Saturday, 4 October 2014

It's always been you

Entah dari mana asalnya rasa rindu ini muncul. Muncul dengan membabi buta seperti ini. Suatu perasaan rindu yang hanya membangkitkan memoriku untuk mengingat dirimu lagi. Sejatinya, aku telah bersusah payah untuk mengubur memori ini. Tapi rasa rindu ini tidak bisa berkompromi dengan diriku, dan datang se-enaknya seperti ini.
Sumber http://weheartit.com/entry/group/40236186
Mungkin aku belum bisa menjadi hamba yang patuh kepada-Nya. Karena sampai saat ini, aku belum bisa menyingkirkan namamu dalam ingatanku. Terkadang, di setiap selesai sholatku aku menyebut namamu. Seorang perempuan yang membuat batinku dilanda rasa rindu seperti ini. Membuatku terlihat bodoh untuk beberapa saat. Bodoh karena telah melalaikan beberapa kewajiban yang seharusnya ku kerjakan, tapi yang aku lakukan hanya lah mengingat dirimu.
Pernah aku menangis, dan mengadu kepadaNya. Mengadu tentang permasalahanku ini, yang ingin melupakan namamu dalam ingatanku. Yah, terkadang kodrat seorang lelaki yang seharusnya bisa tegar dan menjadi pelindung untuk seorang perempuan seperti dirimu, sewaktu-waktu dapat rapuh dan terlihat tak berdaya seperti ini.
Secangkir kopi, belum bisa juga untuk mengusir rasa rindu ini kepadamu. Rasa manis dalam kopi ini, belum bisa menjernihkan fikiranku. Karena sampai saat ini, hanya bayanganmu yang tergambar jelas dalam otakku ini. Aku fikir, segala hal yang telah aku kerjakan, dapat melupakan namamu. Aku fikir, pertemuanku dengan berbagai orang-orang baru yang menghiasi hidupku seperti saat ini, bisa melupakan namamu dari memoriku. Ternyata tidak.
Terkadang, kekuatanNya dalam menentukan masa depan para hambanya tidak bisa kita cerna dengan logika yang kita miliki. KekuatanNya memang tak sebanding dengan logika yang kita punya. Bahkan logika seorang ilmuwan jenius sekalipun.
Yang bisa aku lakukan hanyalah berusaha untuk selalu bisa mengontrol diri ketika rasa rindu ini muncul. Walaupun sampai detik ini, aku belum bisa untuk mengatasi rinduku ini kepadamu. Rasa rindu yang akan selalu muncul, ketika aku mendengar namamu disebut oleh salah satu temanku.  Rasa rindu yang akan selalu muncul, ketika aku melihat fotomu di layar hapeku.
Kamu, sosok perempuan yang sederhana dengan senyuman sederhana. Sebuah senyuman yang kamu punya, dan selalu menghiasi bibir indahmu itu. Dan juga, sebuah kacamata yang selalu akan kamu gunakan ketika sedang membaca, yang membuatmu tambah lebih indah untuk dipandang. Sampai kapan pun, aku tak akan pernah bisa untuk menghilangkan senyumanmu dalam memoriku.
Pertemuanku dengan berbagai orang-orang baru, belum bisa juga untuk menghilangkan rasa rindu ini kepadamu. Hatiku seolah tertutup rapat untuk perempuan lain, dan seolah hanya kamu yang bisa se-enaknya menerobos masuk dan keluar, pintu hatiku ini. Sial. Apakah hatiku tidak bisa terbuka untuk orang lain? Untuk orang lain, yang memang tulus dengan perasaanya kepadaku?
Kau tau, aku sangat muak dengan perasaanku saat ini.
Tapi...
Kau tau, aku akan selalu ada disini. Disini menunggumu datang dengan senyuman indah milikmu itu. Tidak usah meminta maaf, dan jangan pernah melakukan hal itu. Karena rasa marahku kepadamu ini, akan selalu padam dengan rasa sayangku kepadamu. 

21 comments:

  1. Judul nya kayak isi Surat dari Nata buat Niki di film refrain ya, kirain td mau bahas itu hehe.
    Rindu...perasaan yang datang pergi sesuka hati tanpa permisi. Mengulang kejadian yang pernah dilalui, menggores bayang2 yang sempat berkunjung datang. Ingin tuk katakan tapi hati ini Seakan tertahan ntah karena apa.
    Semoga yang selalu dirindukan merasa bahwa ada pemuda yang sedang menunggu senyum renyah merekah dari bibirnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. malah gue nggak kepikiran tentang surat itu, gis.

      yah, terkadang seseorang mendadak bisu hanya auntuk mengatakan, 'aku rindu kamu'
      semoga.

      Delete
  2. Kelihatannya galau banget nih :D. Memang kalau masalah hati sulit untuk di tebak. Gue juga pernah kayak gini, semakin ingin berhenti, semakin rindu itu hadir kembali. It's Complicated :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga galau. kepikiran doang. hee

      kyak semacam candu, yg belum diketahui obatnya

      Delete
  3. Pertama gue langsung tertarik dengan ilustrasinya bang, Nyess banget. : ' (
    Apa gue mesti nangis bombai biar lo percaya kalo tulisan lo bener-bener dalem banget maknanya? Kenapa pada akhirnya kita hanya terdiam dengan perasaan bisu ini, bang? Seandainya dia punya perasaan yang sama...

    ReplyDelete
    Replies
    1. makassihhh :D

      ga perlu, za. gue ga bisa liat lo jga kok. hahah

      bukan bisu, tapi lidah ini kelu untuk mengucapkan kepadanya

      Delete
  4. Lah, ini ceritanya kok sama kayak postingannya Zakia? Kalian janjian curhat tentang hal yang sama ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kagaaa, gue ga ada janjian sama diaaa -,-

      Delete
  5. bang...haduuuh...bener banget..dalem kata-katanya..ini dari hati banget bang...dari sekian cinta yang abang ceritakan di blog...ini yang paling mantab...meski tersirat...ada rasa antara optimis dan pesimis yang berdesakan...oh noo...

    keren banget bang....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, gue juga ngeasanya gitu juga, mot. ini yg paling keren, dari sebelum''nya. huahaha

      thanks, mot

      Delete
  6. Entah kenapa gua baca ini jadi sedih..

    Keren dan bagus bang. :))

    ReplyDelete
  7. Biasanya gue ketawa ngakak baca postingan lo. Kali ini berasa laen ._.
    Dalem itu isi postingannya. Gue tebak ya, pasti dia berarti banget deh buat lo, makanya lo sampe segitunya :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya, mau nulis beda aja sih, mpok. haa

      kurang lebih gitu sih

      Delete
  8. ceritanya ini dari hati yang paling dalem bangettt
    galaunya, nyeseknya nonjok abiss
    rindu emng gitu suka semaunya sendiri, membuat tersiksa.
    yang pasti obat rindu ya cuma objek yang kita rindukan iu sendiri.
    sebagaimanapun kita mencari pelarian, itu sifatnya cuma sementara.
    ujung ujungnya ya merindu lagi dan lagi *sigh*

    ReplyDelete
    Replies
    1. mungkin saat ini, belum ada obat untuk para pecandu rindu selain bertemu dengan orang yang dirindukan itu sendiri.

      Delete
  9. Uhuhhuhuhuhhuhuhuk. Uhuk. UHUHUHK.
    Ada yang lagi rindu nih. Huehehe. Gue ngak tahu mau komen gimana, jadi ngerusuh aja deh. \:p/

    ReplyDelete
  10. kadang kehidupan kata seorang pujangga lahir dari sebuah keadaan yang tak baik...
    sumber inspirasi yang muncul....terpancar...dan tulisan ini menunjukkan kualitas penulisnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. thanks banget, bang.
      terkadang keadaan yang ga baik, bisa jdi bhan buat tulisan

      Delete
  11. istilah anak-anak muda jaman sekarang-->galau nih yeee :)

    ReplyDelete

cara bersedekah paling mudah, berkomentar di Blog ane ini