ReplyDelete

Eettt..... Mau kemana?
Komen dulu dong okeee :))