Tuesday, 8 July 2014

Apakah hidup memang benar sebuah pilihan?

Salah satu kegiatan yang paling nyaman, menurut gue, untuk dilakukan saat puasa seperti ini adalah dengan menghabiskan waktu dengan mebaca buku. Yah, semua buku. Kecuali buku pelajaran aja sih. Buku pelajaran memang beratnya nggak seberapa, tapi materi yang terkandung didalamnya berat. Berat banget malah. Tapi, kasih sayang aku ke kamu, lebih berat dari itu semua kok. Iya, kamu. Kamu yang lagi baca tulisan ini. Oke, ini yang gue maksud adalah pembaca perempuan, bukan untuk para cowonya.
Selama ini, udah lumayan banyak novel yang gue baca. Dan hampir setiap penulisnya, punya karakter yang berbeda-beda. Ada sebagian buku yang gue beli, ternyata alur ceritanya nggak sesuai yang gue harapkan. Yang gue harapkan bukunya sebagus judulnya, ternyata nggak. Tapi terkadang, buku yang judulnya biasa aja, alur ceritanya keren. Memang sih, terkadang apa yang diharapkan nggak sesuai kemauan. Contoh kecilnya sih, ketika berharap ada cowo/cewe cantik yang khilaf naksir sama diri kita. Tapi nyatanya, mereka hanya menganggap kita teman. Bahkan nggak lebih dari  pesuruh ataupun ojek dadakan. Sakit banget pasti rasanya. Sakitnya tuh disini *megang mata.
Kali ini gue mau mengutip kata-kata yang terdapat di salah satu novel. Bukan mengutip juga sih. Jadi ada beberapa kata-kata di buku ini, yang gue tulis dengan bahasa gue sendiri. Ga tau deh, tulisan gue ini termasuk dalam penulisan review buku atau nggak. Tapi intinya gue hanya menuliskan suatu hal yang gue anggep bener dari tulisan di novel ini. Dan novel ini, resmi jadi salah satu novel favorit yang gue punya.

Dan semoga kalian bisa paham dengan maksud tulisan gue ini. Semoga.
So, this for you guys...
Sebagian orang, setuju dengan pepatah yang berbunyi, ‘Hidup itu adalah sebuah pilihan’. Dan mungkin kebanyakan dari kalian setuju dengan pepetah itu. Tapi menurut gue, ada yang kurang. Yaa, kalimat itu belum selesai seutuhnya. ‘Hidup itu adalah sebuah pilihan, jika Tangan BesarNya mengkhendaki’. Contoh sederhananya seperti ini. Tuhan membekali ikan hanya dengan naluri. Beda dengan manusia, yang diberi tambahan berupa akal. Melalu naluri yang diberikan olehNya, Dia berkomunikasi dengan ikan-ikan tersebut. Dan ikan-ikan itu tidak menuntukan pilihannya sendiri, melainkan Allah yang menunjukkan tikungan arus mana yang harus mereka pilih.
Sama seperti jalan hidup yang kita alami. Tangan BesarNya itu jugalah yang telah membawa kita ke tikungan arus lain. Berbeda dengan arus yang kita harapkan. Bedanya, kita adalah makhluk istimewa yang selain dianugerahi naluri, kita juga dianugerahi berupa akal. Hal itu yang membedakan kita dengan hewan. Dan akal itu jugalah sebabnya, mengapa ketika Allah membelokkan arus hidup kita ke tikungan lain, bukan kepada arus yang kita harapkan, logika kita bersuara.
Kita protes. Kita menggugat keputusanNya yang terasa nggak adil. Karena kita dibawa ke arus yang berbeda dari apa yang kita harapkan. Dan kita, mengarungi arus itu dengan perasaan yang penuh dengan rasa tidak ikhlas, perasaan yang penuh dengan gemuruh ketidakpastian. Tapi, ketika sampai di muara tikungan itu, kita akan terkejut. Kita mendapati muara yang sama dengan apa yang kita bayangkan. Bahkan lebih dari apa yang kita bayangkan sebelumnya.
Mungkin apa yang kita dapatkan selama ini berbeda dengan apa yang diharapkan. Gue pernah merasakan hal itu. Dan semua orang juga pasti pernah merasakan hal itu. Ketika hal yang nggak gue harapkan datang kepada diri ini, gue hanya bisa berusaha untuk pasrah dan mengikuti arus tikungan itu. Berat memang. Tapi di titik itu, tikungan itu, kemudian gue sadari bahwa itu hanyalah jalan lain yang ditunjukkan oleh Allah. Jalan lain, rute yang memutar, lebih jauh memang, tapi pada akhirnya gue pun sampai di muara yang sama; memiliki sahabat yang bisa saling melengkapi, dan sebuah karya yang bisa membuat diri gue bangga. Walaupun saat ini karya gue masih terbatas di buku anatologi sih, tapi itu udah membuat gue bangga sama diri sendiri. Dan gue rasa, kalian pernah mengalami hal itu.
Di buku ini masihada kata-kata yang ingin gue tuliskan dan sampaikan kepada kalian, di postingan selanjutnya. Dan tulisan yang akan gue sampaikan nanti juga ada hubungannya dengan kesendirian. Cocok banget deh buat kalian yang jomblo. Iya, kalian yang baca tulisan ini. Jomblo kan? Nggak punya pacar? Nggak usah ngaku-ngaku punya pacar. Duh, kasian.
Lo juga jomblo, nyeet
Mungkin ini dulu yang gue tulis. Semoga bisa mengambil hikmah dari tulisan gue. Walaupun gue juga nggak yakin sih, tulisan gue ini ada hikmahnya atau nggak. Byee.... kecup manja dari sini. Khusus cewe doang....

29 comments:

  1. Yelah, baru dateng udah digombalin :p

    Sebetulnya, paling nggak tahan sama postingan-postingan review buku, apapun bentuknya, resmi nggak resmi, baku nggak baku. Bikin ngiler u,u padahal sebagai mantan siswa yang lagi nunggu status mahasiswa kayak aku gini pemasukan nggak ada sama sekali -_- singkatnya, postingan ini berbahaya xD
    Tapi penasaran juga, sih, apalagi ngomongin kesendirian. Iya. Jomblo iya. Aku jomblo. Terus? Yaudah gapapa, pamer doang T^T

    Oh iya, aku nggak mau diketjup (/.\)

    ReplyDelete
    Replies
    1. maknya nabung dulu, nnti baru beli bukunya deh.
      oh, kamu jomblo?? sama dong. mungkin kita berjo... asudahlah

      hahah

      Delete
  2. Senyam senyum saya...^_^

    Kirain review buku ternyata poin-poin penting tentang isi buku...yah, agak mirip sih sama review. Cara orang memang beda-beda ketika ingin menyampaikan sesuatu. Nice post ^_^
    Hidup itu adalah sebuah pilihan jika Yang Maha Kuasa menghendaki sesuatu yang tak berjalan sesuai harapan akan memberi sesuatu hal yang lain yang mungkin akan memberimu kesan yang berarti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan senyum'' sendiri, gue temenenin aja gimana *eeh

      makasih

      Delete
  3. sepertinya bagus tuh buku, boleh pinjem nggak? :p

    ya, hidup itu penuh misteri. Beberapa orang mempunyai planning akan begini begini begini di masa depan, tapi nyatanya Allah membelokkan rencana itu pada jalur lain. Jalur yang mungkin kita nggak sukai. Mungkin kita anggap sulit. Tapi, justru di situ Allah punya kejutan untuk kita. Hikmah di jalur yang bukan kita pilih...ujungnya akan sampai pada tujuan yang memang kita inginkan. Soalnya gue pernah mengalami hal itu. Hikmahnya akan terasa ketika kita sadar betapa berharganya masa lalu yang dulu sempat kita pikir adalah jalur yang salah. zzz gue malah ceramah...

    Waduh, masih bersambung nih postingannya? jadi gak sabar pengen cepet cepet baca lanjutannya. apalagi tentang kesendirian... huhuhu :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. ogaaahhhh

      gue udah paham kok, mpok klo lo sering ceramahin orang. secara lo kan udah tante. *eeh

      nah, lo masalah kesendirian aja dah, paling doyan

      Delete
  4. Iya bener banget.
    tapi proses menjalani tikungan yang dikehendakinya, namun yang bukan kita harapka ituloh yang bener bener menguras tenaga, dan air mata. dan saat ini gue lagi di posisi ini. mencoba ikhlas menjalani apa yang sudah di kehendakinya.

    btw salam kenal ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah, semua apa yg diberikanNya kepada kita, itu lah yg terbaik. karena dia yg Maha Mengetahui segala sesuatu yg dibutuhkan oleh ciptaannya.

      iya, salam kenal juga

      Delete
  5. Waaah.. Kebetulan gak terlalu suka baca novel, sih. Tapi, gue setuju banget sama pepatah yang belum selesai itu. Apapun rencana dan pilihannya, Tuhan juga yang menentukan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, sayang banget tuh. tapi keren kok novelnya.

      yeah, karena Dialah sebaik-baiknya pembuat rencana

      Delete
  6. Ciiiattt ciiiaaattt...ujung-ujungnya kok Mblo...Hei Mblo....

    ReplyDelete
  7. Ngena banget soal hidup ini adalah pilihan, dan Tangan Takdir yang bermain itu adalah Pencipta kita sendiri. Kita dibekali seperangkat alat untuk menentukan hal terbaik, namun itu pun bergantung bagaimana ridho Allah.
    Eh, kok ujung-ujungnya minta dikecup cewe? Bisa batal tuh saumnya, hahaha. Nulis sambil modusin. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah, dan memang kembalinya kepada Dia. walaupun belum bisa ikhlas, tapi berusaha ikhlas. karena, Dia tau apa yang terbaik untuk hambanya.

      wakakak.... ampunn, mbak

      Delete
  8. gue juga bolak-balik ngalamin kejadian yang gak sesuai harapan. mungkin bukan cuma gue ato lo aja yang pernah begini, semua orang pasti ngalamin ini.
    tapi, gue selalu yakin rencana Tuhan adalah yang terbaik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener, bukan cuman gue atau lo doang yg pernah ngalamain ginian. tapi, hampir semua orang pasti pernah ngerasain hal ini

      bener banget

      Delete
  9. Iya juga sih, Tuhan yg menghendaki. Tapi kalo gue sih gak pernah menyesal dengan keputusan atau jalan yang udah gue ambil, karena emang udah tahu resikonya. Ketika ada suatu yang gak sesuai harapan, seharusnya kita udah tahu itu bakal terjadi. Dan Tuhan mengajari kita dengan kegagalan.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaiiihh... sedaaaappp.
      ga nyangka, rik. gue kirain lo cuman bisa modusin cwe doang, trnyata bisa bijak jg. mkan obat nyamuk, brpa bungkus? haha

      Delete
  10. Hidup itu bukan pilihan, hidup itu perjuangan...kita juangkan apa apa yang kita pilih . Hihi :)

    ReplyDelete
  11. setuju banget tuh dengan tambahan pepatahnya memang hidup ini kita yang memilih tapi tapi tuhan juga berperan untuk mengarahkan jadi harus seimbang antara dunia dan akhirat itu baru namanya hidup yang sempurna. oh ya itu buku bikin penasaran aja kayaknya cakep kalo dibaca khaha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah bner. gue aja juga baru sadar, stelah baca buku itu, bang.
      lahhh, itu masa ga keliatan judulnya??

      Delete
  12. waaah lumayan dapet rekomendasi bacaan bagus nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. buku lo maneee, virr.... kasih gue dongg

      Delete
  13. Iya iya iya bener.. hidup emang sepenuhnya pilihan, bahkan Allah juga yang memberikan kebebasan itu? Benar bukan.. tetapi, meskipun pada hakikatnya manusia berhak memilih, tetapi tetap ada sang maha berkehendak, yang menentukan hasilnya.. great post..

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap, bner banget, kuh. ga sia-sia kan, selama ini baca blog gue. trnyata ada manfaatnya. keren.
      gue aja yg nulis, ga tau manfaatnya yg mana

      Delete
  14. Wah ini ngena banget ya. Serius deh, sakitnya tuh di sini... *nunjuk dada*

    Dulu aku pernah sharing sama Mbak Rhein Fathia tentang passion. Ya tiap orang pasti akan mengalami sesuatu yang bukan passion dia. Cocok sama kutipan dari novel yang kamu review itu. Menyelami passion juga intinya kan untuk sukses. Tapi jalan untuk ada di passion yang diharapkan itu nggak gampang. Makanya Allah kasih jalan lain. Mungkin nggak terima sih karena kita nggak suka di sana. Tapi biar gimanapun, Allah nggak pernah kasih jalan yang salah. Nice post!

    ReplyDelete
    Replies
    1. bner banget. stelah baca ini gue jug jdi sdar, kalo sbnernya kita memang hrus ikhlas buat mnerima segalanya. walaupun itu memang, nggak sesuai dgan passion kta. tpi, bklan brujung dgan apa yg kta cita''kan kok.
      thanks, wi

      Delete
  15. RT "bner banget. stelah baca ini gue jug jdi sdar, kalo sbnernya kita memang hrus ikhlas buat mnerima segalanya. walaupun itu memang, nggak sesuai dgan passion kta. tpi, bklan brujung dgan apa yg kta cita''kan kok.
    thanks, wi"

    ReplyDelete

Eettt..... Mau kemana?
Komen dulu dong okeee :))